loading...
Pengurus
Cek Cara Sederhana untuk Menurunkan Tekanan Darah di Sini

Jika dibiarkan tanpa penanganan, tekanan darah tinggi dapat membuatmu lebih berisiko terkena penyakit berbahaya, seperti gangguan jantung dan stroke. Tapi jangan panik! Kamu tidak perlu bingung, karena ada cara-cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan tekanan darahmu.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari, seperti pola makan, waktu tidur, dan aktivitas fisik. Selain mengonsumsi obat-obatan dari dokter, cara mudah untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan mengubah kebiasaan menjadi lebih sehat.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Ada beberapa kebiasaan sehat yang bisa kamu terapkan sehari-hari untuk membantu menurunkan tekanan darah, antara lain:

Rutin berolahraga

Olahraga dan bergerak aktif dapat memperkuat otot jantung sehingga mengurangi tekanan pada pembuluh darah dan juga menurunkan tekanan darah. Aliran darahmu juga jadi lebih lancar. Kamu disarankan untuk olahraga atau bergerak aktif 3-4 kali per minggu, masing-masing 30 menit atau setara 150 menit per minggu.

Aktif bergerak

Aktif bergerak bukan hanya berolahraga saja. Kamu sudah terhitung bergerak aktif dengan memperbanyak aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, menaiki tangga, membereskan rumah, bersepeda, atau mencuci mobil. Aktivitas tersebut perlu dilakukan setidaknya setengah jam setiap hari.

Berhenti merokok

Agar pembuluh darah lebih sehat, kamu dianjurkan berhenti merokok. Merokok dapat menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah, peradangan, dan penyempitan arteri.

Semua faktor ini menyebabkan tekanan darah meningkat secara bertahap. Bahkan, perokok pasif atau orang yang sering dikelilingi asap rokok juga dapat mengalami hipertensi di masa mendatang.

Istirahat cukup, jauhi alkohol, dan batasi kafein

Tekanan darah pada orang yang sering mengalami gangguan tidur, mengonsumsi alkohol, dan mengonsumsi kafein, cenderung lebih tinggi. Jadi, yuk biasakan untuk mencukupi kebutuhan istrahat, dengan tidur 7-9 jam sehari. Satu lagi, jauhkan diri dari alkohol dan batasi kafein yang terdapat pada kopi, cokelat, atau minuman berenergi.

Kurangi konsumsi garam

Garam mengandung natrium, yang bila dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko hipertensi. Faktanya, sekitar 75% konsumsi natrium berlebih berasal dari makanan kemasan dan makanan di luar rumah.

Agar tekanan darah stabil, kamu dianjurkan memasak dan mengatur sendiri bahan masak yang sesuai. Batasi asupan garam kurang dari 1,5 gram per hari.

Kurangi karbohidrat rafinasi

Mengurangi konsumsi karbohidrat rafinasi, seperti nasi putih dan roti, terbukti dapat menurunkan tekanan darah, bahkan lebih efektif daripada diet rendah lemak. Sebagai gantinya, kamu bisa memperbanyak makanan kaya protein seperti ikan, telur, daging sapi, dada ayam, kacang-kacangan dan keju.

Konsumsi cukup kalium

Mengonsumsi kalium dapat membantu mengeluarkan natrium keluar dari tubuh. Kamu bisa mendapatkannya secara alami dari pisang, alpukat, jeruk, susu rendah lemak, ikan, dan sayuran seperti kentang, tomat, dan bayam. Khusus untuk penderita penyakit ginjal, sebaiknya konsultasikan ke dokter dulu.

Kelola stres dengan baik

Kamu perlu memahami bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana. Yang harus diperhatikan, usahakan untuk selalu mengelola stres dengan baik, apalagi pada saat rencana-rencanamu tidak berjalan sesuai harapan.

Sebab, stres bisa ikut memengaruhi emosi dan tekanan darah di dalam tubuhmu. Stres yang berkepanjangan juga bisa memengaruhi pola hidupmu sehingga lebih berisiko meningkatkan tekanan darah.

Selain beberapa poin di atas, meluangkan waktu untuk menenangkan pikiran dan rajin melatih pernapasan juga penting dilakukan untuk menjaga tekanan darahmu tetap normal. Kamu bisa menggunakan waktu luang untuk melakukan hal menyenangkan, seperti berjalan-jalan bersama keluarga, bermain bersama anak atau berbincang dengan teman.

Bagi sebagian orang, perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk membuat tekanan darah tetap terkontrol. Mereka juga harus mengonsumsi obat penurun tekanan darah secara teratur. Jika kamu mendapatkan obat dari dokter, jangan berhenti mengonsumsinya ya, sambil tetap menerapkan pola hidup sehat seperti di atas.

Sumber : AloDokter.Com