Pengurus
gejala-hiperkolesterolemia-doktersehat

hiperkolesterolemiaDokterSehat.Com – Hiperkolesterolemia adalah masalah kesehatan yang tidak bisa diabaikan dan dianggap remeh. Pasien yang mengalamihiperkolesterolemiaharus segera mendapatkan terapi hiperkolesterolemia yang tepat. Jika tidak, akan menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Oleh karena itu, yuk ketahui lebih jauh tentang hiperkolesterolemia! Artikel ini mengandung definisihiperkolesterolemia, penyebabhiperkolesterolemia, gejalahiperkolesterolemia, diagnosis hiperkolesterolemia, dan terapi atau pengobatanhiperkolesterolemia.

Definisihiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi di mana kadar kolesterol di dalam darah cukup tinggi. Kejadianhiperkolesterolemia bisa dilihat melalui nilai kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida.

Nilai kolesterol total yang sudah mencapai 240 mg/dL bisa dikatakan sebagai kolesterol tinggi atauhiperkolesterolemia. Kondisihiperkolesterolemia menjadi lebih parah bila nilai kolesterol HDL rendah, nilai kolesterol LDL, dan nilai trigliserida tinggi.

Sebenarnya, kolesterol memiliki manfaat bagi tubuh jika jumlahnya tidak berlebih. Beberapa manfaat kolesterol di antaranya adalah untuk membantu proses metabolisme, membantu kerja otak, berperan dalam pembentukan vitamin D, dan lainnya.

Namun, seperti yang sudah dijelaskan, kadar kolesterol total yang berlebih akan menjadi musuh kesehatan yang mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, tetaplah menyimak penjelasan terkaithiperkolesterolemia.

Penyebabhiperkolesterolemia

Kolesterol yang menumpuk terlalu banyak di dalam darah hingga mencapai ambang batas normal tidak terjadi tanpa sebab. Ada dua hal utama yang menyebabkan terjadinya hiperkolesterolemia, yaitu warisan genetik dan gaya hidup tidak sehat.

Berikut ini adalah penyebabhiperkolesterolemia:

1. Warisan genetik

Seseorang yang mengalamihiperkolesterolemia bisa dikarenakan adanya riwayat keluarga. Salah satu atau kedua orang tua yang memiliki riwayathiperkolesterolemia bisa menurunkan hal ini pada anak-anaknya secara genetik. Kondisi ini disebut sebagai familial hypercholesterolemia.

2. Gaya hidup tidak sehat

Penyebabhiperkolesterolemia lainnya adalah gaya hidup tidak sehat. Gaya hidup yang tidak sehat bisa dilihat melalui pola diet harian, tingkat aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok.

Inilah beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinyahiperkolesterolemia:

  • Obesitas – Nilai IMT lebih dari 27
  • Kebiasaan merokok
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayur
  • Suka makan cemilan
  • Kurang berolahraga
  • Penyakit diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Hipotiroidisme
  • Usia – 45 tahun atau lebih untuk pria dan 55 tahun atau lebih untuk wanita

Gejalahiperkolesterolemia

Kejadianhiperkolesterolemia baru memiliki gejala jika sudah memicu terjadinya komplikasi. Gejala hiperkolesterolemia tersebutseperti benjolan kecil di bawah kelopak mata, stroke, dan penyakit jantung.

Namun, ada beberapa tanda yang memungkinkan seseorang mengalamihiperkolesterolemia. Inilah beberapa tanda yang bisa memungkinkan adanyahiperkolesterolemia:

  1. Jantung sering berdebar
  2. Sering kesemutan
  3. Sakit kepala atau pusing
  4. Otot mudah lelah
  5. Nyeri sendi
  6. Mual dan muntah
  7. Sesak napas

Apabila Anda mengalami salah satu atau beberapa tanda dan gejalahiperkolesterolemia tersebut, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan tindakan diagnosisuntuk memastikan kejadian hiperkolesterolemia secara medis.

Diagnosishiperkolesterolemia

Diagnosishiperkolesterolemia adalah dengan melakukan tes kolesterol. Pemeriksaan kolesterol dilakukan dengan mengambil sampel darah. Namun, sebelumnya pasien harus berpuasa hingga 12 jam sebelum pengambilan sampel darah.

Puasa perlu dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang akurat. Tes kolesterol akan menunjukkan beberapa nilai, yaitu kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida atau lemak darah.

Hasil dari pemeriksaan kolesterol akan dibandingkan dengan nilai normal kolesterol. Inilah nilai normal beberapa jenis kolesterol:

No.Jenis kolesterolNilai normal1Kolesterol totalkurang dari 200 mg/dL2Kolesterol LDLkurang dari 100 mg/dl3Kolesterol HDL40-60 mg/dl4Trigliseridakurang dari 150 mg/dL

Nilai setiap kolesterol yang melebihi nilai normal tersebut menunjukkan bahwa pasien memiliki nilai kolesterol yang diambang batas atau sudah bisa dikategorikan sebagai kolesterol tinggia tauhiperkolesterolemia.

Pasien yang positif mengalami hiperkolesterolemia akan menunjukan nilai kolesterol total lebih dari 239 mg/dL, kolesterol LDL lebih dari 139 mg/dL, trigliserida lebih dari 159 mg/dL, dan kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dL.

Jika hasilnya menyatakan demikian, maka pasien tersebut perlu melakukan terapihiperkolesterolemia!

Terapihiperkolesterolemia

Ada beberapa terapihiperkolesterolemia yang bisa dilakukan untu mengatasi masalahhiperkolesterolemia. Beberapa pengobatanhiperkolesterolemia tersebut bisa dilakukan dengan menerapkan diet untuk kolesterol tinggi, obat, dan suplemen.

Inilah beberapa terapihiperkolesterolemia yang bisa mengatasi hiperkolesterolemia:

1. Diet untukhiperkolesterolemia

Merujuk dari The National Cholesterol Education Program (NCEP), ada panduan diet yang bagi penderita kolesterol tinggi.

Inilah pedoman diet yang dianjurkan oleh NCEP bagi penderita kolesterol tinggi:

No.Zat GiziAturan1Total lemakKurang dari 30% asupan kalori harian2Lemak jenuhKurang dari 7% asupan kalori harian3Lemak tak jenuh gandaKurang dari atau sama dengan 10% asupan kalori harian4Lemak tak jenuh tunggal:Sekitar 10%-15% asupan kalori harian5KolesterolKurang dari 200 miligram per hari.6Karbohidrat50%-60% asupan kalori harian

Panduan diet tersebut juga bisa berupa diet vegetarian. Anda juga bisa memasukkan beberapa jenis makanan yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam menu harian. Beberapa makanan tersebut seperti oatmeal, ikan salmon, minyak zaitun, dan kacang almond.

2. Obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang biasa diberikan kepada pasienhiperkolesterolemia. Beberapa obathiperkolesterolemia adalah alirocumab dan statin. Obat alirocumab memiliki cara kerja yang berbeda dengan statin.

Obat alirocumab bisa menjadi pengobatanhiperkolesterolemia karena dapat menurunkan kolesterol total. Penurunan kolesterol total terjadi karena obat alirocumab dapat membantu hati menyerap lebih banyak kolesterol LDL.

Terapi hiperkolesterolemia juga bisa dengan memberikan statin. Cara kerja Statin untuk menurunkan nilai kolesterol total adalah dengan menghambat produksi kolesterol di hati.

3. Suplemen

Terapihiperkolesterolemia juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3. Manfaat suplemen asam lemak omega-3 adalah untuk menurunkan kadar lemak darah.

Sumber : DokterSehat.Com