Pengurus
Ketahui Apa Itu Sedot Kista

Sedot kista (pungsi kista) adalah prosedur pengobatan yang dilakukan untuk mengeluarkan cairan dalam kista yang tumbuh di organ atau area tubuh tertentu. Prosedur ini merupakan salah satu tindakan penanganan terhadap penderita kista, selain terapi obat dan tindakan pembedahan.

Kista adalah benjolan atau jaringan membran menyerupai kantung, yang berisi cairan, gas, dan substansi semi-padat. Kista dapat muncul pada organ atau bagian tubuh manapun dan di bawah permukaan kulit. Penyebab terbentuknya kista umumnya bervariasi, antara lain infeksi, peradangan kronis, penyakit turunan atau kondisi genetika, penyumbatan saluran di dalam organ tubuh, dan cedera. Beberapa jenis kista yang paling sering muncul, antara lain kista ovarium,kista payudara, kista ganglion, kista ginjal, kista Bartholin, kista dermoid, dan kista epidermoid.

Tindakan pengobatan terhadap kista biasanya disesuaikan oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah jenis kista, lokasi dan ukuran kista, respons tubuh terhadap kista (apakah kista menyebabkan rasa sakit atau tidak), serta kondisi kista (terinfeksi atau tidak). Jika kista berukuran besar, pengobatan biasanya dilakukan dengan tindakan pengangkatan kista melalui pembedahan. Terapi obat juga dapat dilakukan dengan pemberian suntikankortikosteroid untuk mengurangi peradangan pada kista.

Selain tindakan pembedahan dan terapi obat, salah satu metode pengobatan kista lainnya adalah sedot kista. Sedot kista dilakukan dengan menggunakan jarum khusus berukuran kecil dan panjang untuk mengeluarkan cairan di dalam kista.

Indikasi Sedot Kista

Setiap penderita yang memiliki kista dapat menjalani prosedur sedot kista, namun tergantung lokasi dan jenis kista tersebut. Misalnya,kista yang terinfeksi akan dilakukan sedot kista untuk mengalirkan nanahnya.

Jika kista muncul di organ bagian dalam tubuh yang sulit dijangkau atau ketika kista kembali terisi cairan setelah menjalani penyedotan, maka prosedur sedot kista menjadi tidak efektif. Dokter dapat melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kista.

Sebelum Sedot Kista

Sebelum pasien menjalani prosedur sedot kista, dokter akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai hal-hal terkait prosedur sedot kista dan risiko yang dapat terjadi. Kemudian, dokter atau perawat akan memberikan sebuah surat pernyataan untuk ditandatangani pasien sebagai tanda bahwa pasien telah memahami prosedur yang akan dijalani.

Selanjutnya, pasien akan menjalani rangkaian pemeriksaan yang diawali dengan pemeriksaan riwayat kesehatan. Pada tahap pemeriksaan ini, dokter akan mengajukan pertanyaan terkait riwayat penyakit yang pernah diderita, jenis obat yang sedang dikonsumsi, dan riwayatalergi yang dimiliki. Kemudian, dokter akan menginstruksikan pasien untuk menjalani pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium (tes darah dan tes urine).

Pasien sebaiknya juga memerhatikan beberapa hal sebelum menjalani prosedur sedot kista. Di antaranya adalah:

Beri tahu dokter jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan dalam obat anestesi.
  • Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat aspirin atau jenis obat pengencer darah lainnya, termasuk clopidogrel dan warfarin.
  • Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pasien sebelum menjalani prosedur sedot kista, seperti:

    Prosedur sedot terhadap beberapa jenis kista, seperti kista payudara, mengharuskan pasien untuk berpuasa sebelum menjalani prosedur untuk mengurangi efek samping obat penenang.
  • Khusus penderita kista payudara, hindari penggunaan bedak, parfum, deodoran, dan berbagai jenis krim di bagian ketiak atau payudara sebelum menjalani prosedur.
  • Mengajak anggota keluarga atau rekan terdekat untuk mendampingi dan mengantarkan pasien pulang. Hal ini dikarenakan prosedur sedot kista mungkin melibatkan penggunaan obat bius.
  • Prosedur Sedot Kista

    Langkah-langkah dalam prosedur sedot kista tergantung kepada jenis dan lokasi kista. Namun, umumnya adalah sebagai berikut:

    Pasien akan dibaringkan secara telentang di atas meja pemeriksaan.
  • Jika lokasi kista berada di organ dalam tubuh, dokter akan menggunakan alat bantu USG. Dokter akan mengoleskan gel dingin pada area kulit pasien dan menggerakkan alat transducer untuk mendeteksi lokasi kista.
  • Setelah lokasi kista ditemukan, dokter akan mensterilkan area kulit tempat jarum akan dimasukkan dengan cairan antiseptik.
  • Selanjutnya, dokter akan menyuntikkan anestesi lokal melalui kulit menuju jaringan yang lebih dalam untuk menghasilkan efek mati rasa pada area sekitar kista.
  • Kemudian, dokter akan memasukkan jarum tipis hingga ke dalam kista dan mengeluarkan cairan kista melalui suntikan yang terhubung dengan jarum.
  • Setelah cairan kista telah dikeluarkan, dokter akan menarik jarum secara perlahan dan menutup area suntikan dengan plester bedah atau perban.
  • Selain itu, penyedotanjuga dapat dilakukan melalui transvaginal untuk menangani kista ovarium. Sedot kista biasanya berlangsung sekitar 15-30 menit, tergantung ukuran dan lokasi kista.

    Setelah Prosedur Sedot Kista

    Pasien sedot kista akan diperbolehkan pulang setelah dokter memastikan kondisi pasien stabil. Dokter akan memberikan obat-obatan, seperti paracetamol, untuk mengatasi kondisi dan mengurangi ketidaknyamanan yang mungkin dialami pasien. Selain itu, dokter juga akan memberikan instruksi tentang hal-hal yang sebaiknya dilakukan pasien selama menjalani masa pemulihan di rumah. Di antaranya adalah:

    Mengganti perban secara rutin dan menjaga luka agar tetap kering setidaknya selama 24-48 jam.
  • Mengompres luka dengan kompres dingin untuk mengurangi peradangan.
  • Menghindari aktivitas berat, seperti mengangkat beban dan berolahraga.
  • Meskipun sebagian besar pertumbuhan kista tidak terdeteksi dan tidak dapat dicegah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kemunculannya, yaitu:

    Menggunakan kontrasepsi hormonal bagi wanita yang rentan terhadap kista ovarium.
  • Membersihkan kelopak mata secara rutin dengan menggunakan pembersih yang lembut untuk mencegah penyumbatan pada saluran minyak pada mata, sehingga mengurangi risiko terjadinya kalazion.
  • Tidak terlalu banyak duduk dan menjaga area kulit sekitar tulang ekor tetap bersih dan kering untuk mencegah terbentuknya kista pilonidal.
  • Risiko Sedot Kista

    Sedot kista merupakan prosedur pengobatan yang aman untuk dilakukan. Risiko umumnya bersifat ringan, seperti nyeri, memar, dan bengkak pada area suntikan. Meski komplikasi serius jarang terjadi, prosedur ini mungkin saja dapat menimbulkan:

    Perdarahan di bawah kulit (hematoma).
  • Infeksi.
  • Segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat jika mengalami kondisi sebagai berikut:

    Demam hingga 39oC
  • Nyeri tidak hilang meskipun telah mengonsumsi obat penghilang nyeri.
  • Pembengkakan tidak mengecil dan berlangsung lama.
  • Perdarahan terus terjadi.
  • Sumber : AloDokter.Com