loading...
Pengurus
Hati-Hati, Ini Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Mungkin Ditiru Anak

Orang tua merupakan panutan utama bagi anak. Jadi, tidak heran kalau berbagai tingkah laku Ayah dan Bunda ditiru oleh Si Kecil. Kadang tanpa disadari, kebiasaan yang buruk pun ikut ditiru oleh anak.

Meniru kebiasaan orang tua merupakan salah satu tahap perkembangan anak yang penting. Tahap meniru ini biasanya muncul saatanak berusia satu tahun. Anak akan meniru apa saja yang dilakukan orang tua, mulai dari penggunaan bahasa hingga perilaku sosial.Yuk, perhatikan dan waspadai kebiasaan buruk apa saja yang dapat ditiru anak.

Berbagai Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Mungkin Ditiru Anak

Dari berbagai kebiasaan orang tua, tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan buruk yang sering ditiru oleh anak:

Bersikap emosional Salah satu hal yang mungkin ditiru anak adalah sikap orang tua yang emosional saat menghadapi sesuatu. Misalnya, orang tua yang bersifat agresif, cenderung memiliki anak dengan sifat yang sama.
  • Sering mengeluh Saat menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan, mungkin tanpa sadar kita akan mengeluh. Namun, hati-hati. Sering mengeluh di depan anak, secara tidak langsung mengajarkan anak untuk tidak bersyukur dengan kondisinya.
  • Mengonsumsi makanan kurang sehat Jika orang tua sering mengonsumsi makanan manis, ada kemungkinan Si Kecil juga suka makanan manis. Padahal,terlalu sering mengonsumsi makanan manis dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan diabetes.
  • Berbohong Ketika orang tua berbohong mengenai suatu hal pada anak, maka anak akan berpikir bahwa berbohong adalah hal yang normal dan boleh dilakukan. Selain itu, sering berbohong juga akan menurunkan kepercayaan anak pada orang tua.
  • Menggunakan gadget berlebihan Sebagian orang tua mungkin sulit mengurangi penggunaan gadget, apalagi jika berhubungan dengan pekerjaan. Nah, jika Si Kecil sering melihat Ayah dan Bunda sibuk dengan gadget, kemungkinan besar dia juga meniru kebiasaan ini.Padahal penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat bisa membawa dampak negatif bagi kesehatannya, seperti obesitas dan insomnia.Kebiasaan menggunakan gadget juga dapat menyebabkan anak menjadi lebih mudahtantrum.
  • Selain beberapa kebiasaan di atas, kebiasaan orang tua yang mungkin ditiru anak adalah emotional eating, kebiasaan berdebat, dan bergosip.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

    Tidak mudah untuk mencegah Si Kecil meniru berbagai kebiasaan Ayah dan Bunda. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar anak dapat melalui fase meniru dengan baik:

    Menjadi contoh yang baik Hal pertama yang perlu orang tua perhatikan adalah menjadi contoh yang baik untuk anak. Misalnya, melalui ketenangan dan kebijakan orang tua dalam menyelesaikan masalah, kebiasaan mengonsumsi makanan yang sehat, atau kebiasaan berolahraga. Orang tua juga bisa mencontohkan hal-hal yang bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian anak, seperti menaruh piring kotor di tempat cuci atau membereskan ranjang setelah bangun tidur.
  • Prioritaskan keamanan anak Anak dapat meniru berbagai kebiasaan, mulai dari menyikat gigi hingga menyapu lantai. Tidak tertutup kemungkinan anak akan melakukan hal yang mungkin bisa membahayakan dirinya sendiri, misalnya menyalakan kompor di dapur atau meminum obat yang sering diminum orang tuanya. Pastikan Ayah dan Bunda mengawasi Si Kecil dengan baik, dan memberitahunya hal-hal apa saja yang belum boleh ia lakukan.
  • Ingatkan Si Kecil Beri tahu Si Kecil bahwa tidak semua yang dilakukan orang tua harus ditiru dan baik dilakukan oleh anak. Ketika melakukan suatu kebohongan kecil, misalnya memuji masakan orang lain yang sebenarnya kurang enak, jelaskan kepadanya bahwa Ayah dan Bunda bermaksud untuk bersikap baik dan tidak ingin menyakiti perasaan orang tersebut. Namun, tetap tekankan bahwa berbohong pada dasarnya adalah hal yang salah.
  • Masa kecil anak memegang peranan penting dalam masa depannya kelak. Jadi, tanamkanlah hal-hal yang baik dalam diri anak. Salah satunya adalah dengan memberikan contoh kebiasaan yang baik. Namun jika Si Kecil sudah terlanjur meniru berbagai kebiasaan buruk Ayah dan Bunda, cobalah untuk berkonsultasi ke psikolog mengenai cara untuk mengubah kebiasaan tersebut.

    Sumber : AloDokter.Com