Pengurus
mchc-rendah-doktersehat

Salah satu cara untuk memastikan kondisi sel darah baik atau tidak adalah dengan mengetahui nilai MCV, MCH dan MCHC. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan tes darah rutin atau complete blood count (CBC).

Namun dalam artikel ini akan lebih dibahas tentang berapakah nilai normal MCHC? Apa arti nilai MCHC yang tinggi atau rendah? Maka dari itu yuk, simak penjelasan lebih lengkap mengenai MCHC!

Apa itu MCHC?

MCHC adalah singkatan dari Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration yang artinya adalah perhitungan mengukur konsentrasi rata-rata hemoglobin per unit volume eritrosit.

Jadi dengan kata lain suatu nilai MCHC dikatakan tinggi apabila nilai rata-rata Hb tinggi atau nilai rata-rata volume eritrosit kecil. Dan sebaliknya nilai MCHC dikatakan rendah apabila nilai rata-rata Hb rendah atau nilai rata-rata volume eritrosit tinggi.

Istilah lain untuk MCHC adalah KHER (Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata) atau KHKR (Konsentrasi Hemoglobin Korpuskuler Rata-Rata). Dalam hal ini, istilah eritrosit juga bisa diganti dengan korpuskular.

Nilai normal MCHC

Hasil nilai MCHC yang didapatkan dinyatakan dengan persentase atau satuan gram per desiliter (gr/dL). Pada umumnya Nilai normal MCHC adalah 34 ± 2 gr/dl. Namun, nilai normal MCHC juga memiliki perbedaan tergantung pada usia.

Berikut ini adalah nilai normal MCHC berdasarkan usia:

  1. Bayi baru lahir : 31 -35 %
  2. Anak usia 1,5-3 tahun : 26 -34 %
  3. Anak usia 5-10 tahun : 32 -36 %
  4. Dewasa : 32-36 %

Namun hasil MCHC yang dalam batas normal belum dapat mencerminkan suatu kondisi sel eritrosit yang sehat, karena hal ini dipengaruhi juga oleh nilai MCV dan MCH nya. Sebagai contoh pada penyakit Anemia defisiensi B12, nilai MCHC dapat normal karena perbandingan nilai MCH dan MCV pada pada penyakit ini sama-sama tinggi.

Cara menghitung MCHC

Nilai MCHC bisa didapatkan dengan menggunakan dua cara. Ada rumus menghitung MCHC yang membutuhkan nilai hemoglobin dan hematokrit. Ada pula cara menghitung MCHC dengan menggunakan nilai MCH dan MCV.

Berikut ini adalah rumus menghitung MCHC:

MCHC = (Hemoglobin : Hematokrit) x 100%

atau

MCHC = (MCH : MCV ) x 100 %

Kondisi tidak normal pada nilai MCHC

Nilai MCHC yang lebih tinggi atau rendah dari nilai normal, memiliki arti tersendiri untuk praktisi dalam membantu menegakan suatu kondisi atau diagnosis tertentu pada pasien.

1. MCHC Tinggi artinya?

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa suatu nilai MCHC dikatakan tinggi apabila nilai rata-rata Hb tinggi, atau nilai rata-rata volume eritrosit kecil.

  • Sferositosis

Sferositosis adalah salah satu jenis anemia hemolitik yang juga diindikasikan dengan nilai MCHC yang tinggi. Akan tetapi, sferositosis ini bukanlah anemia pernisiosa.

2. MCHC Rendah artinya?

MCHC juga bisa mengalami penurunan nilai rata-rata Hb rendah atau nilai rata-rata volume eritrosit tinggi. Ada suatu kondisi medis yang diindikasikan dengan MCHC rendah, yaitu:

  • Anemia defisiensi besi

Nilai MCHC yang lebih besar dari nilai MCHC normal bisa mengindikasikan masalah anemia. Jenis anemia yang diindikasikan dengan MCHC tinggi adalah anemia defisiensi besi. Kekurangan zat besi membuat konsentrasi hemoglobin meningkat di dalam sel darah merah.

Cara mengembalikan nilai MCHC tetap normal

Tubuh yang sehat memerlukan nilai MCHC yang normal. Namun, ketika nilai MCHC tidak normal yaitu rendah atau tinggi, maka Anda memerlukan beberapa tindakan medis atas saran dokter.

Anda telah mengetahui bahwa nilai MCHC rendah atau nilai MCHC tinggi dikarenakan adanya masalah medis tertentu. Jadi, pengobatan agar nilai MCHC kembali normal harus sesuai dengan masalahnya.

Sebagai contoh, jika terjadi peningkatan MCHC akibat kekurangan defisiensi besi, maka Anda memerlukan peningkatan zat besi. Asupan zat besi bisa dipenuhi dengan menerapkan pola diet yang sehat atau suplemen zat besi.

Jenis pemeriksaan sel darah merah selain dengan MCHC

Pemeriksaan untuk mengetahui sel darah merah dalam kondisi baik atau tidak, tidak hanya melihat nilai MCHC saja. Akan tetapi ada juga pemeriksaan MCV dan MCH yang berguna untuk mengetahui keadaan eritrosit.

Mungkin masih ada yang bingung dengan perbedaan MCHC, MCV, dan MCH. Ketiganya masih masuk ke dalam pemeriksaan darah rutin dan sama-sama memeriksa kondisi sel darah merah.

Namun, MCHC, MCV, dan MCH memiliki perbedaan. MCV (Mean Corpuscular Volume) adalah perhitungan mengukur jumlah volume dari rata-rata sel darah merah. MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) adalah perhitungan mengukur jumlah rata-rata hemoglobin di dalam setiap satu sel darah merah.

Sebenarnya, selain MCHC, MCV, dan MCH, masih ada satu jenis pemeriksaan untuk mengukur sel darah merah. Pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sel darah merah juga dilakukan dengan mengetahui nilai RDW (Red cell distribution width)

Red cell distribution width adalah perhitungan untuk mengetahui variasi yang ada di dalam ukuran sel darah merah. Jadi, ada 4 perhitungan untuk mengetahui kondisi sel darah merah normal atau tidak.

Informasi ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra

Sumber:

  1. LabTestsOnline: Complete Blood Count (CBC). https://labtestsonline.org/tests/complete-blood-count-cbc
  2. Kemenkes. 2011. PEDOMAN INTERPRETASI DATA KLINIK. https://www.researchgate.net/publication/303523819_Pedoman_Interpretasi_Data_Klinik
  3. Undip: Tinjauan Pustaka (Anemia). http://eprints.undip.ac.id/43853/3/Elsa_G2A009017_BAB_2.pdf
  4. Muhammad Rizqhan. 2014. Hubungan Indeks Eritrosit Dan Kadar Hemoglobin Terhadap Lokasi Tumor Pada Pasien Kanker Kolorektal. Semarang: Universitas Diponegoro. https://media.neliti.com/media/publications/105603-ID-hubungan-indeks-eritrosit-dan-kadar-hemo.pdf
  5. Unimus: Tinjauan Pustaka (Eritrosit). http://repository.unimus.ac.id/466/3/FILE%20BAB%20II.pdf

Sumber : DokterSehat.Com