Pengurus
doktersehat-bahaya-makanan-manis

Siapa sih yang tidak suka dengan makanan dan minuman manis? Makanan dan minuman ini bisa memberikan kepuasan tersendiri. Bahkan, banyak orang yang sengaja mengonsumsinya demi mengatasi stres atau gangguan suasana hati. Masalahnya adalah, pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis bisa memicu peningkatan risiko terkena kanker.

Kaitan antara makanan dan minuman manis dengan risiko kanker

Pakar kesehatan yang berasal dari Roger Center Center Symptom Manegement and Supportive Care Programme menyebut kebiasaan mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi bisa meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker darah.

Menurut penelitian yang mereka lakukan, risiko terkena kanker terkait erat dengan cara tubuh dalam merespons asupan gula. Jika sampai kebiasaan mengonsumsi gula dilakukan dengan berlebihan, dikhawatirkan hal ini akan memicu resistensi insulin yang akhirnya berimbas pada kenaikan kadar gula darah. Hal ini meningkatkaninsulin-like growth factor atau IGF yang bisa membuat perkembangan kanker berlangsung dengan lebih cepat.

Masalahnya adalah kebanyakan orang sudah terlanjur terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula setiap hari. Sebagai contoh, kita terbiasa ngemil makanan-makanan manis. Bahkan, minuman yang kita buat setiap hari di rumah seperti kopi atau teh juga biasanya diberi tambahan gula. Padahal, hal ini bisa membuat asupan gula melebihi batasan yang aman.

Pakar kesehatan dr. Ronald Hukom dari Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia menyebut sel kanker bisa berkembang dengan lebih cepat dan tumbuh dengan lebih kuat jika kita mengonsumsi gula dalam jumlah banyak. Gula bisa dijadikan bahan bakar bagi sel kanker untuk terus berkembang.

Apakah gula alami dari buah juga bisa menyebabkan dampak yang sama?

Buah juga memiliki rasa yang manis karena memiliki kandungan gula alami. Hanya saja, apakah kandungan gula dalam buah ini jika sering dikonsumsi bisa meningkatkan risiko terkena kanker? Pakar kesehatan menyebut gula alami di dalam buah tidak akan menyebabkan dampak tersebut. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan antioksidan dan nutrisi lain di dalam buah yang justru bisa mencegah datangnya kanker.

Melihat fakta ini, kita memang sebaiknya tidak lagi sembarangan mengonsumsi makanan atau minuman manis seperti kue, biskuit, roti putih, pasta olahan, permen, jus buah kemasan, minuman manis, minuman bersoda, jus buah, dan lain-lain.

Kebiasaan lain yang juga bisa menyebabkan risiko kanker naik

Selain kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, pakar kesehatan menyebut ada berbagai hal lain yang sering kita lakukan yang ternyata juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker.

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang harus kita hindari tersebut.

  1. Hobi mengonsumsi minuman beralkohol

Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol bisa meningkatkan risiko kanker payudara, kanker rektum, kanker usus, serta kanker kerongkongan. Risiko ini bahkan meningkat tajam jika kita mengonsumsinya dua kali dalam sehari.

  1. Sering terpapar polusi udara

Jika kita sering terpapar polusi udara, baik itu gas buang kendaraan bermotor atau gas buang dari perusahaan, maka risiko terkena kanker paru akan meningkat dengan signifikan.

  1. Sering mengonsumsi makanan yang dibakar

Hobi mengonsumsi makanan yang dibakar seperti sate atau barbeque bisa meningkatkan risiko kanker usus besar, kanker pankreas, dan kanker usus besar. Hal ini disebabkan oleh bagian makanan yang gosong yang memiliki kandungan karsinogen.

  1. Sering mengonsumsi makanan kalengan

Makanan kalengan terpapar bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormon atau DNA, salah satu penyebab dari munculnya kanker.

Sumber : DokterSehat.Com