Pengurus
prosedur-pemeriksaan-feses-lengkap-doktersehat

Feses adalah produk akhir dari metabolisme pencernaan tubuh manusia. Maka dari itu, pemeriksaan feses lengkap, berguna untuk mengetahui suatu nilai atau kondisi tertentu dari sistem perncernaan seseorang.

Pada artikel ini Anda juga akan diajak untuk mengetahui lebih dalam mengenai seperti apakah nilai normal feses? Ada berapa jenis cara pemeriksaan feses lengkap? Bagaimana prosedur pemeriksaan feses lengkap itu sendiri?

Pemeriksaan Feses Lengkap

Apa itu pemeriksaan feses lengkap? Pemeriksaan feses lengkap adalah suatu pemeriksaan laboratorium untuk menilai dan mengukur melalui beberapa parameter yang bertujuan untuk mengetahui kondisi sistem pencernaan seseorang melalui feses.

Parameter yang digunakan ini memiliki nilai dari segi kuantitatif dan kualitatif. Dan hal inilah yang membuat hasil pemeriksaan feses lengkap memiliki satuan yang berbeda-beda tergantung parameternya.

Berikut ini adalah beberapa fungsi pemeriksaan feses lengkap:

  1. Mendeteksi adanya mikoorganisme parasit
  2. Mendiagnosis penyakit atau masalah pencernaan
  3. Mengetahui adanya darah yang tak terlihat secara kasat mata
  4. Mengevaluasi fungsi sistem pencernaan
  5. Mengevaluasi pola diet
  6. Mendeteksi kondisi kesehatan pencernaan

Macam-Macam Pemeriksaan Feses Lengkap

Pemeriksaan fases lengkap umumnya mencakup dua macam cara (makroskopis dan mikroskopis) serta pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah samar dan kultur feses, yang dimana tergantung dari tujuan dan hasil yang ingin diketahui dokter untuk menilai kondisi pasien.

1. Pemeriksaan makroskopis

Pemeriksaan feses secara makroskopis dilakukan dengan cara memeriksa kondisi feses secara kasat mata. Ada beberapa parameter yang digunakan pada pemeriksaan feses secara makroskopis yaitu warna, bau, konsistensi, jumlah, lendir, parasit makro, dan darah tampak.

2. Pemeriksaan mikroskopis

Pemeriksaan feses secara mikroskopis harus dilakukan dengan menggunakan alat mikroskop untuk mengetahui adanya hal-hal yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Ada tiga parameter yang ada di dalam pemeriksaan mikroskopis feses:

  1. Parasit mikro: Telur dan jentik cacing, protozoa
  2. Seluler: Sel epitel, leukosit dan makrofag, eritrosit
  3. Sisa makanan

3. Pemeriksaan darah samar

Pemeriksaan darah samar merupakan pemeriksaan tambahan feses, yang dimana mendeteksi darah dalam tinja yang tidak terlihat pada pemeriksaan baik secara makroskopis maupun mikroskpis, namun dapat terdeteksi melalui reaksi kimia.

Tes ini paling sering digunakan pada pasien skrining beberapa penyakit gastrointestinal, tumor jinak atau ganas.

4. Kultur Feses

Tes tambahan feses yang lainnya adalah kultur feses. Pemeriksaan ini betujuan untuk menilai pertumbuhan bakteri yang tidak normal, yang menyebabkan infeksi dari saluran pencernaan.

Prosedur Pemeriksaan Feses Lengkap

Sampel tinja bisa diambil secara privasi di dalam rumah atau diambil dengan bantuan tenaga medis pada pasien dengan kasus tertentu. Petugas laboratorium akan memberikan wadah khusus untuk menampung sampel feses dan pastikan wadah tersebut selalu dalam keadaan bersih.

Berikut ini adalah prosedur pemeriksaan feses lengkap pada tahap pengambilan sampel:

  1. Siapkan tempat penampung feses
  2. Siapkan alat untuk mengambil dan memasukkan feses ke tempat penampung
  3. Cuci tangan dengan bersih
  4. Ambil sampel feses secukupnya, Pastikan tinja tidak berceceran atau jatuh menyentuh dasar kloset untuk mencegah kontaminasi.
  5. Masukkan feses ke dalam tempat penampung
  6. Bersihkan area sekitar anus
  7. Cuci tangan hingga bersih
  8. Lengkapi identitas pada label tempat penampung feses

Faktor yang Memengaruhi Keakuratan Hasil

Pemeriksaan faeces lengkap memiliki serangkaian prosedur yang harus dipatuhi oleh pasien dan tenaga medis terkait. Pelaksanaan pemeriksaan feses lengkap yang sesuai dengan prosedur bisa meningkatkan akurasi hasil feses.

Ada beberapa hal penting untuk kita ketahui yang harus dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan sebelum pemeriksaan feses, untuk membantu meningkatkan keakurasian hasil pemeriksaan, yaitu:

  • Sebaiknya Anda memberitahu dokter mengenai obat-obatan tertentu yang sedang digunakan. Pasalnya, ada beberapa obat yang dapat mengubah hasil tes. Ada kemungkinan dokter menyarankan untuk menghentikan konsumsi beberapa obat atau suplemen 2-3 hari sebelum pemeriksaan.
  • Bagi pasien yang sebelumnya menjalani foto rongent dengan zat kontras perlu menginformasikan kepada dokter karena dapat mengubah hasil.
  • Sebaiknya hindari pemeriksaan feses jika Anda sedang mengalami siklus menstruasi atau wasir.
  • Jangan menggunakan sampel feses yang sudah terkena urine, jatuh atau menyentuh dasar toilet. Feses yang telah terkontaminasi bisa mempengaruhi hasil.
  • Iinformasikan kepada dokter sebelumnya jika Anda baru berpergian terutama berpergian ke luar negeri, selama beberapa minggu atau bulan. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan terkena penyakit Travelers’ diarrhea.

Nilai Normal Feses

Anda perlu mengetahui nilai normal feses untuk setiap pemeriksaan pada masing-masing parameter yang diteliti. Nilai normal feses pada setiap parameter bisa menjadi acuan bagi hasil pemeriksaan feses lengkap yang didapatkan.

Nilai normalfeses pada beberapa parameter bisa dilihat di bawah ini:

1. Nilai normal feses pada pemeriksaan makroskopis

  1. Jumlah :100-300 gram per hari dan 70% air dan 30% sisa makanan
  2. Warna :kuning kehijauan
  3. Bau :bau indol, asam butirat, dan scatol
  4. Konsistensi :berbentuk dan agak lunak
  5. Lendir :tidak ada
  6. Parasit makro :tidak ada
  7. Darah tampak :tidak ada

2. Nilai normal feses pada pemeriksaan mikroskopis

  1. Parasit mikro
    1. Telur dan jentik cacing : negatif (tidak ada)
    2. Protozoa :negatif (tidak ada)
  2. Seluler
    1. Sel epitel : sedikit
    2. Leukosit dan makrofag : sedikit
    3. Eritrosit :negatif (tidak ada)
  3. Sisa makanan : ada sebanyak 30% dari volume total

3.Nilai normal feses pada pemeriksaan darah samar

Nilai normal feses pada pemeriksaan darah samar adalah negatif. Ini artinya tidak ada darah samar di dalam feses.

Informasi ini telah ditinjau oleh dr. AntoniusHapindra

Sumber:

  1. LabTestsOnline: Fecal Immunochemical Test and Fecal Occult Blood Test. https://labtestsonline.org/tests/fecal-immunochemical-test-and-fecal-occult-blood-test
  2. Musrifatul H dan A Aziz Alimul H. 2008. Ketrampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan edisi 2. Jakarta: Salemba
  3. AcademiaEdu: Pemeriksaan Feses. Diunggah oleh Acep Ridwan. https://www.academia.edu/35103680/PEMERIKSAAN_FESES.docx
  4. Scribd: Laporan PEmeriksaan Feses 2. Diunggah oleh Ayuw Agustriani. https://www.scribd.com/doc/98414942/LAPORAN-PEMERIKSAAN-FESES-2

Sumber : DokterSehat.Com