loading...
Pengurus
kerja-doktersehat

Di media sosial Twitter sedang ramai bahasan seorang karyawan yang tidak diperkenankan untuk cuti meskipun sudah menunjukkan surat dari dokter yang menunjukkan bahwa dirinya sedang sakit. Perdebatan lewat aplikasi percakapan ponsel pintar ini bahkan berakhir dengan sang karyawan yang tidak lagi bekerja di perusahaannya.

Dianggap melanggar UU Ketenagakerjaan

Akun Twitter yang mengunggah cerita ini adalah milik @Fajartriantoro, dia sedang sakit tipes dan meminta izin untuk tidak berangkat. Hanya saja, atasannya justru memintanya untuk berhenti saja daripada izin tidak bekerja. Ia pun akhirnya memilih untuk berhenti.

Di kolom komentar, akun @cocacocat juga menceritakan hal yang serupa. Bahkan, ia diminta untuk berhenti kerja hanya gara-gara meminta izin karena mengalami nyeri datang bulan. Menurut akun @puput_an, di UU Ketenagakerjaan no. 13 tahun 2003, wanita yang mengalami kram perut di hari menstruasi pertama diperbolehkan untuk izin tidak bekerja. Hal ini berarti larangan izin kerja saat sakit bisa dianggap sebagai pelanggaran.

Efek memaksakan diri bekerja saat sakit

Tuntutan untuk produktif memang dibebankan pada orang yang bekerja di perusahaan, instansi, dan tempat kerja lainnya. Bukan berarti orang yang sakit juga harus memaksakan diri untuk tetap bekerja.

Pakar kesehatan menyebut tubuh orang yang sakit sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Jika tetap memaksakan diri, maka ada kemungkinan kondisi kesehatannya akan semakin memburuk.

Berikut adalah efek bekerja saat sakit yang akan dialami tubuh:

  1. Rentan terkena kecelakaan

Ketika kondisi kesehatan sedang menurun, maka kita pun tidak akan bisa berkonsentrasi atau berpikir dengan baik saat sakit. Kita pun akan lebih rentan terkena kecelakaan.

Jika kita bekerja di bagian mesin atau tempat yang rawan, risiko terkena kecelakaan yang memicu cedera atau bahkan memakan nyawa bisa meningkat. Selain di tempat kerja, kita juga lebih rentan terkena kecelakaan saat berada di perjalanan.

  1. Kepala pusing

Jika kita memaksakan diri untuk terus bekerja, dikhawatirkan akan mengalami gejala kepala pusing, menggigil, gangguan pencernaan, hingga rasa nyeri pada tubuh. Dengan kondisi seperti ini, kita justru tidak akan mampu bekerja dengan efektif. Bisa jadi, kondisi akan terus menurun dan kita akan merepotkan rekan kerja lainnya.

  1. Sakit kepala

Selain pusing, kita juga bisa mengalami sakit kepala yang parah.

Sebenarnya, hal ini juga menandakan bahwa tubuh sedang berusaha untuk melawan penyakit. Selain itu, sakit kepala ini juga menandakan bahwa tubuh mengalami kekurangan cairan. Kita juga lebih rentan mengalami kondisi ini jika menatap layar komputer yang bisa membuat penglihatan menjadi lebih sensitif.

  1. Muntah-muntah

Saat sakit, tubuh akan mengalami kekurangan energi dan hal ini akan mempengaruhi kondisi sistem pencernaan. Kita pun akan lebih rentan mengalami mual dan muntah-muntah yang tentu akan membuat badan semakin tidak karuan.

  1. Stres

Jika kita tetap memaksakan diri untuk bekerja saat sakit, maka hal ini akan membuat jumlah sel darah putih di dalam tubuh menurun drastis.

Faktanya, sel darah putih sangat dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan. Hal ini juga akan memicu ketidakseimbangan hormon, tepatnya dalam hal meningkatkan kadar hormon kortisol atau stres. Padahal, jika kita sampai mengalami stres, maka tubuh tidak akan kunjung bisa sembuh.

  1. Tubuh terasa nyeri

Meskipun tubuh hanya mengalami radang tenggorokan, batuk-batuk, atau demam, bukan berarti kita bisa memaksakan diri untuk terus bekerja. Jika kita melakukannya, rasa nyeri akibat gejala penyakit-penyakit ini akan menjadi semakin parah.

Melihat adanya fakta dan efek bekerja saat sakit, jangan memaksakan diri untuk terus bekerja ketika tubuh tidak sedang fit. Tubuh membutuhkan istirahat untuk kembali memulihkan kondisinya.

Sumber : DokterSehat.Com