Pengurus
Vaksin Demam Berdarah: Perlu atau Tidak?

Demam berdarah kerap kali melanda daerah beriklim tropis, seperti Indonesia. Tingginya kasus demam berdarah membuat banyak peneliti berusaha mengembangkan vaksin yang paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Namun, vaksin demam berdarah ternyata masih memiliki beberapa kekurangan.

Demam berdarah (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. Biasanya, demam berdarah marak terjadi saat musim hujan. Hal ini karena curah hujan yang tinggi memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak dengan baik.

Penyakit DBD memiliki beberapa gejala, seperti demam tinggi, muncul ruam di kulit, nyeri tulang atau otot, dan sakit kepala di bagian belakang mata. Pada kasus yang parah, bisa juga terjadi perdarahan yang dapat mengancam nyawa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 20.000 orang meninggal setiap tahunnya karena demam berdarah.

Mengenal Vaksin Demam Berdarah

Vaksin demam berdarah yang telah tersedia adalah vaksin CYD-TDV (Dengvaxia). Vaksin ini berisi virus dengue tetravalen yang telah dilemahkan. Tetravalen di sini artinya vaksin tersebut dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap empat tipe virus dengue yang beredar, yaitu virus dengue serotipe 1 – 4. Vaksin ini telah mendapatkan ijin edar di beberapa negara endemik demam berdarah, dan biasanya diberikan tiga kali dengan jarak waktu antara penyuntikannya adalah empat hingga enam bulan.

Efektivitas dan Syarat Pemberian Vaksin Demam Berdarah

Sebelum memutuskan untuk memberikan vaksin demam berdarah guna mencegah penyakit DBD, ada beberapa hal terkait vaksin demam berdarah yang perlu Anda ketahui:

1. Lebih aman untuk anak usia di atas 9 tahun dan orang dewasa

Data dari beberapa penelitian klinis memperlihatkan adanya penurunan risiko terjadinya demam berdarah yang parah (hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit) pada anak-anak berusia di atas sembilan tahun yang diberikan vaksin. Namun jika vaksin demam berdarah diberikan pada anak usia di bawah sembilan tahun, justru dapat meningkatkan risiko terkena demam berdarah berat.

Oleh karena itu, vaksin demam berdarah ini hanya dianjurkan pada orang yang berusia antara 9 - 45 tahun.

2. Hanya efektif pada kelompok tertentu

Vaksin demam berdarah terbukti aman dan cukup efektif untuk orang yang sudah pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya. Tapi, justru meningkatkan risiko terkena penyakit demam berdarah pada orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue.

Oleh karena itu, WHO menyarankan agar negara-negara yang ingin menggunakan vaksin ini harus mempunyai sistem screening atau deteksi dini infeksi dengue yang akurat. Hal ini untuk menghindari orang yang belum pernah terinfeksi virus demam berdarah ikut tervaksin.

Namun kenyataannya, tidak mudah untuk memastikan apakah seseorang sebelumnya sudah pernah terkena demam berdarah atau belum. Hal ini karena demam berdarah kadang tidak menunjukkan gejala yang khas, atau bahkan tidak bergejala, sehingga seseorang belum tentu tahu apakah dirinya sudah pernah terinfeksi virus demam berdarah atau belum.

3. Tidak memberikan pencegahan sepenuhnya

Vaksin demam berdarah memang memberikan perlindungan yang cukup baik bagi mereka yang sudah pernah terkena demam berdarah sebelumnya. Namun, perlindungan ini tidak bersifat total. Pada beberapa kasus, orang yang sudah pernah terkena demam berdarah masih bisa mengalaminya lagi, meskipun sudah mendapatkan vaksin.

4. Harga yang mahal

Di Indonesia, vaksin demam berdarah termasuk vaksin yang masih baru. Kisaran harga vaksin ini cukup mahal, yaitu sekitar 1 juta untuk setiap dosis penyuntikan (dosis rekomendasi vaksin demam berdarah adalah tiga kali penyuntikan).

Karena itu, Anda perlu mempersiapkan biaya yang cukup tinggi untuk mendapatkan vaksin ini. Lagipula, ketersediaan vaksin demam berdarah masih terbatas, dan hanya dapat diperoleh di rumah sakit atau praktik dokter anak pribadi.

Vaksin demam berdarah yang ada saat ini memang dapat menurunkan risiko infeksi virus dengue di negara-negara dengan angka kasus demam berdarah yang tinggi. Tapi, hal ini hanya dapat tercapai jika vaksin digunakan secara benar.

Pemberian vaksin demam berdarah hanya disarankan ketika manfaatnya sudah diyakini akan lebih besar dari risikonya. Karena itu, Anda perlu konsultasi ke dokter lebih dulu jika ingin mendapatkan vaksinasi demam berdarah, untuk memastikan bahwa Anda cocok menerima vaksin tersebut.

Hal lain yang perlu Anda ingat adalah bahwa upaya pemberantasan sarang nyamuk dan pencegahan gigitan nyamuk tetap merupakan langkah pencegahan demam berdarah yang utama. Vaksinasi sendiri tanpa upaya-upaya tersebut tidak akan efektif dalam mencegah penyakit demam berdarah.

Gunakan pakaian tertutup jika berada di area yang banyak nyamuk, atau gunakan losion pengusir nyamuk. Pastikan juga untuk rutin menguras wadah-wadah berisi air dan mengeringkan genangan air di lingkungan rumah Anda agar nyamuk tidak bersarang.

Ditulis oleh:

dr. Irene Cindy Sunur

Sumber : AloDokter.Com