Pengurus
mudik-doktersehat

Tak terasa bulan puasa sudah memasuki sepertiga akhirnya. Hal ini berarti, masyarakat Indonesia mulai bersiap untuk merayakan Hari Lebaran. Selain itu, ada jutaan orang yang juga bersiap untuk mudik demi menikmati Hari Lebaran bersama dengan keluarga. Salah satu persiapan yang harus dilakukan adalah mencegah aksi hipnotis yang berujung pada aksi kriminalitas, yang sayangnya masih sering terjadi di saat arus mudik dan arus balik.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hipnotis saat arus mudik

Pakar kesehatan menyebut hipnotis memang bisa dilakukan oleh sebagian pelaku kejahatan. Biasanya, mereka menargetkan korban yang terlihat lemah agar bisa membuat mereka secara tidak sadar dicopet atau diambil berbagai harta benda lainnya. Biasanya, mereka juga mengincar orang-orang yang bepergian dengan sendirian.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan demi mencegah aksi hipnotis saat melakukan perjalanan mudik.

  1. Siapkan mental dan pikiran sebelum melakukan perjalanan

Selain menyiapkan fisik dan berbagai hal yang diperlukan untuk melakukan perjalanan, sebaiknya kita juga mempersiapkan mental dan pikiran kita agar tidak mudah terlihat kebingungan atau berada dalam kondisi “kosong” saat mudik. Hal ini setidaknya membuat pelaku kejahatan tidak mengincar kita sebagai targetnya.

  1. Selalu waspada jika kita melakukan mudik seorang diri

Jika kita melakukan perjalanan mudik seorang diri, sebaiknya lebih waspada dan tidak mudah diajak berkenalan atau mengobrol dengan orang lain. Bersikap ramah terhadap orang lain memang baik untuk dilakukan, namun pastikan untuk selalu waspada jika terlihat ada yang berusaha untuk mengobrol panjang lebar atau tiba-tiba saja menawarkan hal-hal baik yang terlihat berlebihan. Sebagai informasi, salah satu teknik hipnotis ternyata adalah menggunakan komunikasi yang persuasif yang bisa menurunkan kewaspadaan kita.

  1. Hati-hati dengan tepukan orang lain

Jika di tempat umum kita tiba-tiba ditepuk atau dipegang orang lain. Sebaiknya langsung mewaspadainya dengan cara langsung bergerak menjauh atau menepuk balik orang yang menepuk tersebut. Jangan langsung bercakap-cakap dengan orang yang menepuk karena bisa jadi hal ini akan membuat kita lebih rentan terhipnotis.

  1. Jangan mudah melamun di tempat umum

Meski pikiran dan tubuh sedang terasa lelah, jangan mudah bengong atau melamun di tempat umum. Cobalah untuk membuat pikiran kita lebih sibuk seperti dengan membaca, menggunakan ponsel, mendengarkan musik, dan melakukan hal-hal lainnya. Hal ini ternyata cukup efektif untuk mencegah aksi hipnotis.

  1. Waspadai gejala-gejala awal hipnotis

Beberapa gejala awal dari aksi hipnotis adalah tubuh yang tiba-tiba mengalami sensasi mengantuk berat, merasakan kepala pusing atau dada yang terasa lebih sesak untuk bernapas, hingga munculnya sensasi mual. Bisa jadi hal ini adalah tanda bahwa ada seseorang yang berusaha untuk melakukan aksi hipnotis pada kita.

Cobalah untuk menyibukkan pikiran, berdoa, atau jika mampu berusaha untuk mendekati aparat demi mencegah aksi kejahatan.

  1. Waspada dengan kerumunan orang

Jika di sekitar kita tiba-tiba saja ada orang yang berkurumun yang terlihat mencurigakan tanpa alasan yang pasti, sebaiknya kita segera berpindah ke tempat lain. Jika perlu, kita bisa mendekati aparat keamanan terdekat demi meminta pertolongan. Cukup sering kasus kejahatan dengan hipnotis menggunakan teknik berkelompok namun setiap anggotanya terlihat tidak saling mengenal.

  1. Mencuci muka jika mengantuk

Jika kita mulai mengantuk atau merasakan gejala-gejala awal hipnotis sebelumnya, tak perlu ragu untuk pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka agar bisa segar kembali. Jika sudah memasuki waktu beribadah, tak perlu ragu untuk mencuci badan agar bisa beribadah dan kembali menyegarkan pikiran.

Sumber : DokterSehat.Com