Pengurus
Benarkah Balita Lebih Sehat Tanpa Popok? Cek Faktanya Yuk

Setiap orang tua punya cara sendiri dalam mengurus anak usia balita (bawah lima tahun), termasuk dalam menentukan apakah akan memberikan popok atau tidak. Sebagian orang tua merasa popok bisa membantu menjaga kebersihan si buah hati, tapi sebagian lainnya justru menganggap sebaliknya.

Salah satu alasan yang membuat orang tua tidak memberikan popok pada anak mereka sejak lahir adalah karena mereka menganggap bahwa anaknya akan lebih sehat tanpa mengenakan popok. Tapi, apakah anggapan itu benar?

Keuntungan jika Balita Dibiasakan Tanpa Popok

Faktanya, memang ada beberapa keuntungan yang bisa dirasakan orang tua jika anak balitanya tidak dibiasakan mengenakan popok sejak lahir, antara lain:

Risiko gangguan kesehatan lebih kecil

Tanpa popok, risiko anak mengalami ruam popok, infeksi saluran kencing, dan methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), cenderung lebih kecil.

Tidak perlu toilet training

Jika sudah dibiasakan tanpa popok, anak tidak perlu melalui masa peralihan toilet training yang idealnya baru dijalankan di usia 2 tahun ke atas.

Cepat belajar mengontrol buang air

Tanpa popok, anak lebih cepat belajar menyadari dan mengontrol kebutuhannya sendiri untuk buang air, serta mengosongkan kandung kemihnya dengan baik.

Irit biaya dan efisien

Selain lebih hemat karena tidak perlu membeli popok sekali pakai, orang tua juga tidak perlu repot mencuci dan mengeringkan popok kain.

Ramah lingkungan

Tidak menggunakan popok dapat membantu mengurangi sampah popok sekali pakai, yang konon perlu waktu sekitar 500 tahun agar terurai. Selain itu, juga berkontribusi mengurangi limbah deterjen untuk mencuci popok kain.

Mengajari Anak Buang Air di Toilet

Jika ingin membatasi penggunaan popok, Bunda bisa mengajari Si Kecil untuk buang air langsung di toilet. Cara ini sudah lama dilakukan sebagian orang tua di beberapa negara maju, dan tentunya membutuhkan peran aktif dari orang tua.

Di Amerika, pendekatan mengondisikan balita tanpa popok ini dijalankan dengan metode komunikasi eliminasi (elimination communication/EC). Dasar dari teknik ini adalah mengenali tanda-tanda alami yang muncul saat Si Kecil akan buang air.

Begitu Si kecil tampak akan buang air, orang tua dapat langsung membawanya ke toilet. Seiring usianya bertambah, tanda-tanda ini akan semakin jelas. Jika Si Kecil sudah bisa diajak bicara, Bunda dapat memastikannya dengan bertanya, “Mau pipis?”

Walaupun efektif, metode ini memerlukan kesabaran ekstra dari orang tua maupun pengasuh. Selain mencermati tanda-tanda Si Kecil ingin buang air, beberapa waktu sekali mungkin Bunda juga perlu mengajaknya ke toilet untuk buang air meskipun belum ada tandanya.

Hal ini tentu membutuhkan usaha ekstra, sehingga sebagian orang tua menerapkan metode ini bergantian dengan pemakaian popok. Misalnya ketika di rumah, anak dibiarkan tidak mengenakan popok, sementara saat bepergian atau saat tidur di malam hari, popok baru dikenakan.

Nah, mana yang menjadi pilihan Bunda? Intinya, mengenakan popok atau tidak, keduanya memiliki manfaat dan konsekuensinya masing-masing. Yang jelas, pastikan cara yang dipilih nyaman bagi Si Kecil maupun bagi Bunda.

Sumber : AloDokter.Com