Pengurus
hipertensi-doktersehat

Terdapat dua jenis penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya cenderung semakin meningkat di Indonesia. Kedua penyakit ini adalah hipertensi dan diabetes. Pemicu utama dari hal ini adalah gaya hidup masyarakat yang cenderung semakin tidak sehat. Hanya saja, apakah hipertensi dan diabetes adalah masalah kesehatan yang saling terkait?

Kaitan antara hipertensi dengan diabetes

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh American Diabetes Association, dihasilkan fakta bahwa pada 2002-2012, sekitar 70 persen dari total penderita diabetes memiliki tekanan darah tinggi dan harus rutin minum obat penurun tekanan darah. Hal ini berarti, ada kaitan antara hipertensi dengan diabetes.

Sebagai informasi, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi yang membuat tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Kondisi ini membuat jantung bekerja dengan jauh lebih keras demi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, maka risiko untuk terkena komplikasi seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan masalah kesehatan lainnya akan naik.

Sementara itu, diabetes terjadi akibat kadar gula darah berada di atas batas normal. Penyebabnya biasanya terkait dengan penurunan sensitivitas insulin di dalam tubuh. Komplikasi dari masalah kesehatan bisa berupa penyakit ginjal, penyakit jantung, amputasi, dan masalah kesehatan lainnya yang bisa memicu kematian.

Semua jenis diabetes bisa picu hipertensi

Penelitian lain membuktikan bahwa 30 persen penderita diabetes tipe 1 menderita hipertensi. Sementara itu, sekitar 50 hingga 80 persen penderita diabetes tipe 2 juga menderita hipertensi. Pakar kesehatan menyebut diabetes memang bisa mempengaruhi kondisi pembuluh darah, tepatnya dalam membuat keelastisitasannya menurun. Hal ini ternyata berimbas pada peningkatan tekanan darah dengan signifikan.

Selain itu, kondisi diabetes memang bisa membuat cairan tubuh cenderung semakin meningkat. Banyaknya cairan pada pembuluh darah akan membuat tekanan darah naik sekaligus memberikan tekanan lebih besar bagi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Hipertensi dan diabetes juga cenderung memiliki kesamaan faktor risiko. Beberapa hal yang bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan ini adalah kebiasaan merokok, malas berolahraga atau kurang gerak, mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan menerapkan pola makan yang kurang sehat. Karena alasan inilah ada orang-orang yang bisa menderita diabetes dan hipertensi sekaligus.

Berbahayakah jika penderita diabetes mengalami hipertensi

Pakar kesehatan menyebut penderita diabetes yang mengalami masalah hipertensi akan lebih rentan terkena komplikasi mematikan seperti stroke, serangan jantung, serta gagal ginjal. Hal ini disebabkan oleh fungsi organ-organ tubuh yang semakin menurun akibat diabetes yang dikombinasikan dengan peningkatan risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah akibat hipertensi.

Mencegah hipertensi pada penderita diabetes

Mengingat dampak dari hipertensi pada penderita diabetes cukup mengerikan, pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk benar-benar mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Tujuannya tak hanya untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang, melainkan juga demi mencegah tak terkendalinya tekanan darah di dalam tubuh.

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mengubah pola makannya menjadi lebih baik. Sebagai contoh, jika sebelumnya mereka masih terbiasa mengonsumsi makanan tinggi lemak atau kolesterol, mereka harus mengubahnya menjadi makanan tinggi serat seperti sayuran dan olahan gandum yang bisa menyehatkan jantung dan pembuluh darah sekaligus menjaga kadar gula darah.

Selain itu, penderita diabetes juga harus menjaga berat badan agar tidak mudah mengalami obesitas, rutin melakukan aktivitas fisik, serta mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap saat. Dengan melakukan berbagai hal ini, maka risiko untuk terkena masalah diabetes dan hipertensi sekaligus bisa dicegah.

Sumber : DokterSehat.Com