loading...
Pengurus
komplikasi-setelah-operasi-doktersehat

Operasi adalah salah satu metode menghilangkan atau menyembuhkan penyakit. Sayangnya, melakukan operasi saja tidak menjamin seseorang langsung sehat. Kalau terjadi masalah seperti komplikasi pasca operasi, kondisi tubuh bisa saja memburuk.

Komplikasi Pasca Operasi yang Sering Muncul

Penyakit yang ada ditubuh mungkin sudah dihilangkan, tapi operasi dilakukan dengan membuat luka di tubuh. Jadi, Anda harus memperhatikan luka dengan baik agar tidak terjadi infeksi dan membusuk. Selain luka, beberapa hal di bawah ini juga harus diperhatikan:

  1. Demam setelah operasi

Mengalami demam atau badan terasa meriang adalah hal yang wajar karena tubuh sedang menyembuhkan dirinya.

Antibodi yang ada di dalam tubuh akan dikirim ke bagian yang luka untuk mengatasi infeksi kalau ada bakteri yang masuk. Nah, proses mempertahankan diri inilah yang membuat tubuh jadi lebih hangat dari biasanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya. Saat luka mengering, proses perlawanan dari antibodi akan menurun sehingga tubuh memiliki suhu yang normal. Kalau Anda terus mengalami demam dan sangat mengganggu, beritahu dokter agar bisa segera ditangani.

  1. Tenggorokan terasa sakit

Saat menjalani operasi khususnya yang besar, tubuh akan mengalami anestesi total

Saat mengalami anestesi ini pernapasan akan dibantu dengan ventilator. Alat itu akan dimasukkan ke mulut sehingga pasca operasi, bagian mulut hingga tenggorokan akan terasa sakit. Biasanya setelah beberapa hari kondisi ini akan membaik dengan sendirinya.

Kalau tenggorokan terus sakit, Anda bisa minum air lebih banyak atau mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C cukup tinggi.

  1. Muncul nanah

Setelah melakukan operasi, dokter akan menyarankan kita untuk menjaga luka operasi dengan baik. Tak jarang komplikasi pasca operasi berkaitan dengan bekas luka jahitan.

Cara terbaik untuk menjaga luka adalah dengan tidak menyentuhnya saat tangan masih kotor. Usahakan menggunakan hand sanitizer sebelum menyentuh luka atau mengganti perban setiap harinya.

Kalau Anda sembrono saat menyentuh luka, kemungkinan besar, luk akan mengalami infeksi dengan cepat. Infeksi yang terjadi pada luka menyebabkan perasaan nyeri yang sangat intens, luka terus basah dan membusuk, hingga muncul nanah di luka yang tidak kunjung sembuh. Kalau sudah muncul nanah, Anda harus segera membawanya ke dokter.

Kalau Anda tidak memiliki gula darah tinggi, mungkin luka bisa disembuhkan dengan mudah. Namun, kalau ada kondisi diabetes, luka akan sulit untuk sembuh dan kemungkinan besar akan terus parah. Perhatikan apa yang Anda makan selain menggunakan obat yang diberikan oleh dokter.

  1. Luka operasi terasa sangat nyeri

Luka operasi yang cukup besar akan membuat Anda merasakan nyeri yang sangat intens.

Luka ini akan menyebabkan tubuh susah beristirahat. Mereka yang tidak tahan dengan rasa nyeri akan mengalami gangguan tidur hingga masalah lain seperti sulit konsentrasi saat melakukan berbagai pekerjaan.

Cara terbaik untuk mencegah nyeri adalah dengan menjaga luka agar tidak mengalami inflamasi dan akhirnya membengkak. Kalau Anda merasa tidak tahan dengan luka yang terjadi, dokter akan memberikan obat anti nyeri untuk menghilangkan rasa sakit itu sementara. Seiring dengan luka mengering, rasa sakitnya akan terus mereda.

  1. Susah buang air kecil dan besar

Komplikasi pasca operasi yang selanjutnya adalah gangguan saluran pencernaan. Setelah menjalani operasi khususnya pembedahan yang terjadi di perut, gangguan buang air besar dan kecil akan sering terjadi.

Hal ini wajar dan akan membaik dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Gangguan buang air kecil bisa terjadi dalam bentuk susah buang air kecil atau terasa sangat nyeri sehingga beberapa orang sering menahannya.

Gangguan buang air besar yang sering muncul pada tubuh biasanya berupa sembelit atau gangguan buang air besar. Kondisi ini bisa muncul karena pergerakan usus mengalami gangguan pasca operasi. Pengaruh anestesi yang belum habis kemungkinan besar menyebabkan masalah ini. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran untuk mencegah sembelit terus muncul.

  1. Depresi setelah operasi

Setelah menjalani operasi apalagi operasinya tergolong besar dan lama, seseorang akan mengalami semacam depresi. Hal ini wajar terjadi meski bisa patah kalau tidak segera ditangani. Biasanya kondisi seperti baby blue ini muncul karena tubuh terasa sangat sakit, tidak nyaman, dan seseorang merasa seperti tidak berguna.

Orang di sekitar seperti keluarga harus terus mendampingi dan membuat mereka yang dioperasi menjadi lebih nyaman. Kalau hal itu dilakukan dengan baik, mood akan terus membaik dan membuat penyembuhan berjalan dengan cepat. Kalau depresi tidak segera diatasi, kemungkinan besar menghambat penyembuhan dan kondisi mental kian anjlok.

  1. Perdarahan saat batuk atau bersin

Salah satu komplikasi pasca operasi yang paling sering terjadi adalah perdarahan.

Kondisi ini bisa terjadi kalau luka operasi cukup lebar dan mudah sekali robek saat batuk atau bersin. Itulah kenapa orang yang baru saja operasi tidak dianjurkan batuk atau bersin terlalu keras karena bisa memberikan tekanan di area perut.

Perdarahan yang muncul bisa saja sedikit atau mungkin banyak. Kalau hanya sedikit saja dan setelah dibersihkan luka akan mengering kembali, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. Namun, kalau pendarahan sudah berhenti dan terasa sakit, segera datangi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Itu dia beberapa masalah atau komplikasi pasca operasi. Tugas Anda adalah memerhatikan kondisi tubuh dengan baik. Kalau mulai muncul sesuatu yang tidak beres seperti infeksi, segera hubungi dokter. Kalau Anda tidak bisa melakukannya, luka akan menjadi lebih parah dan berpotensi sebabkan masalah yang lebih besar.

Sumber : DokterSehat.Com