Pengurus
Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Mengisap Jempol pada Anak

Apakah Si Kecil suka mengisap jempol? Sebenarnya mengisap jempol merupakan hal yang wajar dilakukan anak di bawah usia 2 tahun. Tapi hati-hati, Bunda. Jika dibiarkan berlarut-larut, mengisap jempol bisa membawa dampak negatif bagi Si Kecil.

Mengisap jempol sebenarnya merupakan salah satu tahap perkembangan anak. Hal ini biasanya dilakukan Si Kecil untuk menenangkan diri dalam menghadapi suatu situasi. Umumnya, kebiasaan ini akan mulai berkurang pada usia 2-4 tahun.

Dampak Membiarkan Kebiasaan Anak Mengisap Jempol

Meski tergolong wajar, namun dianjurkan untuk tidak membiarkan kebiasaan ini hingga berlarut-larut, terutama jika Si Kecil sudah berusia lebih dari 4 tahun. Kebiasaan mengisap jempol bisa membawa berbagai dampak negatif bagi Si Kecil, terutama pada rongga mulutnya, seperti:

Gigi depan bagian atas tidak rata

Hal ini bisa terjadi karena kebiasaan mengisap jempol meningkatkan tekanan di rahang atas saat masa pertumbuhan, sehingga terjadi perubahan bentuk atau struktur pada rahang atas.

Gigi tonggos

Jika terus dilakukan hingga gigi susu lepas dan gigi dewasa (gigi tetap) tumbuh, kebiasaan mengisap jempol ini akan meningkatkan risiko Si Kecil memiliki gigi tonggos.

Cadel

Struktur gigi depan bagian atas yang tidak rata juga bisa mengubah bentuk rahang, sehingga memengaruhi cara bicara anak. Si Kecil mungkin akan terdengar cadel dalam mengucapkan sebagian huruf konsonan, seperti S dan Z.

Sebagian anak juga dapat memiliki langit-langit mulut yang lebih sensitif karena kebiasaan ini. Selain itu, jika tangan atau kuku Si Kecil tidak bersih, kotoran dan kuman penyebab penyakit dapat masuk ke dalam tubuhnya ketika ia mengisap jempol.

Cara Menghentikan Kebiasaan Mengisap Jempol

Pada sebagian anak, kebiasaan mengisap jempol memang akan berhenti dengan sendirinya. Namun, Bunda dan Ayah tetap perlu membantunya menghentikan kebiasaan ini sedini mungkin, untuk mencegah berbagai dampak negatif yang telah dijelaskan di atas.

Agar Si Kecil bisa segera menghentikan kebiasaan mengisap jempol, lakukanlah beberapa langkah berikut ini:

1.Cari tahu penyebabnya Pertama, cari tahu lebih dahulu penyebabnya. Biasanya anak mengisap jempol untuk mengekspresikan perasaan khawatir atau ketika ia bosan. Bunda dan Ayah bisa memeluk Si Kecil untuk memberikan rasa tenang dan nyaman saat ia merasa khawatir. Ajarkan juga Si Kecil cara lain untuk mengurangi rasa tegang atau takut, misalnya mendengarkan musik atau menarik napas panjang. Namun jika alasan Si Kecil mengisap jempol karena bosan, berikan ia mainan tangan untuk digenggam. 2.Berikan hadiah Memberikan hadiah kepada anak bisa menjadi salah satu cara untuk memotivasinya menghentikan kebiasaan ini. Hadiah yang diberikan tidak harus dalam bentuk barang, tetapi bisa juga berupa kelonggaran aturan. Misalnya, Si Kecil boleh bermain di taman jika berhasil tidak mengisap jempol selama seharian.

3.Berikan batasan waktu Untuk anak yang sudah sudah cukup besar, Bunda dan Ayah bisa memberikan batasan waktu untuk anak dalam mengisap jempol. Misalnya Si Kecil hanya boleh mengisap jempol di sore atau siang hari. Dengan begitu pelan-pelan Si Kecil akan menghentikan kebiasaannya tersebut.

4.Memberikannya pemahaman Berikanlah anak pemahaman tentang bahaya mengisap jempol. Jelaskan dengan sabar kepada Si Kecil bahwa mengisap jempol bisa membawa dampak buruk bagi kesehatannya. Tapi ingat, lakukan dengan cara yang sesuai tahapan usianya ya, Bunda dan Ayah. Untuk anak usia 2 tahun, Bunda dan Ayah bisa menjelaskannya dengan kalimat yang sangat sederhana dan menggunakan gambar yang menarik.

5.Berikan sarung tangan Bila perlu, orang tua juga bisa memakaikan Si Kecil sarung tangan. Hal ini akan membuatnya merasa tidak nyaman saat mengisap jempol, sehingga perlahan-lahan ia akan menghentikan kebiasan tersebut.

Jangan lupa juga untuk memuji Si Kecil jika dia bisa menahan keinginan untuk mengisap jempol. Dengan begitu, dia akan termotivasi untuk berhenti mengisap jempolnya.

Menghentikan kebiasaan mengisap jempol memang bukan hal yang mudah, namun Bunda dan Ayah tidak boleh menyerah dan harus tetap sabar. Ajarkan anak untuk menenangkan diri dengan cara yang lebih sehat, dibandingkan mengisap jempol. Bila Si Kecil masih juga mengisap jempol, sebaiknya Bunda dan Ayah berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog untuk mendapatkan cara yang tepat dalam menghentikan kebiasaannya ini.

Sumber : AloDokter.Com