Pengurus
hipertensi-doktersehat

Salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak menyerang umat manusia adalah hipertensi. Di Indonesia sendiri, sekitar 30 persen dari total penduduk mengidap masalah kesehatan ini. Masalahnya adalah banyak penderitanya yang ternyata tidak menyadari bahwa mereka mengalami tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan oleh gejala dari penyakit ini yang terkadang memang tidak begitu jelas.

Dampak hipertensi jika tidak dikendalikan

Banyak penderita hipertensi yang diminta untuk minum obat secara teratur demi menurunkan tekanan darah dalam tubuhnya. Jika mereka tidak mengonsumsinya, dikhawatirkan tekanan darah akan semakin tidak terkendali dan menyebabkan komplikasi berbahaya seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, aneurisma, dan lain-lain. Masalahnya adalah terkadang mereka lupa untuk minum obat sehingga akan membuat kondisi tekanan darahnya semakin parah.

Ada cara lain menurunkan tekanan darah tanpa obat

Pakar kesehatan menyebut ada cara lain yang bisa dilakukan penderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darahnya tanpa harus mengonsumsi obat penurun tekanan darah. Hanya saja, mereka harus benar-benar menerapkan gaya hidup yang lebih sehat demi melakukannya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan manfaat kesehatan tersebut.

  1. Melakukan olahraga jalan cepat

Salah satu cara yang bisa dilakukan penderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darahnya adalah dengan rajin berolahraga. Rutin melakukannya setidaknya 30 menit setiap hari bisa membuat sirkulasi darah semakin lancar sehingga pembuluh darah menjadi semakin sehat. Hal inilah yang bisa berimbas pada menurunnya tekanan darah.

Salah satu olahraga yang paling direkomendasikan adalah jalan cepat karena mampu membuat jantung memompa darah dengan lebih efisien. Olahraga ini sangat mudah untuk dilakukan di mana saja dan kapan saja sesuai kebutuhan.

  1. Melakukan latihan pernapasan

Latihan pernapasan telah terbukti bisa memberikan manfaat seperti menurunkan stres yang tentu akan berimbas pada menurunnya tekanan darah. Lakukan latihan pernapasan seperti yoga atau tai chi sekitar 5 menit di waktu pagi atau malam demi mendapatkan manfaatnya.

  1. Mengonsumsi cokelat hitam

Salah satu camilan yang digemari oleh banyak orang ini ternyata juga bisa membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan flavanol di dalamnya. Kandungan ini bisa membuat pembuluh darah menjadi lebih elastis sehingga akan membantu sirkulasi darah menjadi lebih lancar.

Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa partisipan yang rajin makan cokelat hitam atau cokelat dengan kadar kakao sekitar 70 persen mampu mengalami penurunan tekanan darah hingga 18 persen lebih rendah.

  1. Mendengarkan musik

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Florence, Firenze, Italia menghasilkan fakta bahwa mendengarkan musik secara teratur bisa membantu menurunkan tekanan darah dengan signifikan.

Dalam penelitian ini, 28 penderita hipertensi berusia dewasa diminta untuk mendengarkan musik klasik, musik bergenre Celtic, dan musik khas India selama 30 menit setelah minum obat. Mereka juga diminta untuk mendengarkannya dengan bernapas secara perlahan.

Hasil dari penelitian ini adalah, para partisipan mampu menurunkan tekanan darah sistolik hingga 3,2 poin dalam sepekan. Bahkan, setelah melakukannya selama 1 bulan, tekanan darah bisa diturunkan hingga 4,4 poin.

  1. Lebih aktif bergerak

Banyak penderita hipertensi yang menerapkan gaya hidup kurang gerak seperti mereka yang merupakan pekerja kantoran atau mereka yang terbiasa duduk berjam-jam untuk menonton televisi. Karena alasan inilah pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih aktif bergerak seperti dengan cara lebih sering berjalan ke warung atau tempat-tempat yang tidak begitu jauh dan lebih sering menggunakan tangga atau angkutan umum. Hal ini akan membuat sirkulasi darah membaik sekaligus menurunkan stres.

Hanya saja, jika memang dokter sudah meminta penderita hipertensi untuk minum obat, mau tidak mau mereka harus mematuhinya demi mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi.

Sumber : DokterSehat.Com