loading...
Pengurus
9 Fakta Penularan Cacing Kremi pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Infeksi cacing kremi bersifat menular, terutama pada anak-anak usia sekolah. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami cara penularan infeksi ini, sehingga tidak dapat melindungi anak-anak mereka.

Infeksi cacing kremi awalnya terjadi di dalam usus. Meski cacing menetap di dalam tubuh, telur-telur cacing kremi dapat menyebar melalui kotoran, dan dapat hidup dalam waktu yang lama di permukaan suatu benda di luar tubuh.

Fakta-Fakta Seputar Penularan Cacing Kremi

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya memerhatikan kondisi yang dialami anak sebagai antisipasi awal terhadap penularan cacing kremi. Setidaknya terdapat 9 fakta yang perlu diketahui seputar penularan cacing kremi, yaitu:

Anus gatal merupakan ciri-ciri utama cacingan Cacing kremi dewasa akan meninggalkan usus dan bertelur di sekitar anus. Inilah yang menjadi penyebab rasa gatal sehingga anak susah tidur dan terlihat resah. Meski begitu, sebagian anak tidak merasakan gejala apa pun saat terinfeksi. Infeksi ini juga bisa ditandai dengan adanya ruam merah di kulit, iritasi di sekitar anus, dan ditemukannya cacing kremi pada tinja.
  • Cacing kremi bisa hidup di sprei tempat tidur Umumnya cacing kremi betina bertelur saat seseorang yang terinfeksi sedang tidur di malam hari. Telur cacing kremi dapat bertahan 2-3 minggu pada sprei dan permukaan lain. Oleh karenanya, penting untuk mencuci sprei secara terpisah menggunakan air hangat untuk mencegah penyebaran infeksi. Setelah dicuci dengan air hangat, jemur di bawah sinar matahari yang terik.
  • Cacing kremi senang hidup di balik kuku yang panjang Telur cacing kremi paling sering bersembunyi di balik kuku yang panjang. Infeksi cacing kremi pada anak dapat menyebar melalui banyak cara, terutama melalui kuku tangan anak ketika menggaruk anus, kemudian masuk ke mulut. Oleh karenanya, selain menjaga kuku tetap pendek dan bersih, hindari menggaruk anus dan menggigit kuku.
  • Hindari berbagi pakai handuk dan pakaian, terutama celana dalam Selain dari kuku tangan, penyebaran infeksi cacing kremi juga dapat terjadi melalui pakaian dan handuk yang terkontaminasi. Oleh karenanya, pastikan anak Anda tidak berbagi pakai handuk mandi, juga pakaian, apalagi celana dalam dengan orang lain. Telur-telur cacing dari orang yang terinfeksi bisa saja masih ada di sana dan menyebabkan anak Anda tertular infeksi ini.
  • Penularan cacing kremi jarang terjadi di kolam renang Jika memang telur cacing dapat bertahan lama di luar tubuh manusia, bagaimana keamanan kesehatan di kolam renang umum untuk anak? Kabar baiknya, infeksi cacing kremi lebih tidak berisiko menyebar di dalam kolam renang. Selain dilindungi oleh klorin, kalaupun ada telur cacing, jumlahnya tidak signifikan dibandingkan banyaknya volume air di dalam kolam renang.
  • Cacing kremi tidak menular melalui hewan Anda tidak perlu khawatir dan menduga-duga apakah hewan piaraan Anda dapat menularkan cacing kremi pada anak Anda. Cacing kremi E. vermicularis hanya dapat hidup dalam tubuh manusia, tidak dalam tubuh hewan.
  • Bisa menyebabkan komplikasi berbahaya Infeksi cacing kremi pada anak perempuan dapat menyebar dari anus ke vagina dan menyebabkan keluarnya cairan abnormal dari vagina. Infeksi ini bahkan dapat menyebabkan infeksi kulit jika anak terus menggaruk kulit di sekitar anusnya. Pada sebagian kasus, infeksi cacing kremi dapat menyebabkan infeksi saluran kencing, vaginitis (radang vagina), dan endometritis (radang lapisan rahim).
  • Kelompok usia yang paling berisiko Infeksi cacing kremi paling sering terjadi pada anak balita dan anak usia sekolah, yaitu antara 5-10 tahun, terutama yang dititipkan di tempat penitipan anak, anggota keluarga dari anak yang terinfeksi, orang yang mengasuh anak yang terinfeksi, anak yang tinggal bersama banyak orang di suatu tempat, serta anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
  • Sebaiknya anak tidak mandi bersama Anak Anda yang masih kecil sering mandi bersama teman, tetangga, atau teman di tempat penitipan anak? Sebaiknya hindari kebiasaan anak mandi bersama, apalagi berbagi pakai bak mandi dan handuk. Mandi bersama di bawah pancuran lebih direkomendasikan untuk meminimalkan penularan infeksi cacing kremi.
  • Cacing kremi dapat diatasi dengan obat anticacing yang dijual bebas. Sesuaikan penggunaannya dengan keterangan pada kemasan atau anjuran dokter. Agar infeksi tidak datang kembali, penting untuk mencegah penularannya dengan mencuci tangan secara teratur setelah buang air besar, mengganti popok, bermain, serta sebelum mengolah makanan. Selain itu, pastikan mandi setiap pagi dan berganti celana dalam setiap hari. Telur cacing kremi ini sensitif terhadap sinar matahari. Oleh karenanya, biarkan ruangan dalam rumah Anda mendapat sinar matahari yang cukup.

    Jika Anda mendapati gejala-gejala infeksi cacing kremi pada anak atau anggota keluarga yang lain, disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.

    Sumber : AloDokter.Com