Pengurus
sayur-doktersehat

Sudah menjadi rahasia umum jika penderita asam urat tidak boleh mengonsumsi makanan dengan sembarangan, khususnya makanan yang tinggi kandungan purin seperti makanan laut dan jeroan. Hanya saja, banyak penderita penyakit ini yang mengaku takut untuk mengonsumsi sayuran hijau karena adanya kadar purin sedang di dalam beberapa jenis sayuran layaknya bayam atau kangkung. Lantas, apakah mereka harus benar-benar menghindari sayuran saat makan?

Makanan yang harus dihindari penderita asam urat

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Family Physicians menghasilkan fakta bahwa penderita asam urat yang rutin menerapkan diet rendah purin akan mampu menurunkan kadar zat asam urat di dalam tubuh yang tentu akan berimbas pada menurunnya risiko terkena gejala asam urat dan komplikasi serius seperti gangguan pada ginjal.

Selain makanan laut dan jeroan, beberapa jenis daging merah dan minuman beralkohol ternyata juga tinggi kandungan purin sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat. Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul British Medical Journal, disebutkan bahwa minuman yang tinggi kandungan gula layaknya minuman bersoda, teh botolan, dan lain-lain juga bisa memicu peningkatan risiko serangan asam urat meski rendah purin. Minuman ini juga sebaiknya dihindari.

Sayuran hijau termasuk dalam pantangan penderita asam urat?

Beberapa jenis makanan dengan kadar purin yang tinggi, yakni sekitar 200 mg purin untuk setiap 100 gramnya adalah jeroan seperti hati, usus, paru, dan otak, beberapa jenis daging merah seperti daging sapi, daging kambing, dan daging domba, beberapa jenis ikan seperti ikan tuna, ikan sarden, dan ikan teri, beberapa jenis makanan laut layaknya kerang, udang, dan kepiting, dan roti putih. Makanan-makanan ini adalah pantangan bagi penderita asam urat.

Khusus untuk sayuran, memang ada beberapa jenis sayuran yang memiliki kadar asam urat yang sedang layaknya bayam, kembang kol, asparagus, dan jamur. Sayuran-sayuran ini ternyata masih boleh dikonsumsi penderita asam urat asalkan porsi dan frekuensinya dibatasi. Selain itu, penderita asam urat juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Tips mengendalikan asam urat

Mengingat serangan asam urat bisa membuat persendian menjadi kaku, membengkak, nyeri, dan sulit untuk digerakkan, penderita penyakit ini harus pandai-pandai mengendalikan kadar zat asam urat di dalam tubuhnya agar tidak sampai meningkat dengan drastis. Mereka pun harus benar-benar menerapkan gaya hidup sehat.

Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan penderita asam urat.

  1. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman manis

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, minuman beralkohol tinggi kandungan purin dan minuman manis bisa meningkatkan risiko peradangan yang berimbas pada munculnya gejala serangan asam urat. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita harus menghindarinya.

  1. Cukupi kebutuhan air putih

Dengan memenuhi kebutuhan air putih harian, maka tubuh tidak akan terkena dehidrasi sekaligus membantu proses peluruhan zat asam urat dari dalam tubuh. Hal ini tentu akan membuat jumlah zat asam urat tidak akan berlebihan.

  1. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga bisa membantu menyehatkan persendian dan proses peluruhan zat asam urat dari dalam tubuh.

  1. Menerapkan diet yang sehat

Selain menghindari makanan tinggi purin, sebaiknya menerapkan pola makan dengan kadar gizi yang seimbang demi membantu mencegah datangnya serangan asam urat.

  1. Tidak merokok

Rokok bisa menyebabkan datangnya peradangan pada tubuh penderita asam urat yang bisa berimbas pada munculnya gejala serangan penyakit ini.

Sumber : DokterSehat.Com