Pengurus
Persiapkan Si Kecil Sebelum Menjalani Rawat Inap

Rawat inap adalah metode perawatan yang mengharuskan pasien untuk tinggal selama beberapa waktu di rumah sakit. Berbeda dengan orang dewasa, umumnya pasien anak mungkin membutuhkan lebih banyak persiapan saat akan dirawat inap, termasuk persiapan mental.

Pasien menjalani rawat inap berdasarkan rujukan dari dokter, unit gawat darurat, atau diakibatkan oleh kondisi pasca operasi. Sebagai orang tua, disarankan untuk memberi pemahaman meski ruang rawat inap terlihat asing atau menakutkan, tapi ia tak perlu khawatir, sebab rawat inap bertujuan membantunya kembali sehat.

Persiapan untuk Anak Sebelum Menjalani Rawat Inap

Bagi anak-anak, kemungkinan menjalani rawat inap bisa jadi adalah hal yang menakutkan. Yakinkan anak untuk memercayakan perawatan yang dilakukan oleh tenaga medis di rumah sakit saat rawat inap.

Berikut beberapa panduan mempersiapkan Si Kecil menjalani pengobatan rawat inap yang nyaman:

Sediakan semua kebutuhannya Penting untuk menyediakan semua hal yang diperlukan anak selama menjalani rawat inap di rumah sakit. Ada beberapa persiapan sebagai kebutuhan penting saat rawat inap bagi anak, antara lain asuransi, buku rekam medis anak yang mencakup catatan daftar imunisasi dan pengobatan, pakaian ganti yang nyaman serta mudah dikenakan dan dilepas, jaket atau baju hangat, alas kaki, alat mandi, bantal tambahan, selimut favorit atau boneka yang dapat membuatnya istirahat lebih nyaman.Jelaskan situasi kamar tempat menginap Penting untuk mendeskripsikan kamar rawat inap yang akan ditempati anak, terutama jika dia perlu berbagi ruangan dengan anak lain. Kamar yang dapat ditempati seorang diri biasanya lebih mahal dibandingkan dengan yang berbagi. Informasikan mengenai ada atau tidak adanya TV, dan apakah dia perlu berbagi kamar mandi dengan pasien lain. Sebagian besar rumah sakit menyediakan tempat bagi pendamping pasien untuk menginap. Kecuali di ruang isolasi atau ICU, maka tempat pendamping mungkin terpisah dari pasien.Perkenalkan siapa saja yang akan terlibat dalam perawatannya Perawat atau suster sering kali menjadi orang yang pertama dan paling sering ditemui anak sebelum dan sepanjang rawat inap. Suster juga yang akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, mengukur suhu, tekanan darah, detak jantung dan memberikan obat. Informasikan kepada anak bahwa dia sendiri dapat memanggil perawat melalui tombol yang biasanya terdapat di sisi tempat tidur. Beri tahu bahwa dokter dan para perawat akan membantu mereka segera pulih dari sakit.Cek kesehatan Informasikan bahwa anak tidak perlu takut jika hendak diperiksa oleh dokter maupun perawat. Begitu pula ketika diminta untuk menempatkan urine dalam wadah khusus atau jika sampel darahnya diambil. Beri tahu bahwa ini adalah bagian dari pemeriksaan untuk mengetahui penyebab penyakitnya. Bisa jadi juga diterapkan pemeriksaan lain sesuai gejala, seperti foto Rontgen, CT scan dan MRI.

Selain itu, rawat inap memang tidak jarang membuat anak tidak dapat masuk sekolah atau melakukan aktivitas seperti biasa. Jika kondisinya memungkinkan, Anda bisa ajak teman-temannya untuk berkunjung agar ia merasa tidak kesepian dan terhibur.

Di sisi lain, perlu diingat bahwa hal terpenting adalah anak perlu istirahat yang cukup untuk membantu proses pemulihan setelah rawat inap. Batasi jumlah kunjungan per hari agar anak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat selama pemulihan.

Sumber : AloDokter.Com