loading...
Pengurus
gula-darah-diabetes-doktersehat

Salah satu masalah kesehatan yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia adalah diabetes. Masalahnya adalah banyak orang yang tidak mampu mendiagnosis masalah kesehatan ini sejak awal sehingga memiliki harapan hidup yang rendah. Selain karena tidak benar-benar mampu mengenali gejalanya, banyak penderita diabetes yang bahkan tidak tahu harus kemana memeriksakan kondisi kesehatannya.

Tempat untuk melakukan tes diabetes

Di fase-fase pre-diabetes atau di fase awal diabetes, penyakit ini seringkali memang tidak menunjukkan gejala yang jelas. Karena alasan inilah kita sebaiknya memeriksakan kondisi gula darah secara berkala demi mengetahui apakah memiliki risiko untuk terkena diabetes atau tidak.

Lantas, kemanakah kita bisa melakukan pemeriksaan yang terkait dengan masalah diabetes?

Sebenarnya, di banyak apotek atau puskesmas kini telah ada pemeriksaan kadar gula darah. Hasil pemeriksaan ini sebenarnya bisa dijadikan pedoman tentang risiko diabetes. Hanya saja, sebaiknya kita segera memeriksakan kondisi ini ke rumah sakit atau dokter spesialis penyakit dalam – konsultan endokrin metabolik dan diabetes (SpPD-KEMD) jika hasil tes kadar gula darah ini terlihat mencurigakan.

Biasanya, saat kita menerima hasil tes pemeriksaan kadar gula darah awal, kita akan ditanya tentang riwayat kesehatan sebelumnya, riwayat kesehatan keluarga, dan gaya hidup setiap hari, khususnya dalam hal pola makan.

Selain itu, jika diperlukan, kita juga bisa menjalani tes urine untuk mengetahui secara lengkap tentang kadar gula darah, kadar kolesterol, jumlah protein di dalam urine, serta jumlah hemoglobin A1C. Hasil pemeriksaan secara menyeluruh inilah yang bisa menjadi dasar apakah kita terkena diabetes atau tidak.

Beberapa gejala diabetes yang harus diwaspadai

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang patut dicurigai sebagai tanda dari diabetes. Jika kita mulai mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut adalah beberapa gejala diabetes yang harus kita waspadai.

  1. Peningkatan frekuensi buang air kecil

Jika kita lebih sering buang air kecil, termasuk di malam hari saat tidur malam, bisa jadi hal ini adalah tanda dari kadar gula darah yang sudah sangat tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang sudah tidak lagi mampu memproduksi hormon insulin dengan normal sehingga tidak ada yang bisa memetabolisme gula darah tersebut.

Tubuh pun berusaha menghilangkan kelebihan kadar gula darah ini lewat urine. Hal inilah yang kemudian membuat frekuensi buang air kecil meningkat drastis.

  1. Mudah haus meski sudah banyak minum

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, diabetes bisa menyebabkan gejala berupa frekuensi buang air kecil yang lebih sering. Hal ini tentu berimbas pada kebutuhan cairan tubuh yang meningkat. Karena alasan inilah penderita diabetes cenderung mudah mengalami haus meski sudah minum air dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan, ada yang sampai mengonsumsi puluhan liter air setiap hari akibat hal ini.

  1. Mudah lapar

Penderita diabetes ternyata juga mudah lapar. Hal ini disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak bisa dimetabolisme oleh tubuh dengan baik sehingga tubuh tidak mendapatkan energi dengan cukup. Hal ini membuat otak terus mengeluarkan sinyal kepada tubuh untuk mencari sumber energi berupa makanan. Hal inilah yang membuat tubuh mudah lapar meski sudah makan cukup banyak.

  1. Menurunnya berat badan dengan drastis

Meskipun penderita diabetes banyak makan karena terus merasa lapar, dalam realitanya mereka justru mengalami penurunan berat badan dengan cukup drastis. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi sehingga mencari sumber energi lainnya yakni tumpukan lemak atau otot. Hal inilah yang akhirnya membuat berat badan menurun drastis.

Sumber : DokterSehat.Com