Pengurus
berat-badan-doktersehat

Di bulan puasa, kita cenderung mengalami penurunan frekuensi makan. Jika di hari biasa kita makan tiga kali sehari, di bulan puasa kita hanya makan di waktu sahur dan berbuka. Selain itu, kita juga tidak memiliki kesempatan untuk makan dan minum seharian. Hal ini tentu bisa membuat berat badan turun. Hanya saja, apakah wajar jika penurunan berat badan ini cukup drastis?

Berbahayakah berat badan turun drastis di bulan puasa?

Pakar kesehatan menyebut penurunan berat badan di bulan puasa sebagai sesuatu yang wajar, namun penurunan ini biasanya tidak terlalu drastis seperti sekitar 1 atau 2 kilogram saja. Jika kita justru mengalami penurunan berat badan secara drastis, sebaiknya kita mewaspadai masalah kesehatan yang lebih serius.

Sebagai contoh, penyakit seperti kanker dan tuberkulosis bisa menyebabkan gejala penurunan berat badan dengan drastis hingga penderitanya memiliki tubuh yang kurus kerontang. Masalahnya adalah terkadang gejala-gejala awal dari masalah kesehatan tersebut tidak begitu terlihat sehingga kita tidak begitu menyadarinya. Saat berat badan turun dengan drastis inilah kita baru sadar jika ada yang salah dengan kondisi kesehatan.

Selain penyakit-penyakit fisik, penurunan berat badan secara drastis bisa jadi terkait dengan masalah psikis seperti depresi. Sebagai informasi, depresi diderita sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. Masalahnya adalah tidak semua orang menyadari dirinya sedang mengalami depresi.

Satu hal yang pasti, depresi bisa menurunkan nafsu makan dengan signifikan yang akhirnya berimbas pada penurunan berat badan yang drastis dalam waktu yang singkat.

Beberapa jenis penyakit yang bisa memicu penurunan berat badan secara drastis

Pakar kesehatan menyebut penurunan berat badan dengan drastis dalam jangka waktu 6-12 bulan, apalagi jika penurunan ini melebihi 5 persen dari berat badan semula sebaiknya segera diwaspadai karena bisa jadi terkait dengan masalah kesehatan.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa menyebabkan gejala kesehatan ini.

  1. Masalah hipertiroid

Masalah hipertiroid atau kelenjar hipertiroid yang terlalu aktif ternyata juga bisa menyebabkan penurunan berat badan secara drastis. Sebagai informasi, masalah kesehatan ini ternyata bisa membuat sistem metabolisme berlangsung dengan sangat cepat sehingga energi tubuh juga akan lebih cepat habis. Tubuh pun akhirnya mencari sumber energi baru dengan cara membakar tumpukan lemak di dalam tubuh. Hal inilah yang membuat berat badan secara drastis.

Penderita hipertiroid biasanya tetap memiliki nafsu makan yang normal, bukannya menurun. Hanya saja, meski mereka sudah mengonsumsi cukup banyak makanan, tetap saja berat badan turun dengan drastis.

  1. Diabetes

Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi. Bagi orang normal, keberadaan kadar gula darah ini berarti ada banyak sekali sumber energi yang bisa digunakan, namun bagi penderita diabetes, kadar gula darah ini tidak bisa dikonversi menjadi energi akibat terganggunya respons insulin di dalam tubuh.

Gula darah ini akhirnya hanya dibuang lewat buang air kecil dan tubuh justru mencari sumber energi dari tumpukan lemak dan otot. Hal inilah yang akhirnya membuat berat badan menurun dengan drastis.

  1. Radang Usus

Radang usus atau inflammatory bowel disease bisa dipicu oleh bakteri. Masalah kesehatan ini ternyata akan membuat tubuh tidak mampu mengelola energi dengan baik sehingga lebih cepat habis. Selain itu, gangguan pencernaan juga akan membuat nafsu makan menurun drastis sehingga ikut membuat berat badan lebih cepat turun.

  1. Gangguan paru

Penderita masalah paru kronis atau COPD akan mengalami peradangan parah, penurunan daya tahan tubuh, dan batuk kronis yang bisa menghabiskan energi. Hal ini tentu akan membuat penderitanya mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Sumber : DokterSehat.Com