Pengurus
Peduli Kesehatan Kandungan Sperma Demi Memiliki Keturunan

Kualitas air mani ditentukan oleh jumlah dan kualitas sperma untuk memulai proses pembuahan. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa jumlah dan kualitas sperma adalah penanda kesuburan pria.

Sel sperma memiliki usia hidup singkat dan tidak dapat membelah. Akan tetapi setelah bergabung dengan sel telur, keduanya dapat berkembang menjadi organisme baru bernama zigot.

Mengenali Sel Sperma

Secara umum, struktur sperma terdiri dari kepala, badan, dan ekor. Masing-masing bagian sperma memiliki fungsi dan kandungan yang berbeda, yakni:

KepalaTerdiri dari serat kromatin padat melingkar yang dikelilingi akrosom. Bagian ini mengandung enzim yang digunakan untuk menembus sel telur wanita. Saat pembuahan, DNA yang terkandung dalam kepala sperma akan bergabung dengan DNA dari sel telur wanita.
  • BadanPada bagian ini terdapat mitokondria, yang bertugas menghasilkan energi bagi ekor untuk bergerak.
  • EkorBagian yang berfungsi menggerakkan sperma untuk bertemu dengan sel telur.
  • Kerusakan DNA pada sel sperma dapat menyebabkan kerusakan atau gangguan pertumbuhan bakal janin. Sementara keutuhan struktur ekor, tubuh, dan kepala sperma, sangat menentukan kualitasnya. Jika sel sperma belum matang, atau tidak sempurna, maka sel telur tidak dapat dibuahi sehingga tidak terjadi kehamilan.

    Apa yang Harus Dilakukan agar Kandungan Sperma Normal?

    Sperma dianggap ideal jika lebih dari 50% sel sperma yang dihasilkan berbentuk normal. Kesuburan pria akan berkurang jika jumlahnya kurang dari itu. Selain itu, sperma dikatakan ideal bila lebih dari 50% sel sperma dapat bergerak sekitar satu jam setelah ejakulasi. Kecepatan gerak sperma penting untuk mencapai sel telur, sehingga dapat terjadi pembuahan.

    Sperma normal memiliki kadar pH sekitar 7,2 – 7,8. Kemudian, volume cairan air mani (tempat sperma bernaung) seharusnya lebih dari 2 milimeter. Cairan mani yang kurang dari volume tersebut, dapat memengaruhi jumlah sperma untuk membuahi sel telur. Tetapi kelebihan volume cairan mani juga tidak baik, karena menunjukkan bahwa sperma terlalu encer. Jika dilihat dari segi warna, cairan mani putih dan cenderung kelabu dianggap sebagai warna yang sehat.

    Ada cara-cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan organ intim dan kandungan sperma tetap normal, demi mendukung upaya mendapatkan keturunan:

    Hindari perilaku seksual berisiko, kenakan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari penyakit menular seksual.
  • Jaga kebersihan penis secara teratur.
  • Gunakan pakaian dalam yang longgar dan nyaman, agar suhu dan aliran darah testis tetap baik.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Atur pola makan yang sehat dan mengandung gizi seimbang.
  • Hentikan kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Konsumsi vitamin atau suplemen yang mengandung antioksidan sesuai anjuran dokter.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Bagi pria yang sedang berusaha mendapatkan keturunan, mulailah membiasakan diri dengan pola hidup sehat untuk menjaga dan memperbaiki kualitas sperma. Jika Anda memiliki masalah dengan kandungan sperma atau kesuburan, jangan segan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Sumber : AloDokter.Com