Pengurus
air-dingin-doktersehat

Di zaman digital, kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi, termasuk informasi kesehatan. Sayangnya terkadang informasi ini kurang tepat. Sebagai contoh, ada anggapan yang menyebut kebiasaan minum es bisa menyebabkan datangnya penyakit jantung. Padahal, sebagian masyarakat Indonesia hobi minum air es karena bisa memberikan kesegaran saat suhu udara sangat panas. Sebenarnya, apakah informasi ini memang sesuai dengan fakta medis?

Dampak sering minum air es bagi risiko penyakit jantung

Pakar kesehatan menyebut air es memang sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Sebagai contoh, banyak orang yang percaya jika sering mengonsumsinya bisa menyebabkan lemak menggumpal atau memicu kenaikan berat badan. Selain itu, banyak orang tua yang melarang anak-anak mengonsumsinya karena dianggap bisa menyebabkan sakit tenggorokan atau pilek.

Khusus untuk risiko terkena penyakit jantung, pakar kesehatan menyebut kebiasaan minum air es sama sekali tidak memiliki kaitan dengan hal tersebut. Hal ini disebabkan oleh kemampuan tubuh dalam menyesuaikan suhu dari makanan atau minuman yang kita konsumsi begitu kita telan. Hal ini berarti, jika kita minum air es, suhu dari air ini akan sama saja dengan air dengan suhu biasa setelah masuk di dalam perut.

Beberapa hoaks lain yang terkait dengan air es

Beberapa mitos lain yang disebabkan oleh minum air es adalah kebiasaan mengonsumsinya bisa membuat tubuh semakin gemuk. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa setelah meminumnya, apalagi setelah makan, akan membuat lemak menggumpal dan tidak bisa diolah oleh pencernaan. Lemak-lemak ini kemudian menumpuk dan menyebabkan berat badan naik. Meski terlihat masuk akal, pakar kesehatan menyebut anggapan ini sama sekali tidak benar.

Air es tidak memiliki kandungan kalori sama sekali, namun dengan catatan bahwa air ini adalah air putih, bukannya air dengan tambahan rasa, gula, sirup, dan tambahan-tambahan lainnya. Jika kita minum minuman dingin berupa sirup, minuman bersoda, atau teh manis, kita mengonsumsi minuman yang tinggi kalori sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

Minuman manis bisa merusak jantung

Sebuah penelitian yang dilakukan di Emory University pada 2018 lalu menghasilkan fakta bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman manis, khususnya minuman bersoda bisa menyebabkan datangnya penyakit jantung. Menurut para peneliti, konsumsi gula dengan berlebihan memang bisa menyebabkan datangnya obesitas yang terkait dengan penyakit ini.

Dalam penelitian ini, dr. Jean Welsh dan rekan-rekannya menganalisis data kesehatan yang didapatkan dari 17.930 orang dewasa berusia lebih dari 45 tahun yang dikumpulkan selama enam tahun. Salah satu data yang dianalisa adalah kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Dari data ini, ditemukan fakta bahwa minuman manis seperti minuman buah dan minuman bersoda ternyata bisa memicu peningkatan risik terkena kematian akibat penyakit jantung layaknya gagal jantung atau serangan jantung.

Para partisipan yang mengonsumsi sekitar 24 ons atau sekitar dua kaleng minuman bersoda setiap hari lebih rentan untuk meninggal dunia akibat penyakit ini jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi minuman ini dengan porsi yang lebih sedikit atau bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali.

“Jumlah minuman manis atau frekuensi meminumnya bisa mempengaruhi sistem metabolisme tubuh yang akhirnya meningkatkan risiko terkena penyakit jantung,” ucap dr. Welsh.

Melihat fakta-fakta ini, kita masih bisa mengonsumsi air es, asalkan air es ini hanya terbuat dari air putih, bukannya minuman manis yang diberi tambahan gula atau pemanis buatan. Kita juga sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi minuman kemasan karena biasanya juga tinggi kandungan gula.

Sumber : DokterSehat.Com