Pengurus
Melatih Otak Lebih Penting dari Teori Dominasi Fungsi Otak

Ada anggapan bahwa fungsi otak kanan atau kiri yang dominan sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Misalnya, orang yang otak kanannya lebih dominan dianggap lebih subjektif, kreatif, pemikir, dan bertindak sesuai intuisi. Sementara orang yang otak kirinya lebih dominan, dianggap lebih logis, teliti, objektif, dan analitis.

Anggapan tersebut ternyata tidak terbukti. Setiap orang memang memiliki bagian otak yang lebih aktif di salah satu sisi, namun dalam melakukan fungsinya, otak kanan dan kiri saling bekerja sama dan berkoordinasi. Bukan berarti jika seseorang memiliki aktivitas otak yang lebih dominan di satu sisi, maka bagian otak di sisi lainnya menjadi kurang berfungsi.

Ini Teknik Melatih Otak yang Bisa Anda Lakukan

Daripada sibuk memikirkan fungsi otak kanan atau kiri yang lebih dominan pada diri Anda, lebih baik fokus untuk melatih otak agar tidak menjadi pelupa seiring bertambahnya usia. Berikut cara-caranya:

1. Membaca

Perbanyaklah membaca, sebab kegiatan ini merupakan latihan dasar yang baik bagi otak. Anda dapat membaca apa pun, mulai dari surat kabar, buku novel, atau majalah. Makin tinggi kualitas isi tulisan yang Anda baca, makin baik pula efeknya bagi otak.

2. Menulis

Menulis juga merupakan wadah untuk melatih kemampuan otak. Karena pada saat menulis, Anda akan lebih banyak berpikir. Jika masih bingung, mulailah menulis kegiatan sehari-hari atau sesuatu yang berkaitan dengan hobi. Buatlah tulisan yang sederhana sebagai langkah awal, atau cobalah menulis di blog.

3. Melakukan olahraga secara rutin

Melatih otak tidak hanya melalui latihan pikiran dan menambah wawasan, namun juga dengan olahraga teratur. Berbagai studi membuktikan bahwa mereka yang rutin berolahraga memiliki daya ingat dan kemampuan konsentrasi yang lebih baik, dibandingkan mereka yang jarang bergerak. Hal ini diduga karena olahraga dapat membantu memperlancar aliran darah di otak, dan merangsang perbaikan sel-sel saraf otak.

4. Menambah kosa kata dan mempelajari bahasa baru

Tambahlah kosa kata baru tiap hari. Pelajari kata-kata baru, baik dari buku maupun kamus, sebagai sarana latihan bagi otak, terutama pada sisi yang mengontrol kemampuan berbahasa. Bentuk latihan semacam ini juga tepat untuk menjaga kesehatan otak Anda.

5. Melakukan senam otak

Salah satu cara yang menyenangkan namun tidak kalah penting dalam melatih fungsi otak adalah senam otak. Senam otak bisa dilakukan dengan cara memainkan berbagai permainan yang mendorong Anda untuk berpikir, seperti tebak kata dan teka-teki silang, atau permainan yang melibatkan kemampuan mengingat.

6. Menonton acara TV yang bermanfaat

Apabila Anda menonton TV, pilihlah program yang mendidik. Contohnya, film dokumenter atau film yang mengajak Anda turut menganalisa masalah di dalam ceritanya.

7. Mencoba hobi baru

Bosan karena rutinitas sehari-hari monoton dan itu-itu saja? Mungkin Anda bisa mencoba hobi baru, seperti memasak, berkebun, melukis, memainkan alat musik, atau traveling untuk menjelajahi tempat dan suasana baru. Mempelajari hal dan minat baru dapat membuat otak terasah dan terlatih untuk belajar.

Selain beberapa cara di atas, hal lain yang juga tak kalah penting untuk dilakukan guna menjaga fungsi otak adalah menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, menjalani gaya hidup sehat, dan mengatasi stres.

Mulai saat ini, Anda tidak perlu lagi memikirkan fungsi otak mana yang lebih dominan, apakah yang kanan atau kiri. Ada hal yang lebih penting dari itu, yakni melatih otak agar tetap dapat berfungsi dengan baik. Ini merupakan investasi jangka panjang yang tak ternilai.

Sumber : AloDokter.Com