Pengurus
gairah-seks-wanita-hamil-doktersehat

Disadari atau tidak, gairah seks wanita akan mengalami perubahan saat mereka mendapatkan kehamilan. Ada wanita yang jauh lebih bergairah saat mereka sedang hamil. Namun, ada juga wanita yang tidak begitu bergairah dan merasa malas untuk melakukan seks. Dua perubahan ini adalah hal wajar dan akan dialami oleh wanita di beberapa tingkatan kehamilannya.

Bagaimana kehamilan memengaruhi seks?

Ada dua kondisi yang akan dialami oleh seorang wanita ketika mereka mengalami kehamilan. Pertama adalah peningkatan hormon seks seperti estrogen dan progesteron. Peningkatan ini menyebabkan seorang wanita mengalami peningkatan konsentrasi atau aliran darah ke area kemaluan dan dada. Dua hal ini menyebabkan gairah seksual wanita jadi meningkat.

Bersamaan dengan kondisi di atas, wanita dengan kondisi hamil juga akan mengalami mual, muntah, tidak bisa makan, susah tidur, dan gangguan lainnya. Akibat serangan bertubi-tubi ini wanita akan cenderung lemas, apalagi mereka yang tidak bisa makan karena sering muntah. Akhirnya gairah seksualnya anjlok dan menyebabkan mereka malas untuk bercinta.

Setiap wanita merespons kondisi ini berbeda-beda. Ada yang biasa saja, ada yang merasa tersiksa, dan ada yang menikmati gairah seksnya yang meningkat. Umumnya gairah seks akan menurun perlahan-lahan pada trimester pertama, lalu naik pada trimester kedua, lalu sedikit turun mendekati persalinan.

Perubahan gairah seks per trimester kehamilan

Seperti yang sedikit dibahas sebelumnya, perubahan pada tubuh tetap ada pada wanita karena kenaikan hormon dan kondisi fisik. Selengkapnya, simak perubahan itu di setiap trimesternya.

  1. Trimester Pertama

Tiga bulan pertama kehamilan, beberapa wanita merasakan peningkatan gairah seksual.

Tidak sedikit yang mengalami sebaliknya. Tubuh yang terasa tidak nyaman akibat kenaikan hormon berlebihan, tanda kehamilan yang sangat intens seperti muntah dan mual, hingga stres menyebabkan libido jadi anjlok.

Wanita yang baru saja hamil akan mengalami beberapa kejadian. Pertama mereka akan mengalami perubahan fisik, embrio yang terbentuk akan terus berkembang lalu bergerak ke rahim untuk melakukan implantasi, selanjutnya tubuh menghasilkan human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon inilah yang menyebabkan estrogen dan progesteron jumlahnya naik.

Kenaikan dua hormon seks yang berlebihan itu ternyata memiliki efek samping yang besar pada wanita. Beberapa efek samping yang akan dialami terdiri dari lelah berlebihan, mengalami stres, gangguan masalah pencernaan, dan payudara jadi membesar dan kadang terasa sakit saat disentuh.

  1. Trimester Kedua

Hormon human chorionic gonadotropin (hCG) adalah biang kerok yang menyebabkan wanita mengalami gangguan pada tubuhnya seperti mual hingga muntah.

Hormon ini biasanya mencapai puncaknya pada minggu ke-6. Selanjutnya anjlok dengan sendirinya sehingga wanita lebih bisa nyaman dan makan apa pun tanpa takut muntah.

Penurunan hCG tidak dibarengi dengan penurunan estrogen dan progesteron yang dipicu oleh hormon itu. Dua hormon seks ini bekerja untuk membantu pertumbuhan dari janin yang ada di dalam kandungan. Tanpa dua hormon ini perkembangan bayi hingga kekuatan rahim bisa mengalami penurunan.

Kenaikan dua hormon seks tentu memengaruhi fungsi seksual dari wanita yang sedang hamil tersebut. Aliran darah ke area vagina dan payudara juga akan meningkat selain libido ikut naik dengan sendiri. Organ itu jadi sangat sensitif dan memberikan rangsangan seksual besar kalau tergesek pakaian atau disentuh pasangan. Pada tahap inilah kemungkinan besar wanita mulai bisa melakukan seks kembali.

  1. Trimester Ketiga

Trimester ketiga adalah masa paling krusial karena wanita akan mengalami peningkatan ukuran tubuhnya mulai dari perut, payudara, dan area paha.

Perubahan ini akan membuat mereka mengalami kesulitan saat beristirahat hingga saat akan melakukan seks dengan pasangan.

Kesulitan yang dialami menyebabkan seks sedikit susah dilakukan, tapi masih bisa diusahakan dengan mengubah gayanya. Seks masih bisa berjalan dengan lancar. Bahkan, wanita bisa mendapatkan orgasme.

Pada trimester ketiga ini seks memang lebih dianjurkan oleh beberapa dokter. Ada yang mengatakan kalau seks bisa membantu persalinan seorang wanita. Terlepas benar atau tidaknya, saat melakukan seks di bulan akhir kehamilan, lakukan dengan hati-hati. Wanita bisa mengalami kontraksi di rahim yang mungkin terasa sakit saat mereka orgasme.

Cara berhubungan seks saat hamil yang aman

Meski seks saat hamil diperbolehkan untuk dilakukan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar aktivitas ini berjalan dengan lebih aman dan tidak mengganggu ibu dan janin.

  • Seks vaginal. Seks bisa dilakukan kalau kandungan kuat dan wanita bisa melakukannya. Kalau kandungan lemah, kemungkinan besar akan terjadi gangguan pada janin. Setiap melakukan seks, pilih posisi yang tepat agar wanita selalu nyaman. Selanjutnya, menggunakan kondom adalah hal wajib yang harus Anda lakukan.
  • Seks anal. Sama halnya dengan seks vaginal, posisi dan kenyamanan wanita sangat memengaruhi. Selain itu penggunaan pengaman harus dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi penyakit. Wanita hamil yang berat badannya meningkat juga rawan sekali mengalami wasir. Jadi seks harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Seks oral yang dilakukan ke pria atau wanita menerimanya memang disarankan menggunakan pengaman entah kondom dengan aroma atau dental dam. Dengan melakukan ini penularan penyakit hingga embolisme tidak terjadi.
  • Seks solo atau masturbasi. Masturbasi masih bisa dilakukan oleh wanita karena bisa meredakan ketegangan dan juga stres. Namun, kalau dokter tidak menganjurkan karena orgasme bisa memicu kontraksi yang berbahaya, lebih baik ditinggalkan.

Demikianlah ulasan tentang perubahan gairah seksual yang akan dialami oleh wanita yang sedang hamil. Kalau Anda merasa ada perubahan gairah seksual selama kehamilan, jangan takut karena hal itu sangat wajar. Apa pun yang terjadi, tetap lakukan seks dengan aman agar kehamilan bisa berjalan dari awal hingga akhir.

Sumber : DokterSehat.Com