loading...
Pengurus
mitos-gula-doktersehatphoto credit: Pexels

-Gula adalah salah satu bahan makanan yang penemuannya mengubah dunia. Selain bisa digunakan untuk aneka makanan dan minuman, ternyata gula juga memberikan banyak dampak buruk pada tubuh. Gula dianggap bertanggung jawab pada kondisi diabetes yang dialami oleh tubuh dan juga masalah kegemukan lainnya.

Apakah gula hanya berhubungan dengan masalah kesehatan saja? Apakah gula hanya berhubungan dengan risiko kematian? Jawabannya tentu tidak. Ada banyak hal tentang gula yang bisa memberikan manfaat untuk tubuh. Selanjutnya mitos tentang gula yang salah kaprah juga sering muncul dan dipercaya.

Mitos tentang gula yang salah kaprah

Gula memberikan rasa manis dan nikmat, itulah kenapa banyak sekali yang menyukai gula apalagi anak-anak. Sayangnya, gula memiliki cukup banyak hal buruk dan juga mitos yang sering salah kaprah dan menyesatkan kita semua.

  1. Semua gula buruk untuk kesehatan

Kita yang memiliki bakat diabetes pasti akan sering bilang kepada mereka yang sehat kalau semua jenis gula adalah musuh. Mengonsumsi gula dalam bentuk apa pun akan membuat tubuh mengalami banyak sekali masalah. Nah, apakah benar demikian? Apakah semua gula yang dikonsumsi oleh tubuh menyebabkan masalah?

Jawabannya tentu saja tidak. Pada dasarnya ada banyak sekali makanan di luar sana yang tanda disadari masih mengandung gula. Berbagai jenis buah-buahan yang dikonsumsi juga mengandung gula dalam jumlah banyak. Misal mangga, semangka, anggur, stroberi, dan sejenisnya. Meski mengandung gula, buah ini tetap sehat dikonsumsi dengan jumlah terbatas.

  1. Gula yang diproses minimal lebih aman

Selama ini kita sering menganggap kalau gula yang prosesnya lebih sedikit seperti aneka sirop atau madu lebih baik daripada gula meja yang berbentuk serbuk. Padahal tidak ada perubahan sama sekali. Kalau Anda mengonsumsi dalam jumlah banyak tetap bisa menyebabkan masalah pada tubuh seperti penurunan sensitivitas insulin.

Apa pun jenis gulanya baik gula meja atau gula dalam bentuk sirop, batasi selalu penggunaannya. Lihat dahulu nutrition fact yang dimiliki. Dengan melihatnya kita akan tahu berapa takaran yang tepat. Dengan mengetahui takaran yang tepat, meski mengonsumsinya, tubuh tidak akan memberikan respons negatif.

  1. Kita harus menghilangkan gula dalam kehidupan

Beberapa praktisi diet selalu menganjurkan kita untuk menghilangkan satu komponen makanan agar bisa hidup sehat. Gula adalah salah satu komponen itu. Apakah dengan menghilangkan gula, tubuh akan langsung sehat? Jawaban adalah tidak. Tubuh tetap bisa mengalami sakit, apalagi kalau seseorang selalu makan berlebihan.

Daripada menghilangkan gula sama sekali, ada baiknya dengan melakukan pembatasan saja. Anda bisa menggunakan gula maksimal 9 sendok teh untuk pria dan 6 sendok teh untuk wanita. Dengan takaran ini masalah tidak akan muncul pada tubuh entah itu diabetes atau hanya sekadar kegemukan saja.

Tidak makan gula sama sekali secara langsung juga akan menyebabkan tubuh menjadi lemas dengan cepat. Menghindari boleh, tapi tidak boleh terlalu ekstrem karena bisa menyebabkan banyak masalah pada tubuh.

  1. Gula membuat tubuh sakit

Tidak semua gula bisa membuat tubuh menjadi sakit. Pada dasarnya bukan gula yang membuat seseorang mengalami sakit. Namun, takarnya yang digunakan harus tepat. Kalau takaran yang dipakai tidak berlebihan, Anda tidak akan mengalami sakit. Tubuh akan tetap sehat. Semua jenis gula juga demikian entah itu yang dalam bentuk madu atau sirop.

  1. Gula menyebabkan kecanduan

Gula memang membuat seseorang tidak tahan dan terus mengonsumsinya. Bahkan, anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis seperti gula akan menangis kalau tidak diberi lagi. Apa yang terjadi ini dinamakan sugar rush. Beberapa orang menganggapnya sebagai salah satu kecanduan.

Nah, apakah gula benar-benar menyebabkan kecanduan layaknya dengan obat terlarang. Beberapa praktisi mengatakan demikian, tapi banyak juga yang menampiknya. Meski gula memberikan efek candu, efeknya pada tubuh tidak akan besar dan bisa dialihkan, berbeda dengan kecanduan obat terlarang atau narkoba.

  1. Gula buatan lebih sehat

Salah satu alternatif dari gula adalah gula buatan yang biasanya terbuat dari jagung atau stevia. Bahan ini dianggap baik karena tidak mengandung kalori atau kalorinya sangat rendah. Bahkan, saking rendahnya kalori, gula jenis ini bisa digunakan untuk penderita diabetes.

Gula buatan sebenarnya tidak selalu sehat untuk tubuh. Karena dibuat di pabrik dan memiliki pengawet, bisa jadi ada efek samping untuk tubuh meski tidak secara langsung. Untuk menghindari efek jangka panjang, ada baiknya menghindari gula buatan ini. Lebih baik menggunakan gula alami dari buah atau madu, tapi dibatasi konsumsinya.

  1. Tidak memakan gula bisa menurunkan berat badan dengan cepat

Banyak orang mengira kalau mengurangi gula atau berhenti makan sesuatu yang manis akan membuat tubuh mudah mengurangi jumlah lemaknya, Kondisi obesitas bisa segera diatasi dengan mudah. Sayangnya hal ini tidak terlalu benar karena meski tidak memakan gula sekalipun, tubuh tetap akan mengalami kelebihan kalori kalau makan berlebihan.

Sederhananya, kalau Anda tidak mengalami defisit kalori harian, tubuh akan susah sekali mengalami penurunan jumlah lemak. Dampaknya program diet akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya kalau kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih rendah dari kebutuhan, meski mengonsumsi gula sekalipun tetap bisa menurunkan kadar lemak di dalam tubuh.

Inilah beberapa mitos tentang gula yang ternyata salah kaprah dan bisa membuat siapa saja melakukan kesalahan karena mempercayainya. Nah, apa pun dampak gula yang terjadi, Anda masih bisa menggunakannya untuk minuman atau memasak. Namun, jumlahnya harus dibatasi agar sesuai dengan kebutuhan.

Sumber : DokterSehat.Com