Pengurus
cara-membuat-daging-sapi-doktersehat

Hari raya Idulfitri biasanya identik dengan makanan-makanan lezat yang kaya dengan daging. Sebagai contoh, kita tentu bisa dengan mudah menemukan opor ayam, rendang, gulai, sambal goreng ati, dan makanan dengan bahan utama daging lainnya saat lebaran, bukan? Masalahnya adalah, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak mengonsumsi daging-dagingan dengan berlebihan demi menjaga kondisi tubuh.

Batasan makan daging dalam sehari

Meskipun tinggi nutrisi seperti protein, zat besi, vitamin, dan lain-lain, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan daging-dagingan, khususnya daging merah seperti daging kambing atau daging sapi. Daging putih seperti daging ayam atau daging ikan biasanya dianggap jauh lebih sehat meskipun tentu saja konsumsinya sebaiknya dibatasi agar tidak berlebihan.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi konsumsi daging harian maksimal 80 hingga 100 gram setiap hari atau sekitar 2 atau 3 potongan daging dengan ukuran sedang. Hal ini berarti, meskipun rasanya sangatlah nikmat, kita sebaiknya memang tidak mengonsumsinya lebih dari batasan tersebut.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan cara pengolahan daging. Jika daging ini digoreng, diberi tambahan tepung, atau dijadikan makanan bersantan, bisa jadi makanan ini bisa menyebabkan kenaikan kadar kolesterol yang bisa membahayakan kesehatan jantung atau pembuluh darah. Selain itu, kita juga sebaiknya tidak mengonsumsi daging bakar dengan berlebihan karena adanya kemungkinan adanya kandungan karsinogen penyebab kanker.

Daging olahan seperti sosis, nugget, atau daging ham juga sebaiknya dibatasi konsumsinya karena terbukti mampu menyebabkan datangnya penyakit berbahaya seperti hipertensi dan kanker.

Dampak terlalu banyak makan daging bagi tubuh

Badan Kesehatan Dunia dari PBB (WHO) menyebut orang-orang yang cenderung sering makan daging memiliki risiko lebih besar terkena berbagai macam masalah kesehatan.

Berikut adalah berbagai dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Meningkatkan risiko kanker

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, terlalu banyak makan daging bisa menyebabkan kanker. Bahkan, badan kesehatan dunia (WHO) menyebut kebiasaan sering makan daging bisa meningkatkan risiko terkena kanker hingga 30 persen! Beberapa jenis kanker yang bisa terjadi akibat kebiasaan ini adalah kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker prostat.

  1. Meningkatkan berat badan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari 7 ribu orang dewasa yang ada di Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa mereka yang makan daging lebih dari 250 gram setiap hari memiliki risiko 90 persen lebih besar mengalami kenaikan berat badan. Tak hanya mengganggu penampilan, bisa jadi hal ini akan menyebabkan datangnya penyakit seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, dan masalah lainnya.

  1. Gangguan pencernaan

Hobi makan daging akan membuat pencernaan bekerja dengan jauh lebih keras dengan sebelumnya. Jika hal ini dikombinasikan dengan kurang asupan serat, maka laju pencernaan akan menjadi jauh lebih lambat. Kita pun akan lebih berisiko terkena penyakit pencernaan seperti sembelit, perut kembung, dan wasir.

  1. Bau mulut

Ternyata, masalah bau mulut bisa disebabkan oleh kebiasan makan daging dengan berlebihan, lho. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan protein di dalam tubuh yang memicu datangnya proses ketosis atau proses pembakaran lemak menjadi eneri. Hal ini memang bisa memicu masalah bau mulut yang cukup parah.

Meskipun sudah menyikat gigi, memakai obat kumur, atau melakukan cara lain, masalah kesehatan ini tidak bisa diatasi jika kita tak kunjung menurunkan asupan daging-dagingan.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita tidak berlebihan dalam makan daging, termasuk di saat hari raya Idulfitri.

Sumber : DokterSehat.Com