loading...
Pengurus
resep-masakan-nasi-goreng-sederhana-doktersehat

Salah satu sajian yang paling sering dikonsumsi di malam hari adalah nasi goreng. Makanan ini bisa menghangatkan tubuh sekaligus membuat perut kenyang. Hanya saja, jika kita cermati, di nasi goreng yang kita beli biasanya ada tambahan potongan mentimun. Banyak orang yang menyebut mentimun ini sebagai penyeimbang dari nasi goreng yang tinggi kalori dan lemak.

Makan nasi goreng dan mentimun bersamaan bisa berbahaya

Sebuah penelitian dilakukan di University of Basque Country menghasilkan fakta bahwa cara pengolahan nasi goreng yang menggunakan minyak memang bisa membuat rasa dari makanan ini semakin nikmat. Sayangnya, keberadaan minyak ini bisa membuat makanan ini tinggi kandungan kolesterol.

Selain itu, di dalam nasi goreng juga bisa ditemukan senyawa aldehid. Senyawa ini memiliki potensi memicu keracunan, apalagi jika nasi goreng diolah dengan minyak goreng berkualitas buruk atau telah dipakai hingga berulang kali. Masalahnya adalah banyak penjual nasi goreng yang memakai minyak ini berkali-kali.

Jika kita kemudian mengonsumsi mentimun sambil makan nasi goreng yang sudah memiliki kandungan senyawa aldehid, dikhawatirkan akan muncul proses kimia yang akhirnya meningkatkan risiko terkena radang tenggorokan yang bisa membuat sensasi tidak nyaman.

Hanya saja, jika kita mengolah nasi goreng dengan minyak berkualitas tinggi, minyak yang baru, atau minyak yang lebih sehat, tidak akan muncul senyawa aldehid sehingga akan membuat kita bisa tetap mengonsumsi mentimun atau sayuran lainnya saat makan nasi goreng tersebut.

Bahaya terlalu sering mengonsumsi nasi goreng

Makan nasi goreng memang bisa memberikan kenikmatan tersendiri. Sayangnya, jika kita terlalu sering mengonsumsinya, dikhawatirkan akan menyebabkan kenaikan risiko terkena berbagai macam masalah kesehatan.

Berikut adalah beberapa dampak buruk dari kebiasaan mengonsumsi nasi goreng terlalu sering.

  1. Membuat berat badan naik

Bahan utama dari nasi goreng, yaitu nasi sudah termasuk dalam makanan yang tinggi kalori. Ditambah dengan bahan lain seperti minyak goreng atau mentega, daging, telur, atau kecap, maka kadar kalori dari nasi goreng pun akan semakin banyak. Mengonsumsinya terlalu sering tentu akan membuat asupan kalori berlebihan dan kita pun akan lebih rentan mengalami kenaikan berat badan.

  1. Menyebabkan kenaikan tekanan darah

Tekanan darah tinggi bisa terjadi jika kita mengonsumsi natrium atau garam dengan berlebihan. Sayangnya, di dalam nasi goreng yang kita konsumsi biasanya kaya kandungan garam atau MSG yang juga tinggi natrium. Tak hanya garam, terkadang tambahan kecap atau saus yang ditambahkan pada nasi goreng juga akan membuat jumlah natrium menjadi semakin banyak. Hal ini tentu akan menyebabkan kenaikan tekanan darah dan risiko terkena hipertensi.

  1. Tidak baik bagi kesehatan jantung

Nasi goreng termasuk dalam makanan dengan kadar lemak jenuh yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh proses pengolahannya yang menggunakan minyak goreng yang memang memiliki kandungan lemak trans. Jika kita terlalu sering mengonsumsinya, apalagi ditambah dengan sajian seperti gorengan atau kerupuk, maka risiko untuk mengalami kolesterol tinggi akan meningkat. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika kolesterol tinggi bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

  1. Meningkatkan risiko stroke

Keberadaan lemak jenuh di dalam nasi goreng juga bisa membuat penumpukan plak di pembuluh darah. Padahal, jika sampai hal ini terjadi, maka risiko untuk terkena stroke yang bisa memicu kelumpuhan atau kematian akan meningkat.

  1. Meningkatkan risiko kanker

Nasi yang digoreng ternyata bisa mengandung senyawa akrilamida yang bersifat karsinogen atau memicu kanker jika terlalu sering dikonsumsi.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya kita memang tidak terlalu sering mengonsumsi nasi goreng meski rasanya sangat nikmat.

Sumber : DokterSehat.Com