Pengurus
Bunda, Ini Tips Memilih Gendongan Sesuai Usia Bayi

Gendongan bayi memiliki sejumlah manfaat, khususnya dalam membantu Bunda mengurus Si Kecil. Agar buah hati Bunda merasakan manfaat gendongan secara maksimal, yuk simak tips memilih gendongan yang tepat.

Gendongan tidak hanya berguna untuk membantu Bunda beraktivitas sambil tetap merawat bayi, tapi juga bisa digunakan untuk membantumenenangkan bayi ketika menangis, meningkatkan kemampuan bayi mempelajari hal baru, serta mempererat ikatan antara Bunda dan Si Kecil.

Tips Memilih Gendongan Bayi

Memilih gendongan bayi yang tepat tidak dapat dianggap sepele, sebab jika salah pilih, dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, sebelum membeli gendongan bayi, Bunda perlu memerhatikan beberapa hal berikut:

Sesuaikan dengan ukuran bayi Pastikan Bunda memilih gendongan yang sesuai dengan ukuran tubuh, umur, dan berat badan bayi ya. Jangan sampai gendongan terlalu longgar atau terlalu ketat, karena dapat mengganggu perkembangan tubuh bayi.
  • Gendongan aman dan kokoh Pastikan gendongan yang digunakan aman dan kokoh, khususnya untuk jenis gendongan depan dan belakang. Selain untuk keamanan Si Kecil saat digendong, juga agar gendongan bayi tahan lama. Sebelum membeli, Bunda dan Ayah harus memastikan kekuatan dudukan bayi dan tali penopangnya terlebih dahulu.
  • Gendongan nyaman digunakan Pastikan gendongan yang digunakan nyaman untuk segala kebutuhan, khususnya menyusui. Jangan lupa juga untuk memilih gendongan yang terbuat dari bahan yang tidak terlalu tebal dan mudah dicuci ya.

    Untuk Bunda yang memilikibayi prematur, sebaiknya berkonsultasi ke dokter dulu sebelum membeli gendongan, agar tidak salah memilih gendongan yang malah dapat membahayakan Si Kecil.

  • Tipe Gendongan Bayi Sesuai Usia

    Agar amandan nyaman digunakan, Bunda disarankan memilih gendongan sesuai dengan usia bayi. Berikut ini adalah beberapa jenis gendongan bayi yang umum digunakan, beserta usia yang direkomendasikan:

    Kain gendongan Jenis gendongan ini tidak asing lagi di Indonesia. Kain gendongan atau biasa disebut ‘cukin’, bisa berupa sarung atau kain tradisional lain. Selain untuk menggendong bayi, Bunda juga bisa menyusui bayi dengan nyaman menggunakan kain gendongan ini.

    Cara pemakaiannya mudah, Bunda cukup melilitkan kain ke tubuh, lalu atur posisi dan kencangkan hingga senyaman mungkin. Kain gendongan cocok digunakan untuk bayi yang berusia 0-2 bulan, karena berat bayi pada usia ini masih ringan.

  • Gendongan selempang Gendongan selempang (sling carrier) biasanya berbahan dasar kain katun atau linen. Gendongan ini memiliki bentuk yang mirip dengan kain gendongan. Namun bedanya, gendongan ini memilki dua tali penopang yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan Bunda dan Si Kecil. Gendongan selempang cocok digunakan untuk bayi yang berusia 0-2 bulan atau bayi dengan berat 4,5-6,8 kg. Selain memudahkan dalam proses menyusui, gendongan ini juga membuat bayi tetap hangat ketika berada dalam dekapan ibu.
  • Gendongan depan Gendongan depan (front carrier) agak berbeda dengan dua gendongan sebelumnya. Gendongan ini memungkinkan Bunda untuk menggendong Si Kecil dalam posisi duduk, karena ada bantalan untuk menopangnya. Gendongan depan memiliki bentuk seperti tas ransel yang menghadap ke depan.

    Gendongan depan memungkinkan bayi untuk duduk dengan dua arah, yaitu menghadap ke depan atau ke belakang berhadapan dengan yang menggendongnya. Gendongan ini cocok digunakan oleh bayi yang sudah berusia 5-6 bulan, karena leher bayi sudah lebih kuat dan dapat menegakkan kepala sendiri.

  • Gendongan belakang Gendongan belakang (backpack carrier) adalah gendongan yang digunakan seperti tas ransel. Gendongan jenis ini biasanya digunakan untuk Bunda yang akan beraktivitas lama Gendongan belakang cocok digunakan untuk bayi yang sudah berusia 1 tahun.
  • Hal yang Perlu Diperhatikan

    Selain memahami jenis dan cara memilih gendongan yang tepat, Bunda juga harus memerhatikan beberapa hal dalam menggunakan gendongan, yaitu:

    Berlatih menggunakan gendongan Agar aman, Bunda bisa berlatih menggunakan gendongan terlebih dulu dengan boneka atau plastik yang berisi beras. Jika merasa sudah aman dan percaya diri, barulah Bunda menggendong Si Kecil dengan gendongan tersebut.
  • Belajar mengatur posisi gendongan Hal ini bertujuan untuk mengetahui posisi yang nyaman untuk bayi. Pastikan Bunda bisa melihat wajah bayi dengan jelas dan bayi bisa bernapas denganleluasa. Jangan sampai wajah bayi tertutup oleh gendongan.
  • Gendongan tidak boleh terlalu ketat JikaBunda menggunakan kain gendongan atau gendongan selempang, jangan melilitnya terlalu ketat ya. Jika terlalu ketat, pinggul bayi akan tertekan dan dapat terjadi gangguan susunan sendi panggul (displasia panggul).
  • Kaki bayi jangan menggantung Saat menggunakan gendongan bayi,pastikan kaki bayi tidak menggantung lurus ke bawah. Posisikan kain atau gendongan agar dapat menopang kakinya menyamping dari pangkal paha hingga lutut. Bunda juga bisa mengatur kaki bayi agar melingkar ke tubuh Bunda. Jika kakinya dibiarkan menggantung, Si Kecil akan lebih berisiko mengalami displasia panggul.
  • Satu hal lagi yang harus diingat, hindari menggunakan gendongan bayi saat mengendarai mobil, melompat, jogging, atau melakukan aktivitas lain yang bisa membuat bayi terguncang.

    Setelah memahami jenis gendongan yang tepat sesuai usia, serta tips memilih dan hal-hal yang harus diperhatikan saat memilih gendongan, diharapkan Bunda tidak salah membeli gendongan buat Si Kecil.

    Sumber : AloDokter.Com