Pengurus
angkutan-umum-doktersehat

Kampanye untuk naik angkutan umum semakin gencar digalakkan di Indonesia untuk mengurai kemacetan. Sayangnya, mengingat di dalam angkutan umum kita akan berada bersama dengan banyak orang yang bisa saja sedang sakit. Lalu, adakah manfaat naik angkutan umum untuk kesehatan? Apakah malah membuat rentan tertular penyakit?

Manfaat naik angkutan umum untuk kesehatan

Sebuah penelitian yang dilakukan di American Heart Association Scientific Sessions pada 2015 menunjukkan fakta bahwa mereka yang menggunakan bus dan kereta komuter cenderung memiliki tingkat kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka yang jarang memakainya.

Melalui penelitian yang melibatkan 6 ribu orang dewasa yang tinggal di Osaka, Jepang ini, kondisi kesehatan pengguna angkutan umum dibandingkan dengan pejalan kaki atau pengguna sepeda dan mereka yang memakai kendaraan pribadi. Para peneliti mengecek beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan lain-lain.

Hasilnya adalah mereka yang rajin menggunakan bus dan kereta komuter memiliki risiko diabetes, hipertensi, dan obesitas yang lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang memakai kendaraan pribadi. Hal ini disebabkan oleh pengguna kereta komuter yang harus berjalan atau bersepeda cukup jauh demi mencapai stasiun atau halte.

“Setiap harinya pengguna angkutan umum menghabiskan lebih dari 20 menit untuk pulang pergi dari stasiun atau bus kota. Hal ini memberikan dampak yang sama seperti olahraga,” ucap Hisako Tsuji, MD yang terlibat dalam penelitian ini.

Ada risiko penularan penyakit?

Meskipun bisa ‘memaksa’ kita untuk berolahraga setiap hari karena berdiri atau berjalan dalam waktu yang cukup lama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono menyebut penggunaan transportasi umum memang bisa membuat kita lebih rentan terkena penyakit, khususnya yang terkait dengan saluran pernapasan seperti tuberkulosis.

“Jika ada yang bersin atau batuk-batuk, maka percikan dari ludah ini bisa mencapai tubuh kita dan akhirnya menularkan penyakit. Penularan penyakit seperti TBC sangat rentan terjadi di angkutan umum dan stasiun, apalagi jika kondisinya sangat penuh sehingga membuat kita berdesak-desakan,” ucap Anung.

Anung pun menyarankan semua pengguna angkutan umum untuk memakai masker demi mencegah penularan penyakit ini. Bahkan, jika perlu, gunakanlah masker berjenis respirator N95 yang secara efektif melindungi tubuh dari penularan penyakit berbahaya seperti TBC.

Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut jumlah penderita TBC di Indonesia mencapai 1,6 juta orang pada 2016 silam. Bahkan, penyakit ini disebut-sebut memicu kematian 100 ribu orang setiap tahun.

TBC juga termasuk dalam sepuluh besar penyakit paling mematikan di dunia. Data pada tahun 2016 menyebut 10,4 juta orang menderita penyakit ini dan 1,7 juta orang diantaranya harus meregang nyawa.

Selain Indonesia, negara-negara lain dengan jumlah populasi yang besar layaknya India, Tiongkok, Pakistan, Nigeria, Filipina, serta Afrika Selatan menjadi negara dengan pengidap TBC terbesar di seluruh dunia.

Tips mencegah penularan penyakit saat naik angkutan umum

Selain dengan memakai masker, kita juga harus rajin mencuci tangan sebelum makan atau setelah menggunakan angkutan umum dan toilet. Selain itu, pastikan untuk menerapkan pola makan sehat, tidur cukup, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok demi memastikan daya tahan tubuh tetap prima sehingga tidak akan mudah tertular penyakit.

Sumber : DokterSehat.Com