Pengurus
bahaya-duduk-terlalu-lama-doktersehat

Banyak orang yang menyebut bahaya duduk terlalu lama akan menyebabkan bokong atau pantat tepos. Sebenarnya, apakah hal tersebut benar? Lalu, adakah dampak lain dari kebiasaan duduk terlalu lama bagi kesehatan?

Dampak duduk terlalu lama bagi ukuran bokong

Pakar kesehatan Niket Sonpal, MD yang berasal dariTouroCollege of Medicine, New York, Amerika Serikat menyebut kebiasaan duduk terlalu lama tidak serta merta bisa membuat ukuran pantat menjadi lebih tipis atau dikenal dengan pantat tepos.

Hal ini disebabkan oleh sistem otot di dalam tubuh kita, termasuk pada pantat yang sangat rumit. Hanya saja, jika memang kita menerapkan gaya hidup kurang gerak, kekencangan otot, termasuk di pantat bisa menurun dengan signifikan.

Pakar kesehatan lainnya, Dan Giordano yang berasal dari Bespoke Treatments Physical Therapy menyebut kebiasaan duduk terlalu lama akan mempengaruhi gerakan pinggul, rotasi, sekaligus kestabilan pinggul.

Meskipun tidak serta merta akan membuat pantat tepos, duduk terlalu lama memang kurang baik bagi kondisi tubuh kita. Dalam banyak kasus, hal ini bahkan bisa memicu datangnya nyeri punggung bawah.

Bahaya duduk lama selain bikin pantat tepos

Selain munculnya nyeri punggung bagian bawah, pakar kesehatan menyebut kebiasaan duduk terlalu lama, yakni sekitar 8 hingga 10 jam ternyata bisa menyebabkan dampak kesehatan lainnya.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Terganggunya sistem metabolik

Pakar kesehatan menyebut bahaya duduk terlalu lama akan memberikan pengaruh buruk pada sistem metabolisme tubuh.

Sebagai contoh, proses pembakaran kalori akan menurun, kadar kolesterol tidak lagi seimbang, hingga memicu resistensi insulin. Berbagai hal ini bisa berimbas pada munculnya penyakit-penyakit berbahaya.

  1. Meningkatkan risiko diabetes

Sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa wanita yang terbiasa duduk hingga 7 jam dalam sehari memiliki risiko lebih besar untuk terkena diabetes tipe 2.

Hal yang sama juga berlaku pada kaum pria yang sering duduk terlalu lama. Mengingat diabetes termasuk dalam penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan bisa memicu komplikasi mematikan, kita tentu harus mencegah kedatangannya.

  1. Menyebabkan nyeri leher

Selain punggung bagian bawah, pakar kesehatan menyebut kebiasaan duduk terlalu lama bisa memicu masalah nyeri leher. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya peradangan pada tulang belakang yang akhirnya memicu datangnya masalah kesehatan ini.

  1. Meningkatkan risiko mati muda

Semakin sering kita terbiasa duduk dalam waktu yang lama, semakin rentan pula kita mati muda akibat terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini disebabkan oleh rusaknya sistem metabolisme tubuh yang berimbas pada datangnya berbagai macam penyakit mematikan.

Tips mencegah bahaya duduk terlalu lama

Mengingat bahaya duduk terlalu lama sangatlah berbahaya, pakar kesehatan menyarankan kita untuk melakukan beberapa hal demi mencegahnya meskipun pekerjaan kita menuntut kita untuk sering duduk.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena bahaya duduk terlalu lama:

  1. Memperbanyak asupan air putih

Selain bisa memberikan manfaat kesehatan, memperbanyak asupan air putih juga akan membuat kita lebih sering buang air kecil. Hal ini akan membuat tubuh lebih sering bergerak sehingga kita pun tidak akan duduk terlalu lama.

  1. Menyempatkan diri melakukan peregangan

Pakar kesehatan menyarankan pekerja kantoran yang sering duduk dalam waktu lama untuk melakukan peregangan dengan cara berdiri, berjalan kaki, atau menikmati taman setiap 30 menit sekali demi mencegah tubuh kaku.

  1. Lebih sering memakai tangga dan berjalan kaki

Alih-alih memakai lift, sebaiknya kita memakai tangga agar tubuh lebih banyak bergerak. Selain itu, sebaiknya kita juga mulai lebih sering memakai angkutan umum atau bersepeda yang akan membantu tubuh lebih banyak bergerak.

Sumber : DokterSehat.Com