Pengurus
manfaat-kina-doktersehat

Pohon kina atau tumbuhan kina adalah salah satu jenis pohon yang dimanfaatkan sebagai herbal. Salah satu manfaat kina yang paling populer adalah untuk mengatasi malaria. Simak selengkapnya tentang manfaat pohon kina melalui artikel berikut ini!

Apa Itu Pohon Kina?

Pohon kina atau Cinchona adalah adalah genus tanaman yang berasal dari famili Rubiaceae. Conchina terdiri dari kurang lebih 40 spesies pohon kina. Tinggi pohon ini umumnya sekitar 15-2- meter. Tanaman kina menghasilkan bunga yang berbeda-beda mulai dari warna putih, kuning, dan merah muda.

Bagian tanaman kina yang digunakan sebagai herbal adalah kulit pohonnya. Jenis tanaman Cinchona adalah adalah sumber senyawa alkaloid, salah satu yang terbanyak adalah kuinina. Dari 25 jenis pohon kina, yang paling sering dibudidayakan adalah jenis Cinchona officinalis, Cinchona pubescens, dan Cinchona calisaya.

Manfaat Kina

Manfaat tumbuhan kina sudah dipercaya sejak tahun 1600an, terutama sebagai pengobatan malaria. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak manfaat kulit pohon kina yang ditemukan. Penggunaan tanaman kina sebagai herbal juga kini hampir tersebar di seluruh dunia.

Apa saja manfaat kina untuk kesehatan? Berikut adalah 7 di antaranya!

1. Mengatasi malaria

Manfaat kina yang pertama dan yang paling populer adalah mengatasi malaria. Manfaat tanaman kina satu ini berasal dari kandungan alkaloid, kuinina, yang terkandung dalam tanaman kina. Tanaman ini membantu meringankan gejala malaria dengan cara membunuh dan menghalangi pertumbuhan parasit malaria yang ada dalam aliran darah.

Penggunaan kina untuk mengatasi malaria pada ibu hamil trimester pertama juga masih dilakukan, karena memang hingga kini belum ditemukan obat malaria yang lebih kuat.

2. Mengatasi masalah pencernaan

Kina juga dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan. Kulit pohon kina dapat merangsang produksi jus pencernaan yang mengandung enzim yang dibutuhkan oleh saluran pencernaan.

Selain itu, manfaat kina lainnya adalah dapat mengatasi parasit dan protozoa dalam usus yang dapat menyebabkan berbagai masalah dalam pencernaan.

3. Mengatasi beberapa gangguan jantung

Tanaman kina juga memiliki manfaat untuk kesehatan jantung. Penggunaan kina untuk jantung telah dilakukan sejak akhir abad ke -17. Pada paruh pertama abad ke-18, ditemukan penggunaan kina untuk pengobatan masalah jantung dan aritmua.

Manfaat ini didapatkan dari zat alkaloid lain yang ditemukan dalam kina yaitu kuinidin. Hingga hari kuinidin yang diproduksi dari kuinin masih digunakan sebagai pengobatan untuk aritmia. Kuinidin dihasilkan dari kina alami, karena hari ini belum tercipta sintetisnya.

4. Digunakan sebagai obat flu

Mengatasi berbagai gejala flu juga merupakan salah satu manfaat kina. Kina digunakan untuk mengatasi influenza ringan, flu biasa, bahkan flu babi. Kina dapat menurunkan gejala flu seperti bersin-bersin, hidung mampet, dan lainnya.

Tanaman kina juga bisa membantu menurunkan demam karena termasuk ke dalam obat antipiretik atau penurun demam.

4. Membantu mengatasi kanker

Kina juga tercatat sebagai salah satu obat untuk terapi kanker. Penggunaan kina sebagai obat tradisional untuk kanker dilakukan di Amerika Selatan. Kina dipercaya dapat mengobat beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker hati, kanker limpa, dan beberapa jenis kanker lainnya.

6. Mengatasi gangguan pembuluh darah

Kina juga dipercaya dapat mengatasi beberapa masalah pembuluh darah. Beberapa kondisi masalah pembuluh darah yang dapat diatasi dengan kina adalah seperti varises dan wasir. Umumnya digunakan kina dalam bentuk obat topikal untuk pengobatan masalah ini.

7. Mengatasi kram otot kaki

Manfaat kina yang terakhir adalah sebagai obat untuk kejang otot dan kram kaki. Manfaat tenaman kina yang satu ini dibuktikan dengan beberapa penelitian. Seperti sebuah penelitan pada tahun 1998 yang merekam efek positif dari kina untuk kram kaki dan menunjukkan tinitus sebagai satu-satunya efek samping.

Penelitian lainnya dilakukan pada tahun 2002 dan menunjukkan bahwa pemberian kina efektif untuk menurunkan intensitas, frekuensi, dan nyeri pada kram kaki tanpa menimbulkan efek samping.

Cara Aman Menggunakan Kina

Kulit pohon kina yang tersebar di pasaran adalah kulit pohon kina yang sudah dikeringkan. Sebagian produsen juga memasarkannya dalam bentuk serbuk. Tanaman kina juga ditemukan dan diekstrak untuk berbagai produk farmasi hingga kosmetik.

Penggunaan kina secara tradisional sangat mudah. Anda hanya perlu meminum air rebusan kulit pohon kina sebanyak 1-3 kali perhari. Penggunaan bubuk kina menggunakan kapsul juga bisa dilakukan, dosisnya adalah 2 gram bubuk kina per hari.

Alkaloid dalam kina juga dapat ditemukan dan dijual dalam bentuk obat resep. Manfaatnya tentu kurang lebih sama seperti manfaat pohon kina secara alami. Namun sebagai obat resep, penggunaan alkaloid kina sebaiknya dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter.

Baik penggunaan secara tradisional maupun sebagai obat resep, tentunya kina tetap berpotensi menimbulkan efek samping, meskipun memang tidak terjadi pada semua orang. Ikuti penggunaan kina sesuai dengan dosis yang disarankan agar tidak menimbulkan efek samping.

Alkaloid dalam kian berpotensi menjadi racun jika digunakan dalam jumlah berlebihan. Maka dari itu, meskipun kina merupakan bahan alami, tanaman ini tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan sebagai obat.

Jika mengalami efek samping akibat penggunaan kina, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penelitian terhadap kina tentunya semakin alam semakin perkembang, sebelum menggunakannya sebagai obat herbal, pastikan telah mengacu pada penemuan terbaru tentang tanaman ini.

Menggunakan herbal sebagai pengobatan memang bisa saja ampuh untuk berbagai penyakit. Namun sebaiknya tetap di bawah pengawasan ahli herbal. Jika sedang mengonsumsi obat resep, selalu konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan obat herbal.

Sumber:

  1. CINCHONA –https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-406/cinchona diakses 19 Maret 2019
  2. Quinine –http://www.rain-tree.com/quinine.htmdiakses 19 Maret 2019

Sumber : DokterSehat.Com