loading...
Pengurus
Mengenal Gejala Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan jenis kanker yang sering kali muncul tanpa gejala yang jelas. Tidak adanya gejala yang jelas di stadium awal serta cepatnya penyebaran sel kanker ke organ lain membuat kanker pankreas sangat berbahaya.

Pankreas adalah organ yang terletak di belakang lambung. Organ ini berfungsi menghasilkan hormon insulin yang mengatur gula darah (fungsi endokrin) dan menghasilkan enzim pencernaan untuk memecah makanan di usus (fungsi eksokrin). Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel pankreas tumbuh secara tidak terkontrol akibat perubahan sifat genetik.

Penderita kanker pankreas memiliki angka harapan hidup yang paling rendah dibandingkan penderita jenis kanker lainnya, yakni kurang dari 4%. Hal ini dikarenakan gejala kanker pankreas tidak spesifik, sehingga biasanya baru terdeteksi ketika sudah menyebar.

Mengenal dan mewaspadai gejala kanker pankreas dapat membantu mendeteksi penyakit ini lebih dini, sehingga penanganan dapat diberikan seawal mungkin.

Gejala Kanker Eksokrin Pankreas

Berikut adalah beberapa gejala kanker pankreas yang menyerang bagian eksokrin pankreas:

1. Sakit kuning (jaundice)

Jaundice atau sakit kuning adalah kondisi kulit atau mata berwarna kekuningan akibat peningkatan bilirubin. Bilirubin adalah zat berwarna kuning kecokelatan yang dihasilkan oleh hati dan dialirkan ke usus sebagai getah empedu. Fungsinya adalah untuk mencerna lemak.

Kanker pankreas, terutama bila letaknya di bagian kepala pankreas yang dekat dengan kandung empedu, dapat menekan saluran empedu dan membuat aliran bilirubin ke usus terhambat.

Akibatnya, bilirubin menumpuk dan membuat warna kulit atau mata berubah menjadi kekuningan. Jaundice merupakan gejala kanker pankreas yang paling utama.

2. Nyeri perut

Sekitar 70-80% penderita kanker pankreas mengalami nyeri perut di area dekat lambung atau ulu hati. Nyeri bisa dirasakan menembus ke punggung atau ke pinggang, dan biasanya membaik dengan membungkukan badan ke depan. Rasa nyeri ini disebabkan oleh kanker yang tumbuh semakin besar dan menekan organ serta saraf di sekitarnya.

3. Tinja berwarna pucat dan berminyak

Aliran bilirubin ke usus yang terhambat membuat tinja tidak mendapat zat warna yang cukup, sehingga menjadi lebih pucat. Kurangnya getah empedu untuk mencerna lemak di usus juga membuat tinja lebih berminyak.

4. Urine berwarna lebih gelap

Bilirubin yang meningkat di dalam aliran darah dapat masuk ke dalam urine dan membuatnya berwarna lebih gelap.

5. Kulit gatal

Peningkatan kadar bilirubin akan membuat kulit berwana kekuningan, dan bila kadarnya sudah sangat tinggi, kulit akan terasa gatal.

6. Mual, muntah, berat badan menurun, dan lemas

Gejala-gejala ini saling berhubungan. Kanker pankreas dapat menekan lambung atau usus dua belas jari, sehingga menghambat aliran makanan dan menimbulkan mual atau muntah.

Selain itu, kanker pankreas dapat mengganggu produksi enzim pencernaan, sehingga pencernaan makanan terganggu dan nafsu makan menurun. Lama-kelamaan, kondisi ini akan menyebabkan penurunan berat badan dan membuat tubuh terasa lemas.

Gejala Kanker Endokrin Pankreas

Pembesaran kanker yang terjadi pada jaringan penghasil hormon (kelenjar endokrin) di pankreas dapat menekan organ di sekitarnya. Kanker pankreas tipe ini memiliki gejala yang sama dengan kanker eksokrin pankreas.

Namun di samping itu, sel-sel endokrin dapat melepaskan hormon ke dalam aliran darah, sehingga menimbulkan gejala yang bervariasi tergantung jenis kankernya, yaitu:

Gastrinoma

Kanker pada sel penghasil hormon gastrin ini akan merangsang lambung untuk memproduksi lebih banyak asam lambung. Akibatnya, penderita bisa mengalami nyeri perut, mual, muntah, tukak lambung, dan perdarahan lambung, sehingga tinja berwarna hitam.

Glukagonoma

Kanker jenis ini memproduksi hormon glukagon secara berlebihan, sehingga meningkatkan gula darah. Akibatnya, muncul gejala-gejala diabetes, seperti rasa haus, lapar terus-menerus, dan sering merasa ingin buang air kecil. Selain itu, bisa juga muncul ruam di kulit.

Insulinoma

Kanker ini menghasilkan hormon insulin. Akibatnya, kadar gula darah penderita dapat turun drastis dan membuatnya merasa pusing, lemas, berkeringat dingin, jantung berdebar cepat, atau bahkan pingsan.

Mengalami salah satu atau lebih dari gejala-gejala di atas bukan berarti seseorang pasti menderita kanker pankreas. Gejala kanker pankreas tersebut bersifat tidak spesifik, yang artinya dapat juga muncul pada penyakit lain, misalnya luka di lambung atau radang pankreas.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala yang dapat mengarah ke kanker pankreas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Melalui konsultasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, seperti CT scan, MRI, USG, endoskopi, tes darah, dan biopsi, dokter dapat menegakkan diagnosis dan memastikan apakah gejala-gejala tersebut adalah gejala kanker pankreas atau bukan.

Ditulis oleh:

dr. Irene Cindy Sunur

Sumber : AloDokter.Com