Pengurus
Berbagai Penyebab Bayi Sering Muntah dan Cara Mengatasinya

Bayi sering muntah sebenarnya tergolong wajar, apalagi jika usia bayi baru beberapa minggu. Hal ini karena perut bayi masih menyesuaikan diri dengan porsi ASI atau susu formula yang diminum. Namun, masalah pencernaan bukan satu-satunya penyebab bayi sering muntah.

Muntah pada bayimerupakan kondisi keluarnya isi perut secara paksa. Saat hal ini terjadi, bayi cenderung menjadi rewel. Muntah yang keluar begitu saja, biasanya setelah menyusui, umumnya disebabkan lambung bayi tidak bisa menampung makanan yang masuk.

Berbagai Penyebab Bayi Sering Muntah

Terdapat berbagai penyebab bayi sering muntah, mulai dari yang wajar sampai yang harus diwaspadai. Di antaranya:

Makan atau minum terlalu banyak dan cepat Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ukuran lambung bayi yang masih kecil butuh penyesuaian dengan porsi susu atau makanan. Bayi butuh bersendawa agar makanan yang masuk bisa muat di perutnya. Memaksakan bayi makan terlalu banyak dan terlalu cepat dapat membuat bayi muntah.
  • Memiliki refleks muntah Bayi yang memiliki refleks muntah yang sensitif akan cenderung memuntahkan makanan atau obat-obatan yang tidak dia sukai. Dalam kasus ini, bayi akan memuntahkan makanan sesaat setelah menelannya.
  • Mengalami penyakit asam lambung Penyakit asam lambung terjadi ketika lingkaran otot antara kerongkongan dan lambung pada bayi masih berkembang. Penyakit asam lambung dapat menyebabkan makanan dari lambung kembali naik ke kerongkongan, dan juga bisa membuatnyacegukan. Terkadang makanan yang kembali ke kerongkongan masuk sedikit ke tenggorokan, sehingga Si Kecil batuk-batuk.
  • Mengalami gangguan pencernaan Bayi sering muntah secara tiba-tiba diiringi dengan diare,bisa menandakan adanya gangguan pencernaan gastroenteritis. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh infeksi virus, dan kadang juga oleh bakteri dan parasit.
  • Alergi terhadap susu atau makanan Bayi yang muntah setelah disusui mungkin mengalami alergi protein, baik pada ASI maupun susu formula. Kondisi ini muncul karena sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi berlebihan terhadap protein di dalam susu yang diminumnya. Kasusalergi susu terbilang jarang ditemukan pada bayi, namun jika hal ini terjadi pada bayi Anda, segera konsultasikan pada dokter anak.
  • Intoleransi susu atau makanan Karena gejalanya yang mirip, secara klinis sulit membedakan apakah muntah pada bayi disebabkan oleh alergi atau intoleransi susu. Berbeda dengan alergi, kondisi ini terjadi karena bayi sulit mencerna laktosa yang terdapat pada susu sapi karena bayi tidak memiliki enzim pencernaan yang cukup untuk mencerna laktosa.
  • Stenosis pilorus Stenosis pilorusterjadi karena otot yang mengontrol katup yang mengarah dari lambung ke usus menebal. Hal ini membuat makanan dan susu tidak dapat mengalir ke usus, sehingga tetap tertahan di lambung atau malah naik ke kerongkongan. Kondisi yang biasanya terjadi dalam waktu 30 menit setelah makan ini, umumnya dialami oleh bayi berusia sekitar 6 minggu, namun bisa terjadi kapan saja sebelum usianya mencapai 4 bulan. Karena kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, sepertidehidrasi dan kekurangan gizi, bayi Anda membutuhkan penanganan dokter sesegera mungkin.
  • Mengalami penyakit serius Bayi sering muntah, apalagi sehabis disusui, memang merupakan hal yang wajar. Namun bukan berarti orang tua boleh mengabaikan kondisi ini, karena muntah juga bisa menjadi gejala meningitis,infeksi saluran kemih, atau usus buntu. Gejala penyerta muntah yang perlu diwaspadai pada bayi adalah demam, lemas, tidak mau minum, dan terlihat sesak.
  • Cara Mengatasi Bayi Sering Muntah

    Cara mengatasi bayi sering muntah, terutama muntah setelah makan atau menyusui, adalah cukup dengan membantunya bersendawa.Gendong bayi dalam posisi tegak 30 menit setelah makan. Posisikan bayi di dada Anda, sehingga dagunya bersandar pada bahu Anda. Topang kepalanya dengan tangan Anda, sementara tangan Anda yang lain menepuk-nepuk punggung Si Kecil dengan lembut.

    Selain itu, Anda juga bisa melakukan metode berikut, sesuai dengan penyebab bayi sering muntah:

    Suapi Si Kecil dengan makanan secara perlahan.
  • Bagi bayi yang sudah bisa mengonsumsiMPASI atau makanan padat, buat tekstur makanan menjadi lebih padat agar tidak mudah dimuntahkan kembali.
  • Jika muntah disertaidiare, gantikan cairan yang hilang dengan memberikan oralit. Pemberian oralit sebaiknya atas konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Setelah itu, susui Si Kecil seperti biasa.
  • Apabila bayi sering muntah setelah diberi susu formula, Anda dapat beralih ke susu formula berbasis kacang kedelai atau susu formula khusus yang tidak mengandung laktosa.
  • Jika Si Kecil didiagnosis stenosis pilorus, kondisi ini dapat diatasi dengan tindakan operasi.
  • Beberapa kondisi yang harus diwaspadai pada kasus bayi sering muntah adalah muntah darah, muntah berwarna kuning atau hijau, muntah disertai batuk-batuk atau tersedak, muntah disertai demam tinggi, dan muntah tak berkesudahan selama 12 jam. Anda juga sebaiknya segera memeriksakan Si Kecil kedokter spesialis anak, jika berat badannya turun akibat banyak makanan yang terbuang saat muntah.

    Sumber : AloDokter.Com