Pengurus
lichen-planus-doktersehat

Apakah pada kulit Anda terdapat ruam berwarna merah keunguan? Atau, muncul bercak berwarna putih di bagian dalam mulut seperti lidah dan gusi? Jika ya, kemungkinan Anda mengalami apa yang disebut sebagai lichen planus. Lantas, apa itu lichen planus? Apa penyebab lichen planus? Bagaimana ciri dan gejala liken planus? Bagaimana cara mengobati lichen planus?

Apa Itu Lichen Planus?

Lichen planus adalah bentuk peradangan (inflamasi) kronis yang terjadi pada sejumlah area tubuh, sepeti rambut, kulit, mulut (mukosa), dan kuku. Liken planus adalah penyakit yang bersifat temporer, namun berlangsung cukup lama, yakni rata-rata 10 tahun.

Lichen planus adalah penyakit peradangan yang umumnya dialami oleh mereka yang berusia 45 tahun. Namun tak menutup kemungkinan kondisi ini bisa menyerang orang pada usia berapapun. Perlu diketahui juga, lichen plenus bukanlah penyakit infeksi menular, pun tidak disebabkan oleh faktor keturunan (genetik). Potensi kemunculan lichen planus adalah 1:5000 orang.

Penyebab Lichen Planus

Anomali sistem kekebalan tubuh menjadi penyebab lichen planus. Sistem kekebalan tubuh—dalam hal ini limfosit T—yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi penyakit, justru malah berbalik menyerang tubuh, sehingga terjadi kerusakan pada sel kulit dan mukosa yang berujung pada kondisi lichen planus ini.

Belum diketahui secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi. Namun, adanya kesalahan kode genetik pada tubuh diduga kuat menjadi penyebab mengapa sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh yang seharusnya dilindungi.

Jenis Lichen Planus

Liken planus terjadi pada rambut, kulit, selaput lendir pada mulut (mukosa), dan kuku. Khusus untuk lichen planus yang terjadi di dalam mulut (oral lichen planus), umumnya ada 3 (tiga) jenis lichen planus, yaitu:

1. Lichen Planus Retikural (Reticular Lichen Planus)

Jenis lichen planus rektikural adalah liken planus yang ditandai oleh munculnya bercak berwarna putih dengan bentuk menyerupai jarring. Bercak ini dikenal dengan sebutan Wickham’s Striae. Bercak ini umumnya berada di lidah, gusi, dan pipi bagian dalam.

Lichen planus rektikural (reticular lichen planus) tergolong ke dalam jenis lichen planus ringan, artinya liken planus ini tidak menimbulkan bahaya berarti sehingga tidak perlu sampai diobati.

2. Lichen Planus Erosif (Erosive Lichen Planus)

Sementara itu, lichen planus erosif (erosive lichen planus) dapat dikenali melalui gejala yang sekilas mirip dengan gejala sariawan, yakni adanya benjolan kecil berwarna putih pada pipi bagian dalam, gusi, hingga langit-langit mulut. Sama seperti liken planus bullous, lichen planus ulseratif juga memerlukan penanganan medis guna meredakan rasa nyeri yang ditimbulkan.

3. Lichen Planus Bullous

Lichen planus bullous adalah jenis liken planus yang gejalanya berupa benjolan berisi cairan, yang terletak pada area pipi bagian dalam. Jenis lichen planus yang satu ini menimbulkan rasa nyeri, sehingga diperlukan pengobatan khusus oleh dokter dengan memberikan obat anti-inflamasi.

Ciri dan Gejala Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit yang berkesinambungan. Artinya, gejala penyakit ini mungkin saja timbul di sejumlah area tubuh yang menjadi lokasi umum munculnya penyakit ini. Sebagai contoh, seseorang mengalami ruam pada kulit dan Wickham’s Striae pada mukosanya secara bersamaan.

Guna mengantisipasi penyakit lichen planus pada Anda, baiknya perhatikan ciri-ciri lichen planus berikut ini:

1. Lichen Planus pada Kulit

Ciri-ciri lichen planus pada kulit ialah berupa ruam yang disebut sebagai 4P, yaitu:

  • Papul, yaitu berupa benjolan
  • Polygonal, benjolan tersebut rata-rata memiliki bentuk polygonal
  • Purple, benjolan berwarna merah keunguan
  • Pruritus, benjolan ruam terasa gatal

Liken planus pada kulit biasanya terjadi di area kulit pergelangan atau lengan tangan, dan tungkai, dan punggung.

2. Lichen Planus pada Mulut

Lichen planus juga umum terjadi pada rongga mulut, yakni lidah, gusi, pipi bagian dalam, dan langit-langit mulut. Ciri-ciri liken planus pada mulut meliputi:

  • Bercak putih (Wickham’s striae
  • Benjolan berisi cairan
  • Benjolan putih seperti saat sariawan
  • Nyeri mulut

3. Lichen Planus pada Rambut

Lichen planus pada rambut dikenal juga sebagai lichen planopinaris. Ciri atau gejala liken planopinaris ini adalah:

  • Timbul jaringan parut pada area kulit kepala yang mengalami radang
  • Tidak ada rambut yang tumbuh pada area kulit kepala yang mengalami radang
  • Kulit kepala berwarna kemerahan dan bersisik

4. Lichen Planus pada Kuku

Sekitar 10 persen dari keseluruhan kasus lichen planus terjadi di area kuku. Ciri atau gejala lichen planus pada kuku antara lain:

  • Muncul garis-garis putih pada kuku
  • Kuku menjadi lebih tipis
  • Distrofi kuku, yakni mengikisnya kuku hingga hilang sama sekali

Selain gejala-gejala di atas, mungkin saja masih ada ciri-ciri lichen planus lainnya yang luput dari penulisan. Konsultasikan kepada dokter spesialis kulit guna memastikan kondisi liken planus yang Anda alami.

Diagnosis Lichen Planus

Manakala Anda mengalami gejala lichen planus sebagaimana disebutkan di atas, segera kunjungi dokter guna memastikan kondisi ini. Dokter akan menegakkan serangkain prosedur pemeriksaan untuk mendiagnosis keluhan yang dialami pasien.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait keluhan yang Anda alami, yaitu:

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Sudah berapa kali kondisi ini muncul?
  • Obat apa saja yang sudah dikonsumsi?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melanjutkan ke sesi pemeriksaan fisik, di mana pasien akan dilihat kondisi fisiknya dengan memerhatikan ciri-ciri umum dari lichen planus, seperti ruam pada kulit, bercak putih pada mukosa, dan kuku yang rusak.

3. Pemeriksaan Penunjang

Agar memastikan diagnosis, dokter mungkin saja akan menegakkan prosedur pemeriksaan penunjang berupa biopsi, yakni pengambilan sampel darah atau cairan tubuh untuk kemudian dianalisis apakah ada potensi terjadinya anomali sistem imun yang menyebabkan liken planus ini.

Pengobatan Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit yang sayangnya, tidak benar-benar bisa disembuhkan. Pasalnya, penyakit ini merupakan akibat dari adanya kesalahan kode genetik di dalam tubuh.

Kendati begitu, ada obat-obatan yang dapat dikonsumsi pengidap liken planus, walaupun fungsinya hanya untuk menekan atau meredakan gejala lichen planus manakala sedang kambuh.

Umumnya, dokter akan memberikan obat-obatan berupa:

  • Steroid cream (klobetasol)
  • Steroid suntik (injeksi)
  • Steroid oral (prednisone, metilprednisolone)
  • Topical calcineurin inhibitor
  • Immunosuppressive (ciclosporin, methotreaxate, azathioprine)

Penggunaan obat-obatan tersebut harus di bawah pengawasan dokter. Pasalnya, ada sejumlah efek samping yang cukup serius apabila tidak digunakan sesuai dosis yang tepat.

Seperti pada steroid oral, obat ini menimbulkan efek samping seprti hipertensi dan penyakit gula darah (diabetes). Steroid juga bukan merupakan obat jangka panjang, artinya ada batas waktu pemakaiannya agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

Selain obat-obatan, pasien pengidap lichen planus juga diharuskan untuk mengikuti kegiatan konseling. Hal ini untuk mengedukasi pasien perihal penyakit liken planus, berikut tata cara pengobatan yang benar. Konseling juga ditujukan untuk memberikan motivasi pada pasien untuk tetap bisa menjalani hidup dengan normal walaupun dalam keadaan kulit, rambut, atau kuku yang kurang estetis.

Sumber : DokterSehat.Com