Pengurus
Manfaat dan Efek Samping Obat Skizofrenia

Obat-obatan yang umum digunakan untuk penyakit skizofrenia adalah obat golongan antipsikotik. Obat ini digunakan untuk memperbaiki gejala yang dialami penderita. Obat antipsikotik biasanya harus digunakan dalam jangka panjang, sehingga pasien skizofrenia dan keluarganya perlu benar-benar memahami efek samping yang mungkin timbul.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang memengaruhi perasaan, pikiran, dan perilaku seseorang. Gejala yang muncul dapat berupa:

Gejala negatif, seperti kehilangan motivasi hidup, sulit konsentrasi, tidak dapat menunjukkan ekspresi dan perasaan, tidak ada keinginan merawat diri.
  • Gejala positif, seperti berhalusinasi dan memiliki kepercayaan kuat tentang hal yang sebenarnya tidak ada atau keliru (delusi).
  • Mengalami gangguan pola pikir, misalnya pola pikir yang aneh dan sulit dimengerti oleh orang lain.
  • Sulit mengingat (gangguan memori).
  • Sulit menjalin hubungan sosial dengan orang lain.
  • Mood atau suasana perasaan yang mudah berubah.
  • Manfaat Obat Antipsikotik

    Obat-obatan skizofrenia atau antipsikotik bekerja dengan cara mengubah aktivitas zat-zat kimia tertentu di dalam otak. Obat ini ada yang diberikan dalam bentuk obat minum, seperti tablet, kapsul, atau sirop, dan ada juga yang dalam bentuk suntikan.

    Obat antipsikotik dapat membantu mengurangi gejala skizofrenia. Efek yang terlihat pada penderita skizofrenia setelah mengonsumsi obat ini antara lain adalah:

    Berkurangnya halusinasi.
  • Delusi mulai melemah dan menghilang setelah beberapa minggu.
  • Berkurangnya rasa cemas, bersalah, tegang, dan sulit konsentrasi.
  • Kemampuan interaksi dengan orang lain menjadi lebih baik.
  • Setelah 6 minggu mengonsumsi obat skizofrenia atau obat antipsikotik secara teratur, kebanyakan penderita akan merasa kondisinya secara umum jauh lebih baik daripada sebelumnya.

    Perlu dipahami bahwa obat-obatan antipsikotik memang dapat membantu mencegah kekambuhan dan meringankan gejala skizofrenia, seperti halusinasi dan delusi, namun tidak dapat menyembuhkan skizofrenia sepenuhnya.

    Sebagian besar penderita perlu mengonsumsi obat dalam jangka panjang, bahkan di saat sedang tidak ada gejala, agar tidak kambuh.

    Mengonsumsi obat antipsikotik dalam dosis yang dianjurkan dokter secara teratur diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatan mental dan fisik penderita skizofrenia tetap stabil. Dengan begitu, berbagai terapi dan upaya lain yang dilakukan, seperti psikoterapi dan dukungan dari keluarga, dapat memberikan hasil yang optimal.

    Efek Samping Obat Antipsikotik

    Saat ini terdapat dua kategori obat antipsikotik, yaitu obat antipsikotik generasi pertama (haloperidol dan chlorpromazine) dan generasi kedua (risperidone, olanzapine, dan quetiapine). Dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater) akan menentukan jenis dan dosis obat yang digunakan berdasarkan diagnosis dan kondisi pasien.

    Setiap obat memiliki efek samping yang berbeda, namun secara umum, efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh obat-obatan atipsikotik adalah:

    Sindrom ekstrapiramidal

    Sindrom ini terdiri dari sekumpulan gejala yang terdiri dari:

    Dystonia atau otot bergerak tidak terkendali, terutama otot di area leher. Kondisi ini bisa menyebabkan kepala mendangak atau menengok ke belakang secara berulang, mata mendelik, lidah menjulur, dan postur tubuh tidak wajar.
  • Akathisia, di mana pasien merasa gelisah dan terus menggerakkan tubuh.
  • Diskinesia tardif, yang ditandai dengan mulut berulang kali melakukan gerakan mengunyah atau menghisap.
  • Gejala mirip penyakit Parkinson, seperti gemetar (tremor) dan gerakan tubuh
  • Gejala sindrom ekstrapiramidal ini lebih sering terjadi pada pasien skizofrenia yang menggunakan obat-obatan antipsikotik generasi pertama.

    Efek samping lain

    Selain sindrom ekstrapiramidal, ada juga beberapa efek samping lain dari obat skizofrenia, seperti:

    Peningkatan berat badan, serta naiknya kadar gula darah dan kolesterol. Efek ini terutama disebabkan oleh antipsikotik generasi kedua.
  • Pusing.
  • Lemas.
  • Penglihatan kabur.
  • Mulut kering.
  • Jantung berdebar.
  • Ruam kulit.
  • Gangguan libido.
  • Efek samping yang tidak nyaman memang menjadi salah satu alasan banyak pasien atau keluarganya menghentikan pengobatan skizofrenia ketika gejala mulai membaik. Namun perlu diingat, obat-obatan ini tidak disarankan untuk dihentikan secara mendadak tanpa sepengetahuan dokter, karena dapat memicu kekambuhan gejala skizofrenia.

    Jika dosis obat perlu dikurangi untuk mencegah risiko efek samping obat, biasanya dokter akan menguranginya secara bertahap. Selain itu, efek samping obat antipsikotik dapat diminimalkan dengan pemberian obat-obatan golongan antikolinergik, yang biasanya digunakan untuk pengobatan penyakit Parkinson.

    Penting bagi pasien skizofrenia untuk melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin dan menceritakan perkembangan gejalanya, agar dosis obat disesuaikan dengan kondisi terakhir pasien. Jika pasien skizofrenia sulit diajak berkomunikasi, keluarga diharapkan untuk mendampingi saat pemeriksaan.

    Ditulis oleh:

    dr. Irene Cindy Sunur

    Sumber : AloDokter.Com