loading...
Pengurus
obat-albothyl-doktersehat

Albothyl obat apa? Albothyl adalah obat dengan kandungan bahan aktif Policresulen. Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi peradangan atau mencegah infeksi pada vagina dan leher rahim. Kenali lebih jauh tentang Albothyl mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya tentang Albothyl berikut ini.

Cara Kerja Obat Albothyl

Polcresulen adalah obat anti-infeksi vagina yang merupakan produk kondensasi dari asam meta-cresolsulfonic dan formaldehyde. Obat ini bekerja dengan cara membutuh jamur dan bakteri untuk mencegah infeksi.

Selain itu, Polcresulen juga bekerja menjaga pH vagina dan dapat juga digunakan menghentikan pendarahan pada vagina karena memberi pengaruh terhadap kontraksi otot dan pembuluh darah serta faktor pembekuan darah.

Manfaat Albothyl

Manfaat Albothyl secara umum adalah untuk mengatasi peradangan den mencegah infeksi pada vagina. Beberapa kondisi yang umumnya diatasi menggunakan obat Albothyl adalah seperti berikut ini:

  • Menjaga kebersihan area kewanitaan
  • Mengatasi keputihan
  • Sebagai antiseptik

Dosis Albothyl

Albothyl berbentuk cairan konsentrat dan penggunaannya harus dicampurkan dengan air. Setiap 1 gram cairan Albothyl mengandung 360 mg Policresulen. Dosis Albothyl dapat berbeda-beda untuk setiap kondisi. Berikut adalah dosis Albothyl yang disarankan:

1. Dosis Albothyl untuk membersihkan organ intim

Albothyl dapat digunakan untuk membersihkan organ intim wanita maupun pria. Caranya adalah dengan mencampurkan 10 hingga 15 tetes Albothyl dengan 200 ml air. Setelah itu gunakan campuran tersebut untuk membasuh organ intim, kemudian bilas kembali dengan air bersih. Cukup dilakukan satu kali sehari. Jangan lupa untuk membasuh area intim dengan handuk kering setelah selesai dibersihkan.

2. Dosis Albothyl sebagai antiseptik

Albothyl juga dapat digunakan sebagai antiseptik untuk memberisihkan luka. Berikut adalah petunjuk dosisnya:

  • Luka berdarah: campurkan 1 tetes Albothyl dengan 5 tetes air. Teteskan pada luka perlahan. Bisa juga diaplikasikan menggunakan kapas. Tahan kapas selama 30-60 detik pada luka.
  • Mencuci luka: Campurkan 10 tetes Albothyl dengan 200 ml larutan normal salin. Kemudian basuhkan perlahan pada luka.

Petunjuk Penggunaan Albothyl

Penggunaan obat Albothyl sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Albothyl:

  • Albothyl adalah cairan konsentrat yang penggunaannya harus dicampurkan menggunakan air.
  • Gunakan obat Albothyl sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Albothyl hanya boleh digunakan sebagai obat luar. Obat ini tidak boleh ditelan dan tidak dipergunakan untuk mukosa.
  • Hindari penggunaan obat ini pada area kulit yang dekat dengan area sensitif seperti mulut, hidung, dan mata.
  • Hubungi petugas layanan kesehatan jika tidak sengaja menelan obat ini terutama dalam dosis yang besar.

Petunjuk Penyimpanan Albothyl

Berikut adalah petunjuk penyimpanan Albothyl yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Albothyl pada suhu di bawah 25°C.
  • Simpan obat Albothyl di tempat kering dan tidak lembap.
  • Hindari obat Albothyl dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat Albothyl dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Albothyl

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Albothyl. Efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan Albothyl adalah seperti berikut ini:

  • Reaksi alergi
  • Sensasi terbakar atau infeksi pada kulit

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, penggunaan pada area yang tidak tepat, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejela efek samping berat dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat. Apabila gejala tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penaganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Albothyl

Interaksi obat dapat terjadi ketika Albothyl digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping. Hingga kini belum ditemukan obat apa saja yang berinteraksi dengan bahan aktif dalam Albothyl.

Meskipun begitu, sebaiknya penggunaan Albothyl sebaiknya tidak dibarengi dengan obat topikal lain dan obat sejenis. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.

Peringatan dan Perhatian Albothyl

Albothyl termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Albothyl:

  • Jangan gunakan obat Albothyl pada pasien yang hipersensitif pada Albothyl dan komponen lain yang terdapat dalam obat ini.
  • Penggunaan pada ibu hamil, wanita yang merencanakan kehamilan, dan ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu ke dokter.
  • Penggunaan jangka panjang Albothyl tidak disarankan. Jika sakit berlanjut segera hubungi dokter.

Harga Albothyl

Harga Albothyl beragam pada setiap apotek dan juga toko obat. Berikut adalah daftar harga Albothyl berdasarkan kemasannya:

  • Albothyl konsentrat 5 ml: mulai dari Rp29.000
  • Albothyl konsentrat 10 ml: mulai dari Rp38.500
  • Albothyl konsentrat 30 ml: mulai dari Rp106.000

Informasi Tambahan

Albothyl sebelumnya sering digunakan untuk mengatasi sariawan. Namun karena banyak ditemukan bahaya Albothyl sariawan, maka BPOM menghimbau produsen untuk mengganti indikasi Albothyl. Banyak ditemukan kasus efek samping Albothyl untuk sariawan lebih besar daripada manfaat dari obat ini. Semenjak Februari 2018, Albothyl dilarang untuk digunakan untuk sariawan.

Penggunaan Albothyl bahaya untuk sariawan, namun obat ini masih tetap dapat digunakan untuk penggunaan lain seperti yang sudah disebutkan di atas. Penting untuk diketahui bahwa Albothyl masih tetap dapat digunakan, hanya saja harus digunakan untuk obat luar dan tidak boleh ditelan dan digunakan pada mukosa seperti area mulut.

Sumber : DokterSehat.Com