Pengurus
tulisan-dokter-doktersehat

Belakangan ini di media sosial Twitter sedang viral gambar tangkapan layar yang menunjukkan bahwa orang-orang yang belajar di jurusan apoteker atau kedokteran bisa dengan mudah membaca tulisan cakar ayam dokter. Kebanyakan dari orang-orang tersebut bisa dengan mudah membaca tulisan tersebut dan menyebutnya sebagai obat berjenis parasetamol. Sebenarnya, bagaimana bisa mereka dengan mudah membaca tulisan cakar ayam tersebut?

Cara apoteker bisa membaca tulisan cakar ayam dokter

Berdasarkan gambar tangkapan layar yang berasal dari berbagai akun media sosial yang bertanya pada rekan-rekan yang berprofesi sebagai apoteker ini, ada yang menyebut tulisan cakar ayam ini terlihat jelas seperti kode PCT atau PCM yang menandakan paracetamol. Hanya saja, ada juga yang menyebut tulisan tersebut jelas-jelas menunjukkan huruf P di depan dan huruf L di belakangnya. Hal inilah yang menandakan bahwa obat yang dimaksud adalah paracetamol.

Pakar kesehatan Hilwan Yudateruna yang merupakan Wakil Ketua Ikatan Apoteker Berbahaya menyebut apoteker, dokter, atau mereka yang memang sudah terbiasa berkutat dengan dunia kesehatan cenderung bisa dengan mudah membaca tulisan cakar ayam ini karena memang sudah terbiasa. Hanya saja, banyak juga apoteker yang bingung dengan tulisan tersebut sehingga memilih untuk menghubungi dokter demi memastikan obat yanga kan diberikan tidak salah.

Beberapa teori yang membuat dokter sering membuat resep dengan tulisan cakar ayam

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa faktor yang mendasari mengapa banyak dokter menuliskan resep dengan tulisan yang tidak jelas alias cakar ayam.

Berikut adalah beberapa teori tersebut.

  1. Karena buru-buru

Tulisan dokter terlihat jelek seperti cakar ayam bisa jadi disebabkan oleh mereka yang ingin bekerja dengan cepat sehingga mampu melayani pasien lainnya yang membutuhkan pengobatan. Logikanya, jika kita menulis dengan sangat cepat, tulisan tentu akan jauh lebih jelek dari biasanya, bukan?

  1. Sudah menjadi kebiasaan

Banyak dokter yang sudah terbiasa menulis dengan cepat karena harus sigap dan cepat menulis apa saja yang diucapkan dosen saat mereka masih belajar di bangku kuliah. Meski tulisannya menjadi tidak jelas, mereka sudah mengerti dengan maksud dengan tulisan tersebut dan terbiasa menulisnya hingga sudah menjalani profesi sebagai dokter.

  1. Banyak istilah kesehatan dan obat yang sulit

Banyak nama-nama atau istilah di dunia kesehatan dan obat-obatan yang cukup sulit untuk ditulis dengan nama yang utuh. Banyak dokter yang sengaja hanya menuliskannya dengan kode yang biasa mereka sebutkan sehingga lebih ringkas dan mudah dipahami. Kode-kode inilah yang seringkali membuat orang awam tidak mengerti.

Sebagai contoh, ada istilah QD yang maksudnya adalah obat diminum sekali sehari atau TID yang berarti obat diminum tiga kali sehari. Kode-kode ini tentu akan jauh lebih mudah disingkat dengan tulisan yang asal-asalan, bukan?

Kini resep dokter tidak selalu tulisan cakar ayam, kok

Hanya saja, jika dicermati, kini semakin banyak dokter atau instansi kesehatan yang tidak lagi menuliskan resep dengan tulisan cakar ayam. Beberapa diantaranya bahkan sudah memakai tulisan yang dikomputerisasi agar lebih mudah dipahami atau dibaca semua orang. Meskipun begitu, bukan berarti kita bisa sembarangan menggunakan resep yang mudah dipahami tersebut.

Jika di lain waktu kita jatuh sakit dan menggunakan resep tersebut secara sembarangan, bisa jadi penyakit yang diderita justru tak kunjung sembuh karena obat yang diberikan tidak tepat. Bahkan, hal ini bisa saja membuat efek samping bagi kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Melihat fakta ini, pastikan untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter jika memang tubuh mulai merasakan gejala penyakit demi segera mendapatkan kesembuhan.

Sumber : DokterSehat.Com