Pengurus
6 Mitos Penyebab Kanker Ini Perlu Kamu Ketahui Faktanya

Setiap hari kamu menggunakan telepon genggam, deodoran, plastik, dan mengonsumsi gula. Tiba-tiba kamu mendengar bahwa semua benda itu dapat menyebabkan kanker. Sebelum panik karena hal yang belum tentu benar, yuk cek fakta-faktanya.

Kanker terjadi karena adanya mutasi DNA dalam sel-sel tubuh. Penyebab pasti terjadinya mutasi ini sering tidak diketahui pasti. Hal ini membuat sebagian orang berasumsi bahwa ada benda-benda tertentu yang dapat menyebabkan kanker. Namun, sebagian besar dugaan ini tidak benar.

Fakta tentang Mitos Penyebab Kanker

Kamu pasti sudah tahu bahwa hal-hal seperti obesitas, merokok, dan kurang olahraga menjadi beberapa faktor risiko kanker. Selain itu, ada berbagai hal yang diyakini oleh masyarakat sebagai penyebab kanker, yang belum terbukti secara ilmiah.

Yuk, simak apa saja mitos-mitos umum yang dianggap menjadi penyebab kanker beserta faktanya:

1. Deodoran atau antiperspiran

Deodoran dan antiperspiran dianggap mengandung bahan berbahaya, seperti parabens atau aluminium. Bahan ini disebut dapat masuk ke tubuh jika terjadi goresan saat mencukur bulu ketiak.

Faktanya, hingga kini belum ada penelitian yang menemukan hubungan antara penggunaan deodoran atau antiperspiran dengan kanker payudara. Jika kamu masih khawatir, kamu dapat menggunakan deodoran alami seperti tawas sebagai alternatif.

2. Pembungkus dan wadah plastik yang digunakan dalam microwave

Faktanya, aman menggunakan wadah plastik yang diperbolehkan untuk penggunaan dalam microwave. Tetapi, wadah plastik biasa yang tidak ditujukan untuk penggunaan dalam microwave memang dapat meleleh dan membuat makanan terkontaminasi. Jadi pastikan, wadah plastik yang kamu gunakan memiliki label microwave-safe, jika akan digunakan di dalam microwave.

Untuk memastikan wadah plastik yang kamu gunakan aman atau tidak, kamu bisa mencermati kode segitiga dan lambang keamanan penggunaan dalam microwave di bagian bawah wadah.

3. Makanan mengandung gula

Penelitian menemukan, sel-sel kanker memang mengonsumsi lebih banyak glukosa dibanding sel-sel normal. Namun tidak ada peneliti yang menemukan bahwa mengonsumsi gula dapat memperparah kanker.

Dalam studi juga tidak ditemukan kanker akan mengecil atau hilang jika pengidapnya berhenti mengonsumsi gula. Umumnya membatasi gula diperlukan untuk mengurangi risiko obesitas dan diabetes yang meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

4. Pemanis buatan

Dalam berbagai riset ditemukan bahwa pemanis buatan, seperti sakarin, siklamat, aspartam, acesulfame potassium, sukraloksa, dan neotame, tidak terbukti menyebabkan kanker pada manusia. Jika ragu akan keamanan pemanis buatan, coba temukan apakah merek yang akan kamu konsumsi terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

5. Penggunaan telepon genggam

Hingga kini belum ditemukan bukti yang cukup bahwa medan elektromagnetik frekuensi radio dapat menyebabkan kanker. Hingga kini, faktanya, energi frekuensi rendah yang diproduksi telepon genggam umumnya tidak menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker.

6. Saluran listrik

Saluran listrik atau stop kontak memang memproduksi energi magnet dan listrik. Tetapi energi ini berfrekuensi rendah, tidak merusak gen dan dengan mudah dilemahkan oleh dinding atau obyek-obyek lain.

Selain beberapa mitos penyebab kanker di atas, pewarna rambut yang dianggap sebagai penyebab kanker, masih perlu diteliti lebih lanjut. Risiko ini umumnya tidak akan dialami orang yang hanya sesekali menggunakannya.

Meski begitu, ada penelitian yang menemukan, bahwa penata rambut yang sering terpapar bahan kimia dalam pewarna rambut bisa memiliki peningkatan risiko kanker kandung kemih. Memakai masker saat mengaplikasikan bahan ini mungkin dapat membantu mengurangi paparan.

Hal yang tidak kalah penting yaitu berupaya mengurangi risiko kanker dengan gaya hidup sehat. Cukup istirahat, olahraga teratur, mengonsumsi buah dan sayur segar, berhenti merokok, mendapatkan vaksin, serta memeriksakan diri dengan screening kanker sangat penting agar kamu lebih terhindar dari kanker dan penyakit kronis lain.

Jadi, jangan asal percaya mitos penyebab kanker yang beredar. Jika kamu mengalami gangguan kesehatan, disarankan segera konsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Sumber : AloDokter.Com