loading...
Pengurus
nyeri-ulu-hati-saat-puasa-doktersehat

Berpuasa adalah aktivitas yang disebut-sebut menyehatkan bagi tubuh. Akan tetapi, puasa bukannya tanpa ‘tantangan’. Faktanya, berpuasa bagi sebagian orang (mungkin termasuk Anda salah satunya) menimbulkan sejumlah masalah pada tubuh. Satu yang paling umum dialami oleh para pelaku puasa adalah nyeri ulu hati. Apa penyebab ulu hati saat puasa? Bagaimana cara mengatasi nyeri ulu hati saat puasa?

Penyebab Nyeri Ulu Hati saat Puasa

Nyeri ulu hati (egastrium) kerap dikaitkan dengan masalah pada lambung. Lambung yang bermasalah bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur. Terlebih lagi saat berpuasa, di mana aktivitas makan dan minum dibatasi, kemungkinan lambung mengalami masalah menjadi lebih besar.

Apakah penyebab ulu hati saat puasa terkait masalah lambung saja? Simak informasinya berikut ini.

1. Refluks Asam Lambung (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung adalah penyakit lambung terjadi akibat naiknya asam lambung menuju kerongkongan (esofagus).

Terjadinya GERD ini dikarenakan lingkaran otot pada bagian bawah esofagus, yaitu lower esophageal sphinchter (LES) mengalami malafungsi. Padahal, LES ini bertugas untuk menghalau asam lambung untuk naik ke esofagus. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti makan yang tidak teratur, kehamilan, hingga stres.

Refluks asam lambung atau GERD ditandai oleh gejala khas berupa nyeri ulu hati dan sensasi terbakar pada bagian dada. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab nyeri ulu hati saat puasa yang paling umum.

2.Heartburn

Penyakit penyebab nyeri ulu hati saat puasa ini sekilas mirip seperti penyakit refluks asam lambung (GERD). Bedanya, nyeri pada ulu hati maupun dada terasa terbakar lebih dikarenakan adanya sekresi asam lambung yang terlalu tinggi. Asam lambung tersebut lantas juga bisa naik sampai ke kerongkongan (esofagus) layaknya pada GERD.

Heartburn dalam istilah medis disebut sebagai pyrosis atau cardialgia, dan menjadi jenis penyakit lambung yang umum diderita orang-orang.

3. Maag (Gastritis)

Gastritis atau yang umum kita kenal sebagai maag adalah penyakit yang juga terkait dengan lambung. Maag juga merupakan salah satu penyebab nyeri ulu hati saat puasa yang kerap dialami. Maag disebabkan oleh adanya peradangan (inflamasi) pada lapisan lambung yang bersentuhan langsung dengan asam lambung.

Selain nyeri pada ulu hati, penyakit maag (gastritis) yang Anda alami saat sedang berpuasa juga disertai oleh rasa mual dan berat badan menurun.

4. Tukak Lambung

Penyebab nyeri ulu hati saat puasa yang tak kalah umum adalah tukak lambung (ulkus peptikum). Penyakit tukak lambung disebabkan oleh kondisi lapisan lambung (ulkus) yang mengalami luka akibat paparan zat asam. Kemunculan zat asam ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori dan konsumsi obat-obatan (ibuprofen, ketoprofen, potassium, aspirin).

Akibatnya, timbullah luka pada ulkus yang menyebabkan rasa nyeri, bahkan ulkus berdarah. Kondisi nyeri tersebut juga bisa menjalar sampai dada dan area perut.

5. Peradangan Pankreas

Radang pankreas (Pankreatitis) juga masuk ke dalam daftar penyebab ulu hati saat puasa yang perlu Anda waspadai.

Peradangan pada pankreas atau pankreatitis terbagi menjadi 2 (dua) tingkatan, yakni pankreatitis akut dan pankreatitis kronis. Pada pankreatitis akut, gejala yang muncul berupa rasa nyeri pada ulu hati yang bisa menjalar sampai ke area belakang tubuh. Sedangakan untuk pankreatitis kronis, gejalanya adalah rasa nyeri di epigastrium.

6. Hepatitis

Adanya penyakit radang hati (liver) atau yang umum dikenal sebagai hepatitis juga menjadi penyebab timbulnya rasa nyeri pada ulu hati. Kondisi ini kemungkinan bisa bertambah parah manakala penderitanya tengah menjalani ibadah puasa.

Hepatitis umumnya diakibatkan oleh infeksi virus. Selain nyeri ulu hati, hepatitis ditandai oleh sejumlah gejala khas lainnya, seperti demam, badan terasa lemas, sclera mata dan kulit berubah warnanya menjadi kuning.

7. Penyakit Kantong Empedu

Kantong empedu adalah kantong berukuran kecil yang letaknya ada di bawah hati (liver). Fungsi kantong empedu adalah tempat penyimpanan cairan empedu, yakni cairan yang bertugas untuk membantu tubh mencerna lemak.

Akan tetapi, ada kalanya terjadi masalah pada kantong empedu. Jika sudah begitu, maka sejumlah gejala akan muncul, seperti nyeri ulu hati salah satunya. Selain itu, penderita juga akan mengalami mual, muntah, demam, dan perubahan warna pada tinja.

Cara Mengatasi Nyeri Ulu Hati saat Puasa

Anda tentu tidak ingin mengalami yang namanya nyeri ulu hati saat puasa, bukan? Ini karena, kondisi tersebut dapat mengganggu kelancaran ibadah puasa yang tengah dijalani. Namun bagaimana jika sudah terlanjur merasakan nyeri pada ulu hati? Berikut ini ada sejumlah cara mengatasi nyeri ulu hati saat puasa yang bisa lakukan.

1. Hindari Makanan Pedas, Asam, dan Berlemak

Mengkonsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak—baik saat sahur maupun berbuka puasa—dinilai dapat memicu peningkatan produksi asam lambung, yang mana hal ini berujung pada kondisi penyakit lambung seperti maag yang ditandai oleh nyeri pada ulu hati.

Sah-sah saja sebenarnya jika Anda tetap ingin mengkonsumsi makanan-makanan tersebut. Namun jangan terlalu berlebihan dan imbangi dengan makanan lainnya yang cenderung lebih ‘aman’, seperti sayur dan buah-buahan.

2. Makan Makanan Kaya Karbohidrat

Utamanya saat sahur, konsumsilah makanan yang kaya akan karbohidrat. Karbohidrat adalah zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk dapa menghasilkan energi selama berpuasa. Dengan begitu, Anda jadi mudah lapar dan lambung pun tidak terganggu.

3. Jangan Tunda Makan

Baik saat sahur maupun saat berbuka puasa, jangan pernah menunda untuk makan dan minum begitu waktunya tiba. Selain itu, usahakan tidak langsung makan dalam jumlah banyak. Pasalnya, lambung yang seharian beristirahat akan ‘kaget’ sehingga kerjanya tidak bisa dipaksakan.

Apabila langsung makan dalam jumlah banyak, lambung yang terpaksa harus bekerja keras lama kelamaan bisa rusak. Hal ini akan semakin memperparah nyeri ulu hati yang Anda alami.

4. Banyak Minum Air Putih

Selain itu, cara mengatasi nyeri ulu hati saat puasa adalah dengan minum air putih dalam jumlah ideal saat sahur dan juga berbuka puasa.

Air putih yang Anda minum berfungsi untuk menetralkan cairan asam lambung sehingga tidak berpotensi menyebabkan gangguan lambung.

5. Hindari Rokok dan Alkohol

Nyeri ulu hati saat puasa yang Anda alami sedikit banyak juga disebabkan oleh aktivitas merokok dan minum alkohol. Jika begitu, maka sudah jelas, cara mengatasi nyeri ulu hati adalah dengan berhenti merokok dan minum alkohol.

Jika Anda mengalami nyeri ulu hati akibat penyakit lambung, namun masih tetap merokok dan minum alkohol, maka hal ini akan semakin memperlambat proses penyembuhan.

6. Jaga Berat Badan

Menjaga agar berat badan tetap ideal juga menjadi cara mengatasi nyeri ulu hati saat puasa. Pasalnya, berat badan berlebih berefek pada perut yang tertekan. Hal ini secara tidak langsung memberikan semacam dorongan pada asam lambung untuk bergerak naik menuju esofagus.

7. Minum Obat Pereda Nyeri Ulu Hati

Obat pereda nyeri ulu hati adalah cara mengatasi nyeri ulu hati saat puasa pamungkas yang bisa Anda lakukan. Ada beberapa contoh obat pereda nyeri ulu hati, seperti:

  • Antasid, berfungsi untuk menetralisir asam lambung
  • Antagonis reseptor H-2 (H2RAs), berfungsi untuk menurunkan kadar asam lambung
  • Inhibitor pompa proton, berfungsi sama seperti H2RAs yakni untuk menurunkan kadar asam lambung yang berlebih

Sumber : DokterSehat.Com