Pengurus
daging-kambing-kolesterol

Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi memang tidak boleh mengonsumsi makanan dengan sembarangan. Sebagai contoh, mereka tak boleh mengonsumsi makanan tinggi garam karena ada kandungan natrium yang dikhawatirkan bisa membuat tekanan darah terus naik tak terkendali. Hanya saja, apakah mereka juga sebaiknya tidak lagi mengonsumsi daging merah?

Konsumsi daging merah pada penderita hipertensi

Banyak orang yang berpikir jika daging merah layaknya daging kambing atau daging sapi bisa menyebabkan tekanan darah dalam waktu singkat. Padahal, pakar kesehatan dr. Ali Khomsan yang berasal dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebut pendapat itu kurang tepat. Penderita hipertensi ternyata masih boleh mengonsumsi daging merah karena dampaknya tidak akan begitu besar bagi kondisi tekanan darah tubuh.

Hanya saja, penderita hipertensi juga tidak boleh mengonsumsi daging kambing atau daging sapi dengan sembarangan. Mereka harus membatasi porsinya dan memperhatikan cara memasaknya. Sebagai contoh, daging merah sebaiknya tidak dimasak dengan cara digoreng, diberi tambahan tepung, atau dijadikan masakan bersantan. Daging merah yang direbus atau dijadikan sup dianggap jauh lebih aman untuk dikonsumsi.

“Boleh-boleh saja makan daging merah, tapi harus dibatasi agar tidak berlebihan. Sebagai contoh, jika penderita hipertensi langsung makan sate kambing 10 tusuk dalam satu waktu, maka dampaknya bagi kesehatan tentu akan terasa,” ucap dr. Ali.

Memilih daging merah yang aman untuk dikonsumsi

Selain memperhatikan porsi dan cara pengolahan daging merah, kita juga harus memperhatikan bagian daging yang kita konsumsi. Sebaiknya tidak memilih bagian daging yang tinggi lemak meskipun biasanya bagian daging ini memiliki rasa yang jauh lebih nikmat. Jika kita menemukan lemak, sebaiknya bagian ini diiris dan dibuang saja demi mencegah asupan lemak yang tidak sehat.

Beberapa tips makan daging yang aman bagi kesehatan

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperhatikan beberapa hal sebelum makan daging demi mendapatkan kandungan nutrisinya namun tidak akan menyebabkan dampak buruk bagi kondisi kesehatan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

  1. Batasi konsumsinya dalam sehari

Pakar kesehatan Prof. Ahmad Sulaeman yang juga merupakan guru besar dari Institut Pertanian Bogor menyarankan kita untuk mengonsumsi 1-2 ons daging saja setiap hari. Selain itu, pastikan untuk memilih daging dengan kandungan lemak yang rendah. Kita juga sebaiknya tidak memilih daging yang memiliki banyak urat.

  1. Membatasi frekuensi makan daging

Pakar kesehatan menyebut bagi orang sehat, konsumsi daging merah bisa dilakukan 3 hingga 4 kali dalam sepekan. Hanya saja, setiap harinya kita harus membatasi konsumsi daging maksimal seukuran telapak tangan saja.

Bagi mereka yang menderita masalah kesehatan tertentu, termasuk hipertensi atau kolesterol tinggi, sebaiknya menurunkan frekuensi dan porsi makan daging. Jika ragu, mereka bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan saran yang tepat.

  1. Jangan mengolahnya dengan santan

Kebiasaan khas masyarakat Indonesia dalam mengolah daging merah adalah memasaknya dengan santan. Memang, hal ini membuat rasa daging menjadi jauh lebih nikmat, namun hal ini akan membuat asupan lemak jahat meningkat. Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk memanggang daging atau merebusnya.

  1. Jangan lupakan sayur

Imbangi asupan daging-dagingan dengan sayur agar kita juga bisa mendapatkan asupan serat yang cukup. Selain itu, hal ini juga akan membantu kita membatasi asupan daging agar tidak berlebihan.

Dengan memperhatikan berbagai hal ini, maka kita pun bisa menikmati daging tanpa perlu khawatir mendapatkan dampak buruknya.

Sumber : DokterSehat.Com