loading...
Pengurus
lalat_doktersehat_1

Terkadang, kita baru saja mengambil makanan dan menempatkannya di atas piring sehingga tidak lagi tertutup. Tiba-tiba saja ada lalat yang hinggap pada makanan tersebut. Kita biasanya akan menyepelekan keberadaan lalat ini dan terus memakannya begitu saja. Padahal, menurut pakar kesehatan, makanan yang sudah dihinggapi lalat sudah tidak higienis dan tidak sehat.

Viral video lalat menghinggapi makanan sambil mengeluarkan larva

Beberapa saat terakhir, di media sosial sedang viral video yang menunjukkan lalat yang mengeluarkan larva berukuran sangat kecil saat hinggap di sebuah obyek. Dalam keterangan di dalam video tersebut, kita disarankan untuk tidak makan makanan yang sudah dihinggapi lalat karena kemungkinan sudah terkontaminasi oleh larva atau bakteri yang berasal dari lalat.

Hanya saja, di kolom komentar, sebagian orang menyebutkan tidak semua lalat bisa mengeluarkan larva sebagaimana yang dikeluarkan dalam video. Meskipun begitu, mengingat kita biasanya tidak bisa membedakan jenis-jenis lalat, bisa saja lalat yang hinggap ke makanan adalah lalat yang bisa mengeluarkan larva, bukan? Selain itu, lalat-lalat ini pasti memiliki bakteri yang bisa menyebabkan datangnya penyakit.

Lalat lebih kotor dari kecoa

Meskipun terlihat mubazir karena kita diminta untuk membuang makanan yang sudah dihinggapi lalat, pakar kesehatan menyebut tindakan ini sebenarnya perlu untuk dilakukan. Hal ini disebabkan oleh lalat yang sebenarnya lebih kotor dibandingkan dengan kecoa. Padahal, kebanyakan orang lebih jijik dengan kecoa dibandingkan dengan lalat.

Dalam realitanya, meskipun sama-sama suka hinggap ke tempat yang kotor, daya jangkau lalat yang bisa cukup jauh membuat mereka bisa menjangkau tempat-tempat kotor yang jorok. Sebagai contoh, mereka bisa saja hinggap ke tempat sampah atau kandang hewan yang penuh dengan kotoran. Sisa dari sampah atau kotoran ini bisa saja menempel pada badan lalat dan kemudian menempel ke dalam makanan.

Selain itu, sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa di dalam seekor lalat sudah memiliki lebih dari 300 jenis virus, bakteri, dan berbagai macam parasit yang mampu memicu datangnya masalah kesehatan. Sebagai contoh, kita bisa menemukan bakteri e.coli, salmonella, helicobacter pylori, hingga virus hepatitis A dan rotavirus.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia PBB juga menyebut jika kita makan makanan yang sudah dihinggapi lalat, maka kita akan meningkatkan risiko terkena penyakit diare, disentri, tipes, kolera, hingga infeksi pada mata atau kulit.

Mengapa bakteri bisa ditransfer dari lalat ke makanan?

Meski lalat hinggap dalam waktu yang sangat cepat, yakni sekitar 1 atau 2 detik saja, dalam realitanya bakteri dan berbagai kuman penyebab penyakit yang ada di sayap atau kaki-kaki lalat akan dengan mudah menempel pada makanan kita. Memang, bakteri-bakteri ini hanya akan mampu bertahan hidup beberapa jam saja, namun jika kita langsung melahap makanan ini, maka bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh dan akhirnya bisa menyebabkan infeksi.

Bahkan, meskipun yang hinggap hanyalah satu ekor lalat, bukannya sekerumunan lalat, sudah cukup untuk membuat makanan ini terkontaminasi sehingga sebaiknya kita tidak mengonsumsinya.

Selalu tutup makanan agar tidak mudah dihinggapi lalat

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk menutup makanan di dalam wadah atau tudung saji agar tidak mudah dihinggapi lalat. Selain itu, pastikan untuk membersihkan lingkungan karena lingkungan yang kotor sangatlah disukai oleh lalat. Jauhkan meja makan dari tempat sampah dan segera buang makanan basi yang bisa menarik perhatian lalat.

Sumber : DokterSehat.Com