loading...
Pengurus
kerok-atau-waxing-jenggot-pada-pria-doktersehatphoto credit: Pexels

-Pria yang selalu menjaga penampilannya rutin memangkas jambang atau rambut yang ada di wajahnya. Dengan melakukan pencukuran, wajah akan terlihat lebih segar dan tidak kusam. Alasan lain dari pemangkasan rambut di wajah adalah masalah estetika karena beberapa pria merasa dirinya lebih tampan tanpa rambut di wajah.

Nah, untuk menghilangkan rambut di wajah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, pertama dengan shaving atau mencukur biasa biasanya pria menggunakan pisau khusus. Selanjutnya melakukan waxing atau mengangkat rambut hingga akarnya yang ada di folikel.

Nah, dari dua metode itu mana kira-kira yang cocok untuk pria?

Kecocokan pria dengan shaving dan waxing

Waxing dan shaving memang tidak cocok untuk semua orang. Kalau Anda ingin memilih mana yang terbaik dari keduanya, perhatikan lima kriteria di bawah ini.

  1. Cepat atau lambatnya rambut tumbuh kembali

Setiap orang memiliki waktu sendiri-sendiri dalam hal kecepatan dari rambut di wajah untuk tumbuh. Kalau Anda melakukan cukur biasa, kemungkinan besar akan ada rambut yang tumbuh cukup panjang hanya dalam tempo 2-4 hari saja. Beberapa pria yang kadar testosteronnya tinggi bisa tumbuh sehari saja.

Sebaliknya kalau menggunakan waxing, tumbuhnya rambut akan lama. Selain itu kalau ingin melakukan pemotongan lagi juga butuh rambut dengan ukuran sekitar 1-1,5 cm panjang. Untuk ukuran kerutinan dalam mencukur, shaving harus dilakukan minimal sehari 2 kali. Kalau waxing mungkin sebulan 2-3 kali saja.

Kalau Anda tipe orang yang malas melakukan aktivitas bercukur lebih sering, pilih waxing. Namun, kalau lebih memilih aktivitas yang bisa dilakukan santai kapan saja, shaving bisa menjadi solusi.

  1. Biaya yang dikeluarkan

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau secara biaya, melakukan waxing cukup mahal. Mau melakukan di salon atau melakukannya sendiri tetap membutuhkan banyak alat dan bahan yang dijadikan perekat nantinya. Selain itu sebelum dan sesudah waxing juga membutuhkan perawatan yang cukup banyak agar tidak terjadi inflamasi dan iritasi.

Sebaliknya kalau menggunakan pisau cukur biasa, biaya yang dikeluarkan tidak akan terlalu banyak. Mungkin sekitar beberapa puluh ribu seminggu. Kalau menggunakan pisau dengan bagian ujung bisa diganti bisa lebih hemat. Sesuaikan kemampuan Anda dalam mendapatkan perawatan wajah karena aktivitas ini akan sering dilakukan.

  1. Rasa sakit yang ditimbulkan

Melakukan perawatan wajah dengan cara waxing atau shaving tetap memiliki kemungkinan menimbulkan rasa sakit. Namun, rasa sakit yang ditimbulkan berbeda-beda. Ada yang cukup intens dan ada yang cukup ringan sehingga pria bisa mengabaikannya.

Rasa sakit yang ditimbulkan dari aktivitas cukuran biasa atau shaving tidak akan besar. Bahkan kalau menggunakan pisau yang cukup tajam dan diberi krim cukur akan menjadi licin dan mudah. Mungkin kalau tidak menggunakan krim atau pelicin lain akan terasa panas dan dalam beberapa jam akan sembuh dengan sendirinya.

Berbeda dengan shaving, waxing akan terasa cukup menyakitkan. Mengapa menyakitkan? Karena rambut di wajah akan dicabut hingga ke akarnya. Nah, mencabut satu rambut saja rasanya sakit, bagaimana dengan mencabut banyak rambut dalam sekali waktu? Kalau Anda tidak tahan sakit, waxing sangat tidak disarankan.

  1. Waktu yang dibutuhkan untuk satu sesi perawatan

Melakukan shaving tidak begitu lama karena prosesnya cepat. Beberapa pria biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit saja, bahkan bisa kurang dari itu. Shaving mudah dan cepat dilakukan karena prosesnya sangat sederhana. Cukup olesi wajah dengan krim cukur atau sabun hingga berbusa. Selanjutnya gerakkan pisau cukur ke arah kulit wajah yang banyak rambutnya.

Waxing membutuhkan waktu sekitar 40-60 menit. Ada banyak proses yang harus dilakukan mulai dari melumuri dengan bahan pelengket yang akan direkatkan ke kertas atau kain hingga perawatan sesudahnya. Belum lagi kalau antre di salon, waktunya jadi semakin lama.

  1. Kemampuan saat melakukan waxing atau shaving

Semua pasti membutuhkan pengalaman dan waktu pertama kali melakukannya kegagalan bisa saja terjadi. Namun, dari waxing dan shaving, shaving paling mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu cukup lama.

Sementara itu kalau mau melakukan waxing, kemampuan yang tinggi harus dilakukan. Kalau pria melakukan sendiri mungkin bisa saja terjadi luka. Oleh karena itu waxing selalu membutuhkan bantuan dari orang lain.

Hal penting dari shaving dan waxing

Sebelum melakukan shaving dan waxing ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik. Metode apa pun yang dilakukan harus memenuhi kaidah di bawah ini.

  • Peluang terjadinya luka pada kulit. Setiap pria memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Ada yang tebal dan kuat dengan gesekan pisau dan cabutan rambut. Namun, ada yang tidak tahan dengan salah satu metode itu sehingga memunculkan rasa sakit yang cukup intens dan inflamasi.
  • Kalau menggunakan pisau cukur baik sekali pakai atau yang bisa dipakai berkali-kali, perhatikan ketajaman dari pisaunya. Kalau pisau tidak tajam, rambut akan susah dipotong dan kemungkinan mengalami luka akan besar. Gunakan krim cukur kalau Anda ingin menghindari risiko ini. Kalau tidak ada bisa menggunakan sabun agar permukaan lebih licin.
  • Kalau terjadi luka segera bersihkan dan rawat. Meski hanya luka gores ringan, peluang mengalami infeksi masih tetap ada.
  • Selalu berhati-hati saat menggunakan pisau cukur atau alat untuk waxing. Kalau memang tidak bisa lebih baik menggunakan jasa pembersih rambut di wajah yang juga dimiliki barbershop.

Demikian ulasan singkat tentang waxing dan shaving. Nah, untuk melakukan perawatan wajah, mana dari kedua metode di atas yang paling sesuai dengan diri Anda? Apa pun yang dipilih, selalu sesuaikan dengan keamanan dan kehati-hatian dalam melakukannya. Semoga ulasan di atas bermanfaat.

Sumber : DokterSehat.Com