Pengurus
Padamkan Api Cemburu Sebelum Membakar Kebahagiaan Anda

Rasa cemburu bisa terjadi kepada siapa saja, entah pada teman atau pasangan. Munculnya rasa cemburu ini biasanya dipicu oleh beberapa hal, mulai dari rasa takut kehilangan, iri hati, kesedihan, hingga kemarahan.

Menurut seorang ahli psikologi, kecemburuan kemungkinan mencerminkan pandangan Anda terhadap diri sendiri. Hal ini juga bisa menunjukkan seberapa yakin seseorang terhadap jati diri mereka. Rasa cemburu mungkin juga muncul sebagai akumulasi dari ketidaknyamanan dan rasa khawatir yang ditimbulkan dari sebuah hubungan.

Ketidaknyamanan di dalam suatu hubungan bisa hadir akibat kata-kata atau tindakan pasangan terhadap Anda. Di sisi lain, rasa khawatir bisa terbentuk karena kehadiran orang lain dalam hubungan Anda dan pasangan. Hal lain yang bisa memicu cemburu adalah kurangnya waktu atau perhatian saat menjalin hubungan. Dengan kata lain, cemburu datang ketika ada kekhawatiran bahwa pasangan akan berpaling kepada orang lain.

Efek Buruk Cemburu dalam Kehidupan Anda

Rasa cemburu dalam hubungan antar pasangan sebenarnya adalah reaksi yang wajar dan normal sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap pasangan.

Cemburu dalam batas wajar bahkan dapat menjadi salah satu penguat hubungan. Akan tetapi, akan menjadi masalah jika rasa cemburu ini tidak dapat terbendung, mengusik kehidupan dan aktivitas sehari-hari, atau bahkan membuat seseorang menjadi tidak dapat berpikir rasional dan melakukan hal yang ekstrim karena cemburu.

Saat itu terjadi, Anda harus berhati-hati, sebab perasaan cemburu bisa menggiring seseorang untuk bertindak di luar batas kewajaran, misalnya melakukan pelecehan seksual dan kekerasan. Tindakan yang dilakukan atas dasar kecemburuan sering kali menghancurkan kebahagiaan yang sudah dibangun dengan susah payah.

Efek buruk rasa cemburu lainnya adalah kemungkinannya untuk berubah menjadi perasaan posesif, rasa tidak percaya, dan rendah diri. Padahal, kebanyakan sumber kecemburuan sebenarnya tidak semenakutkan yang dikhawatirkan. Namun karena tidak dikelola dengan baik, maka yang terjadi kemudian adalah menyiksa dan mencaci-maki diri sendiri, serta cenderung tidak puas dengan diri sendiri. Yang menakutkan adalah seseorang bisa saja menderita kecemasan berlebihan akibat hal-hal semacam ini.

Padamkan Api Cemburu dengan Cara-cara Berikut

Karena memiliki efek yang merugikan bagi kebahagiaan Anda, maka rasa cemburu harus bisa segera diatasi. Beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan untuk mengurangi rasa cemburu tersebut:

Pahami makna cemburu dan iri hati Untuk memadamkan rasa cemburu, mulailah dengan memahami bahwa perasaan tersebut alami dan normal. Akuilah bahwa Anda memang cemburu atau iri dan hal tersebut merupakan masalah yang Anda ciptakan sendiri karena emosi sesaat. Dengan demikian, upayakan agar hal tersebut tidak dilampiaskan kepada orang lain.
  • Pahami faktanya Kebanyakan perasaan cemburu muncul karena hanya berlandaskan kecurigaan. Maka dari itu, cobalah ketahui fakta yang ada dengan sebenar-benarnya agar perasaan cemburu tidak berlanjut membakar kebahagiaan Anda sendiri. Jika hal ini ditujukan kepada pasangan, cari tahu apakah memang benar ada orang ketiga atau hal itu hanya ketakutan Anda saja.
  • Hadapi dengan kepala dingin dan objektif Ketika api cemburu membakar emosi Anda, bukan berarti baik untuk bersikap dan membuat keputusan dengan gegabah. Hadapi persoalan dengan kepala dingin dan objektif, bicarakan mengenai penyebab rasa cemburu tersebut dan minta kejujuran pasangan.
  • Tidak mencurigai pasangan secara berlebihan Jika tidak ingin kehidupan hancur oleh rasa cemburu, maka sadarilah bahwa hal tersebut hanya berujung kepada kesengsaraan. Jangan pernah tergoda untuk memata-matai pasangan dan mencaci maki orang yang dianggap merusak hubungan Anda. Hindari juga terlarut ke dalam perasaan yang Anda anggap tidak adil ini. Jika hal-hal merugikan tersebut dilakukan, maka bersiaplah untuk hidup dalam keterpurukan.
  • Komunikasi menjadi kunci Untuk memadamkan api cemburu, komunikasi bisa menjadi kunci. Berbicaralah jujur dengan pasangan mengenai perasaan Anda dan apa yang memicu hal tersebut. Terjalinnya komunikasi yang baik juga akan membuka diskusi tentang keinginan dan bagaimana pasangan memperlakukan Anda.
  • Meski cemburu bersifat alami dan kerap mendera perasaan dengan kuat dan tidak terkendali, namun bukan berarti Anda harus menderita karenanya. Melalui upaya komunikasi secara terbuka dan senantiasa meningkatkan kualitas diri, maka hal tersebut bisa membuat kita bangkit sehingga tidak tenggelam oleh genangan kecemburuan atau iri hati.

    Jika sulit menemukan titik terang dan solusi, ada baiknya Anda dan pasangan mengikuti konseling untuk mendapatkan arahan dan petunjuk dari psikolog, agar perasaan cemburu yang mengganggu tersebut tidak sampai merusak hubungan Anda.

    Sumber : AloDokter.Com