Pengurus
kolak-doktersehat

Salah satu menu makanan yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia untuk berbuka puasa adalah kolak. Kolak bisa dibuat dari bahan pisang atau ubi jalar yang ditambahkan dengan santan atau gula aren. Rasanya cenderung manis dan bisa mengenyangkan perut dengan cepat. Hanya saja, ada yang menyebut makan kolak saat buka puasa bisa membahayakan kesehatan. Apakah hal ini memang benar?

Bahaya Makan Kolak Saat Buka Puasa

Pakar kesehatan menyebut kandungan gula di dalam kolak sangat tinggi. Bahkan, di dalam satu mangkuk kolak bisa saja ditemukan sekitar 20 gram gula. Jumlah ini tentu sangat banyak. Padahal, dalam sehari kita diminta untuk membatasi asupan gula kurang dari 50 gram demi mencegah kenaikan berat badan atau risiko diabetes.

Selain itu, di dalam kolak juga terdapat kandungan santan yang membuatnya memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi, yakni sekitar 200 kalori untuk setiap porsinya. Jika kita makan kolak di waktu berbuka puasa dan kemudian mengonsumsi makan besar, maka asupan kalori akan berlebihan dan akhirnya membuat kita lebih rentan terkena obesitas.

Kolak Bisa Berbahaya bagi Penderita Diabetes

Bagi penderita diabetes, konsumsi kolak saat berbuka puasa bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah dengan drastis. Jika sampai hal ini terjadi, dikhawatirkan akan memicu kenaikan risiko terkena komplikasi yang mematikan.

Lantas, apakah penderita diabetes tidak boleh makan kolak saat berbuka puasa?

Pakar kesehatan menyarankan mereka untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Jika masih diperbolehkan, mereka bisa mengonsumsi kolak meskipun porsinya tentu harus dibatasi. Selain itu, mereka juga biasanya tidak disarankan untuk mengonsumsi kuahnya demi menurunkan asupan gula agar tidak berlebihan.

Menu Buka Puasa yang Aman bagi Penderita Diabetes

Konsumsi kolak bagi penderita diabetes memang sebaiknya dibatasi agar tidak berlebihan. Selain itu, pakar kesehatan juga menyarankan mereka untuk memilih makanan yang tepat dan aman untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Berikut adalah beberapa menu buka puasa yang aman bagi kondisi kesehatan penderita diabetes.

  1. Buah kurma

Buah yang identik dengan bulan Ramadhan ini ternyata cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes saat berbuka puasa. Meski rasanya manis, kurma tinggi kandungan serat yang bisa membantu mengendalikan kadar gula darah dengan efektif. Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan konsumsi kurma sebaiknya dibatasi maksimal sekitar 3 butir saja.

Selain membatasi konsumsinya, pastikan untuk cermat memilih kurma yang aman dan tidak diberi tambahan gula demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang.

  1. Sup kacang

Sup kacang tinggi kandungan serat yang bisa mengenyangkan tubuh namun memiliki indeks glikemik yang cenderung rendah. Hal ini berarti, setelah mengonsumsinya gula darah tidak akan mudah naik dengan cepat.

  1. Jus sayur atau jus buah

Penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi jus buah atau sayur saat berbuka karena bisa menyediakan kandungan nutrisi tinggi seperti vitamin, mineral, dan lain-lain. Hanya saja, pastikan untuk tidak menambahkan gula pada jus tersebut dan sebaiknya tidak memilih jus kemasan karena biasanya jus-jus kemasan ini sudah memiliki kandungan gula yang tinggi.

Beberapa jenis jus yang direkomendasikan untuk dikonsumsi saat buka puasa adalah jus bayam, jus brokoli, dan jus wortel. Jus stroberi atau jus melon juga bisa dijadikan pilihan yang menyegarkan.

  1. Daging ikan panggang

Daging ikan tinggi kandungan asam lemak omega 3, DHA, serta EPA yang bisa meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan jantung. Kandungan ini juga bisa mencegah peradangan dan menyehatkan sel-sel tubuh.

Sumber : DokterSehat.Com