loading...
Pengurus
manfaat-labu-siam-doktersehat

Labu siam termasuk dalam sayuran yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sayuran ini bisa diolah menjadi berbagai macam makanan. Hanya saja, ada yang menyebut labu siam bisa memberikan banyak manfaat bagi penderita asam urat. Apakah hal ini memang sesuai dengan fakta medis?

Manfaat labu siam bagi penderita asam urat

Sebuah penelitian yang dilakukan pakar kesehatan yang berasal dari Davao Medical School Foundation menghasilkan fakta bahwa labu siam bisa membantu menurunkan kadar zat asam urat di dalam tubuh. Dalam penelitian yang menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan ini, disebutkan bahwa para kelinci mengalami penurunan kadar asam urat hingga 25 persen setelah rutin diberi labu siam.

Para peneliti menyebut manfaat kesehatan ini berasal dari tingginya kandungan vitamin, mineral, dan serat yang ada dalam labu siam. Berbagai kandungan ini bisa membuat proses metabolisme tubuh menjadi semakin lancar. Hal ini bisa membantu proses peluruhan zat asam urat di dalam tubuh menjadi lebih maksimal. Risiko untuk terkena gejala serangan penyakit ini pun bisa ditekan dengan signifikan.

Selain itu, labu siam juga termasuk dalam sayuran dengan kadar purin yang rendah sehingga bisa dijadikan solusi bagi penderita yang masih ingin mengonsumsi sayuran namun khawatir dengan keberadaan kandungan tersebut. Sebagai informasi, banyak penderita asam urat yang sengaja menghindari sayuran layaknya bayam atau kangkung karena memiliki kadar purin yang sedang.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dari labu siam

Selain bisa membantu penderita asam urat mengendalikan kondisi kesehatannya, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali manfaat kesehatan lain yang bisa didapatkan jika kita rutin mengonsumsi labu siam.

Berikut adalah manfaat-manfaat kesehatan tersebut.

  1. Bisa membantu mengatasi masalah batu ginjal

Penelitian yang dilakukan di University of North Florida, Amerika Serikat menghasilkan fakta bahwa rutin mengonsumsi labu siam, khususnya daunnya mampu membantu pengobatan masalah batu ginjal. Bahkan, jika kita rutin mengonsumsinya sebagai lauk sehari-hari, maka tekanan darah akan bisa dikendalikan dengan lebih baik. Hal ini tentu bisa membantu mencegah datangnya hipertensi.

  1. Kaya akan kandungan antioksidan

Di dalam satu buah labu siam terdapat kandungan vitamin C sekitar 7,7 mg. Vitamin ini bisa berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah sel-sel tubuh mengalami kerusakan sekaligus mencegah paparan radikal bebas yang bisa memicu datangnya berbagai macam penyakit. Jika kita mengonsumsi 100 gram labu siam saja, maka kita sudah mendapatkan 13 persen kebutuhan harian vitamin C.

  1. Bisa mencegah masalah penuaan dini

Labu siam memiliki kandungan flavonoid yang cukup tinggi. Kandungan ini bisa melawan paparan zat berbahaya layaknya reactive oxygen species yang tergolong dalam radikal bebas yang bisa memicu penuaan dini. Tak hanya soal penampilan tubuh yang awet muda, hal ini juga bisa membantu menjaga kesehatan berbagai organ dan sistem tubuh.

  1. Menurunkan kadar kolesterol tubuh

Labu siam cenderung rendah kalori dan tidak memiliki kandungan lemak jenuh. Kandungan seratnya yang tinggi juga akan membantu kadar kolesterol tetap seimbang. Labu siam juga tinggi kandungan apigenin serta luteolin yang bisa membantu melawan paparan radikal bebas penyebab penyakit.

  1. Menurunkan berat badan

Di dalam 100 gram labu siam hanya terdapat 16 kalori. Kandungan seratnya yang tinggi juga akan membuatnya cocok untuk dijadikan makanan sehat sehari-hari. Banyak pakar diet yang menyarankan labu siam sebagai makanan yang dikonsumsi secara rutin.

  1. Baik bagi ibu hamil

Kandungan vitamin B kompleks dan asam folat di dalam labu siam sangatlah tinggi. Sebagai contoh, jika ibu hamil mengonsumsi 100 gram sayuran ini, maka mereka sudah memenuhi 23 persen kebutuhan asam folat harian yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Kandungan ini juga bisa mencegah bayi terlahir dengan kondisi cacat.

Melihat fakta ini, jangan ragu lagi untuk rutin mengonsumsi labu siam yang enak dan sehat.

Sumber : DokterSehat.Com