loading...
Pengurus

Sakarin merupakan salah satu jenis pemanis buatan pengganti gula. Meskipun memiliki rasa manis hingga 300-400 kali lebih kuat daripada gula, sakarin mengandung kalori yang rendah. Inilah alasannya mengapa sakarin sering digunakan oleh penderita diabetes.

Meski sakarin memiliki banyak keunggulan dibandingkan gula, namun Anda tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya, terutama dalam jumlah besar, karena dapat menimbulkan berbagai risiko. Oleh karena itu, pertimbangkan dahulu keuntungan dan risiko mengonsumsi sakarin bagi kesehatan.

Beragam Keuntungan Mengonsumsi Sakarin

Sakarin banyak digunakan sebagai pemanis dalam berbagai olahan makanan dan minuman. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Sakarin memang memiliki banyak keunggulan, di antaranya:

Bisa dicampur dengan bahan-bahan pemanis lain

Salah satu keuntungan pemakaian sakarin sebagai pemanis buatan adalah bisa dicampur dengan pemanis lainnya. Saat dicampur, sakarin mampu mengimbangi dan melengkapi kekurangan dari masing-masing jenis pemanis lain. Pencampuran ini umumnya dilakukan untuk menjaga agar rasa manis bertahan lebih lama.

Baik bagi penderita diabetes

Penggunaan sakarin dapat membantu penderita diabetes. Pasalnya, pemanis buatan ini bisa melewati saluran pencernaan tanpa dicerna terlebih dahulu, sehingga tidak menghasilkan kalori. Meski begitu, sakarin tetap dapat memicu pelepasan insulin karena rasa manis yang dikandungnya.

Baik untuk kesehatan gigi

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sakarin mampu mencegah gigi berlubang dan karies gigi, berbeda dengan gula yang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi dan mengganggu keseimbangan kadar keasaman (pH) dalam mulut.

Menjaga berat badan

Sakarin dapat menjadi alternatif pengganti gula bagi orang yang sedang mengurangi atau menjaga berat badan, namun tetap ingin mencicipi makanan dan minuman manis. Mengonsumsi sakarin tidak menyebabkan kenaikan berat badan karena tidak mengandung kalori.

Pertimbangkan Risiko Mengonsumsi Sakarin

Bila dikonsumsi dalam konsentrasi tinggi, sakarin dapat terasa pahit atau menimbulkan aroma logam. Selain itu, ada risiko lain dari penggunaan sakarin yang juga perlu diketahui.

Walaupun ada banyak jenis pemanis buatan yang dapat berisiko terhadap kesehatan, sakarin dinilai relatif aman, selama tidak dikonsumsi secara berlebihan. Dalam beberapa penelitian, penggunaan sakarin juga tidak terbukti menyebabkan kanker (karsinogenik) pada manusia, serta tidak meningkatkan kadar gula darah.

Meski demikian, penggunaan sakarin tetap tidak dianjurkan pada bayi, anak-anak, dan ibu hamil, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan reaksi alergi. Namun, hal ini belum didukung oleh bukti-bukti yang memadai.

Sebagai pemanis buatan, sakarin tetap perlu dikonsumsi secara terbatas. Sebagian orang disarankan untuk tidak menggunakan sakarin, terkait dengan risiko alergi. Jika perlu, konsultasikan dahulu dengan dokter mengenai aturan penggunaan sakarin yang aman.

Sumber : AloDokter.Com