Pengurus
gula-doktersehat

Salah satu penyebab kasus diabetes di Indonesia cenderung tinggi dan semakin meningkat adalah konsumsi gula yang berlebihan. Tak hanya makanan-makanan manis layaknya kue dan biskuit, kita juga cenderung suka mengonsumsi minuman manis seperti teh atau kopi manis, minuman bersoda, hingga minuman manis kemasan dan yang dijual di pinggir jalan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pun berusaha untuk menurunkan konsumsi gula ini dengan berencana menerapkan cuka pada gula.

Kemenkes mengkaji penerapan cukai pada gula

Belum jelas seperti apa penerapan cukai pada gula yang termasuk dalam kebutuhan bahan pokok harian masyarakat. Hanya saja, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Cut Putri Arianie menyebut cukai memang bisa dikenakan pada gula atau produk makanan dengan kandungan gula tinggi demi mencegah kasus diabetes di masyarakat.

“Kami harap cukai rokok dinaikkan, tapi cukai gula juga harus diterapkan karena penyakit yang disebabkan oleh gula seperti diabetes kasusnya semakin meningkat di Indonesia,” ucap Cut Putri.

Kasus diabetes di Indonesia naik dengan signifikan

Sebagai informasi, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2019 yang dikeluarkan Kemenkes menyebut prevalensi diabetes melitus di Indonesia naik dari 6,9 persen dari total populasi pada 2013 menjadi 8,5 persen. Peningkatan ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang memang gemar mengonsumsi gula.

Kemenkes sebenarnya telah menerapkan aturan yang menyebut batasan maksimal konsumsi gula harian adalah empat sendok makan. Sayangnya, banyak orang yang menganggap hal ini sebagai batasan untuk memberikan gula pada minuman seperti teh atau kopi saja. Padahal, bisa jadi di dalam makanan yang kita konsumsi juga sudah tinggi kandungan gula.

Hingga saat ini, pemerintah memang belum menerapkan cukai pada gula. Hanya saja, di berbagai negara lain bahasan mengenai cukai pada gula memang sudah dilakukan dengan alasan yang sama, yakni mencegah diabetes.

“Kemenkeu sebenarnya sudah membahas cukai pada gula saat mengadakan pertemuan dengan IMF. Seharusnya memang gula kena cukai karena bisa menyebabkan diabetes,” tambah Cut Putri.

Diharapkan, dengan penerapan cukai ini, maka konsumsi makanan atau minuman tinggi gula bisa semakin ditekan sehingga risiko diabetes pada masyarakat bisa semakin diturunkan.

Tips mengurangi konsumsi gula harian

Selain gula pasir atau gula merah yang sering kita gunakan di dapur, kita juga harus mewaspadai gula tambahan lain yang bisa ditemukan dalam makanan atau minuman yang kita beli jika ingin menurunkan asupan gula harian.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menurunkan konsumsi gula.

  1. Selalu cek label makanan

Selalu cek label makanan kemasan yang kita konsumsi demi mengetahui apa saja kandungan di dalamnya, termasuk kandungan gula tambahan. Hanya saja, seringkali nama dari gula tambahan ini tidak begitu jelas dan diganti dengan istilah lainnya. Beberapa istilah dari gula tambahan yang sering dicantumkan adalah gula tebu, gula sirup, sirup jagung, corn syrup, dekstrosa, fruktosa, dan sukrosa.

  1. Membeli bahan makanan alami

Sebagai contoh, jika kita ingin minum jus buah, sebaiknya tidak membeli jus buah kemasan dan membuatnya sendiri atau membelinya di penjual jus segar. Jus buah kemasan biasanya memiliki kandungan gula yang tinggi. Selain itu, berhati-hatilah saat membeli susu kemasan atau susu bubuk karena bisa jadi memiliki tambahan gula. Belilah susu segar yang tidak diberi tambahan gula.

  1. Biasakan untuk tidak menambahkan gula pada kopi dan teh

Salah satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia adalah selalu menambahkan gula pada kopi dan teh. Memang, rasa dari kedua minuman ini akan menjadi lebih manis, namun hal ini justru akan membuat kadar gula dan kalori keduanya meningkat sehingga bisa memicu peningkatan berat badan dan risiko diabetes. Jika ingin menambahkan rasa pada minuman atau makanan yang kita konsumsi, kita bisa menambahkan bubuk kakao, bubuk vanilla, dan beberapa rempah layaknya pala, jahe, dan kayu manis yang tentu jauh lebih aman bagi kesehatan.

  1. Batasi konsumsi makanan tinggi gula

Meskipun berat, kita memang harus mulai membatasi asupan makanan tinggi gula layaknya donat, es krim, permen, kue, biskuit, dan lain-lain. Gantilah dengan camilan yang lebih sehat layaknya buah dan kacang-kacangan. Meskipun begitu, sesekali mengonsumsinya masih dianggap aman bagi kesehatan.

Sumber : DokterSehat.Com