loading...
Pengurus
Kesalahan Umum Saat Memasang Kursi Khusus Bayi di Mobil

Sampai saat ini, kursi khusus bayi di mobil masih belum dianggap penting oleh kebanyakan orang tua di Indonesia. Padahal, Bunda pasti tahu bahwa penggunaan alat ini bisa menjadi faktor penentu keselamatan nyawa Si Buah Hati saat bepergian.

Kursi mobil khusus untuk bayi, alias baby car seat, sangat diperlukan demi menjaga keselamatan Si Kecil ketika diajak jalan-jalan menggunakan mobil. Jika dipasang dengan benar, baby car seat bahkan mampu menurunkan risiko bayi meninggal dalam kecelakaan mobil hingga 71%.

Tak hanya harus cermat dalam memilih dan membeli baby car seat, memasangnya pun tidak boleh sembarangan. Ada aturan-aturan yang harus diperhatikan oleh Bunda dan Ayah jika ingin memasang kursi duduk bayi di mobil. Tujuannya agar berbagai kesalahan di bawah ini tidak terjadi.

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Baby Car Seat

Bunda, memasang baby car seat atau kursi khusus untuk bayi tidak bisa sembarangan. Beberapa hal di bawah ini adalah kesalahan umum dalam memasang baby car seat yang harus Bunda dan Ayah hindari, yaitu:

Car seat dipasang di kursi depan Airbag memang berfungsi melindungi pengemudi dan penumpang di kursi depan jika terjadi benturan. Tapi Bunda harus paham, bahwa alat pengaman ini justru membahayakan keselamatan Si Kecil. Jika terjadi kecelakaan, kantung udara akan mengembang hingga dapat mengenai kepala Si Kecil dan menyebabkan cedera serius atau fatal. Oleh karena itu, jangan menempatkan baby car seat di kursi depan. Yang paling aman, bayi harus ditempatkan di kursi belakang bagian tengah. Jika dipasang di bagian samping dekat jendela atau pintu, dikhawatirkan akan mengakibatkan cedera serius pada bayi saat terjadi benturan.
  • Tali pengikat car seat longgar Sabuk pengaman atau tali pengikat seharusnya dipasang dengan erat. Tujuannya, untuk mencegah bayi bergerak ke depan. Jika terjadi tabrakan, car seat yang longgar bisa membuat bayi membentur kursi dan dashboard mobil, sehingga mengakibatkan cedera wajah atau kepala yang serius.
  • Menambahkan lapisan Bunda, menambahkan lapisan untuk memberi kenyamanan bagi bayi ternyata tidak dianjurkan. Bantal, selimut, dan guling tebal bisa membuat tali kursi bayi tidak bekerja dengan benar. Tambahan tersebut bisa membuat sabuk menjadi tidak kencang, sehingga justru membahayakan bayi.
  • Mengikat tali terlalu tinggi Mengikatkan tali terlalu tinggi bisa menyebabkan anak terlempar dari baby car seat saat terjadi kecelakaan. Ikatlah tali pengikat melalui lubang pada baby car seat yang terletak di bawah atau atas bahu bayi.
  • Tidak memeriksa car seat dengan benar Saat membeli baby car seat, pastikan Bunda memeriksa hal-hal berikut:Petunjuk cara pemasangan.
  • Model kursi.
  • Label atau logo perusahaan yang memproduksinya.
  • Tanggal produksi. Pastikan baby car seat diproduksi tidak lebih dari enam tahun yang lalu.
  • Kredibilitas produk. Pastikan produk sejenis tidak pernah mengalami cacat produksi.
  • Kelengkapan produk. Pastikan tidak ada bagian yang hilang.
  • Bayi menghadap ke depan Sebelum anak berusia 2 tahun, pasanglah baby car seat menghadap sandaran kursi mobil, bukan menghadap ke depan. Selain itu, sandarkan kepala bayi dengan benar agar tidak tertunduk ke depan dan menghambat jalan napas.
  • Agar kesalahan-kesalahan di atas bisa dihindari, Bunda dan Ayah sebaiknya mengikuti petunjuk pemasangan baby car seat dengan saksama. Pastikan juga Bunda menggunakan model kursi khusus bayi yang sesuai dengan usia, berat, dan tinggi badan Si Kecil.

    Sumber : AloDokter.Com