Pengurus
ibu-menyusui-puasa-doktersehat

Saat bulan Ramadan tiba, salah satu ritual yang wajib dilakukan oleh umat Muslim adalah menjalankan puasa. Bagi seseorang yang memiliki masalah kesehatan khusus, menjalankan puasa tidaklah mudah. Selain masalah kesehatan, momen ibu menyusui puasa juga menjadi tantangan tersendiri.

Tips Puasa bagi Ibu Menyusui

Pada dasarnya,ibu menyusui puasa tidak akan mengganggu produksi ASI.Tubuh Anda dapat tetap memproduksi ASI dengan jumlah dan kualitas yang sama seperti saat Anda sedang tidak berpuasa. Bahkan, saat Anda kekurangan kalori di hari-hari biasa saat sedang tidak puasa, hal itu juga tidak banyak memengaruhi produksi ASI.

Berikut ini adalahtips puasa untuk ibu menyusui, di antaranya:

1. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Tips puasa ibu menyusui yang pertama adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi.Dehidrasi saat menyusui adalah sesuatu yang berbahaya. Jika ibu menyusui mengalami gejala dehidrasi seperti merasa haus, pusing, lemas, lelah, mulut kering dan lainnya, disarankan segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk merehidrasi tubuh.

Jika dalam keadaaan normal Anda diwajibkan mengonsumsi cairan setidaknya 8 gelas per hari, namunibu menyusui puasa disarankan untuk meningkatkan asupan cairan saat sahur agar tubuh cukup terhidrasi. Selain itu, batasi juga aktivitas berat dan paparan panas selama puasa.

2. Asupan bergizi saat sahur dan berbuka

Penting bagiibu menyusui puasa untuk memperhatikan apa yang Anda konsumsi saat sahur dan berbuka. Makanan dan minuman yang Anda konsumsi saat sahur dan berbuka merupakan cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan puasa.Adapun asupanyang baik untuk ibu menyusui puasa antara lain adalah brokoli, bayam, katuk, telur, ikan salmon, daging tanpa lemak, dan kacang merah.

Sebuah penelitian mengungkapkan, kandungan zinc, magnesium dan potasium yang ada di dalam ASI bisa berkurang saat ibu menyusui puasa. Selain mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi tersebut, Anda juga bisa menambah suplemen pada saat sahur.

Pada intinya, jumlah kalori yang harus dipenuhiibu menyusui puasa adalah 1800 kalori per hari. Hal ini penting guna menjaga tubuh mendapatkan nutrisi dan energi yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI.

3. Pompa susu di malam hari

Produksi ASI mungkin akan berkurang pada siang hari. Oleh karena itu, manfaatkan malam hari untuk memompa ASI dan menyusui semaksimal mungkin. Sementara itu, stok ASI perah dapat digunakan pada siang harinya.

Ibu menyusui puasa sering kali berpikir bahwa pemberian ASI saat puasa akan membuat produksi ASI berkurang. Justru, ketika Anda sering memberikan ASI, tubuh Anda akan semakin banyak menghasilkan ASI.

Isapan bayi di payudara menjadi salah satu cara utama yang membuat produksi ASI di dalam tubuh menjadi lebih lancar. Oleh karena itu, ibu menyusui puasa tak perlu khawatir produksi ASI nya lebih sedikit.

4. Memenuhi kebutuhan serat

Hal penting lainnya yang tidak boleh dilewatkan ibu menyusui puasa adalah memenuhi asupan serat. Saat puasa, kondisi lambung cenderung mudah melonjak sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Selain masalah pada bagian perut, dampak lain yang bisa mengganggu adalah mulut terasa pahit atau asam.

Oleh karena itulah,tips puasa untuk ibu menyusui adalah memenuhi asupan makanan yang sehat, terutama yang mengandung serat.

5. Hindari makanan bersantan dan pedas

Tips puasa bagi ibu menyusui lainnya adalah menghindari makanan bersantan dan pedas. Jika Anda tetap mengonsumsi makanan tersebut maka tubuh Anda akan mudah lelah. Selain itu, kedua makanan ini juga lebih mudah menyerap mineral di dalam tubuh, kondisi ini membuat ibu hamil kehilangan lebih banyak cairan.

6. Hindari stres

Agar ibu menyusui puasa lebih percaya diri dalam menjalankan ritual wajib di bulan Ramadan ini, salah satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah menghindari stres. Saat stres sudah bisa Anda jauhi maka rasa percaya diri ketika menyusui adalah hal penting untuk mendukung kondisi kesehatan yang lebih baik.

Jika rasa khawatir justru lebih besar dari rasa percaya diri, hal ini akan memicu munculnya stres. Stres yang dialami bisa memengaruhi produksi hormon tertentu yang berkaitandengan produksi ASI. Oleh karena itu, puasa harus dijalani dengan penuh percaya diri.

7. Istirahat yang cukup

Istirahat cukup sangat diperlukan bagi ibu menyusui yang sedang puasa. Hal ini diperlukan agar ibu menyusui tetap memiliki stamina tubuh yang bugar. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan tidur siang.

Tidur di siang hari mungkin diperlukan untuk menghemat energi agar Anda tetap kuat menjalani puasa. Selain itu, kurangilah aktivitas berat dan olahraga, serta jangan keluar rumah saat cuaca sedang panas.

8. Makan tiga kali sehari

Meski sedang berpuasa, ibu menyusui tidak boleh mengabaikan jadwal makan. Justru, ketika Anda sedang memasuki masa menyusui kebutuhan gizi sangat penting untuk menunjang produksi ASI.

Oleh karena itu, tetaplah menjaga waktu makan 3 kali dalam satu hari. Waktu makan 3 kali dalam sehari bisa Anda bagi dari waktu berbuka, beberapa saat sebelum tidur dan waktu sahur.

Konsumsi makan 3 kali sehari membantu tubuh memproduksi ASI tetap lancar dan sehat. Jangan lupa, sertakan sayur dan buah dalam setiap asupan bagi ibu menyusui.

9. Usia bayi

Bayi yang berusia di bawah 6 bulan sangat bergantung pada ASI sebagai asupan utamanya. Pada usia ini bayi belum diperbolehkan mengonsumsi makanan selain ASI, kecuali jika usianya sudah di atas 6 bulan.

Pada akhirnya, puasa bagi ibu menyusui disarankan jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan karena di usia tersebut sudah bisa mendapatkanmakanan pendamping ASI.

10. Kondisi kesehatan

Hal terakhir yang harus diperhatikanibu menyusui puasa adalah kondisi kesehatannya sendiri. Terutama jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, hipertensi dan gangguan hormonal, karena gangguan kesehatan ini dapat memengaruhi produksi ASI.

Nah, itulah beberapa tips puasa bagi ibu menyusui yang harus Anda perhatikan. Jika Anda ragu untuk melakukannya, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter apakah Anda bisa menjalani puasa saat masa menyusui.

Sumber : DokterSehat.Com