Pengurus
membersihkan-usus-doktersehat

Tanpa disadari, setiap hari kita mendapatkan racun dari berbagai macam hal. Sebagai contoh, kita menghirup polusi udara dari gas buang kendaraan. Selain itu, terkadang kita juga mengonsumsi berbagai macam zat kimia yang ada di dalam makanan. Memang, tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk membuang berbagai macam racun tersebut, namun ada baiknya kita juga menerapkan gaya hidup sehat demi membantu proses yang disebut sebagai detoksifikasi ini.

Berbagai cara yang bisa kita lakukan demi mendetoksifikasi usus

Salah satu bagian tubuh yang rentan terpapar berbagai macam racun adalah usus. Biasanya, racun-racun ini berasal dari makanan-makanan tidak sehat yang kita konsumsi. Masalahnya adalah jika racun-racun ini tidak segera dibuang, maka akan menyebabkan datangnya masalah kesehatan. Selain itu, jika kondisi usus tidak baik, dikhawatirkan akan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat kita lebih rentan terkena penyakit.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendetoksifikasi usus

  1. Memperhatikan apa yang dimakan setiap hari

Menerapkan pola makan yang sehat memang sulit untuk dilakukan, namun kita bisa mulai membantu proses detoksifikasi usus dengan cara mulai memperhatikan apa yang kita makan setiap hari.

Cobalah untuk mengurangi makanan kemasan, makanan olahan, makanan kalengan, atau makanan yang tinggi lemak jahat layaknya gorengan dan makanan cepat saji. Selain itu, cobalah untuk memperbanyak asupan makanan berserat layaknya sayur dan buah demi membantu menyehatkan kondisi usus.

  1. Memperbanyak asupan air putih

Meski terlihat sepele, memperbanyak asupan air putih mampu memberikan dampak yang sangat besar bagi proses detoksifikasi usus lho. Selain membuat laju makanan di dalam saluran pencernaan menjadi lebih lancar, keberadaan air ini juga akan membuat berbagai sistem berjalan dengan lebih baik, termasuk proses pembersihan racun.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk minum air putih di pagi hari setelah bangun tidur demi membantu membersihkan usus besar dengan lebih baik.

  1. Mengonsumsi biji chia

Memperbanyak asupan makanan berserat memang bisa membantu proses detoksifikasi tubuh menjadi lebih baik. Salah satu dari makanan yang bisa menyediakan hal tersebut adalah biji chia.

Sebagai informasi, jika makan biji chia sebanyak 2 sendok saja, maka kita sudah mendapatkan 10 gram serat atau sekitar 40 persen dari kebutuhan serat harian tubuh. Keberadaan serat ini akan membuat usus besar bergerak dengan lebih baik dan membuang berbagai bahan kimia, racun, dan kolesterol melalui proses buang air besar. Hal ini bisa mencegah datangnya penyakit pencernaan dan kanker.

  1. Mengonsumsi brokoli

Beberapa jenis sayuran hijau seperti brokoli, kangkung, serta kembang kol ternyata bisa membantu menurunkan risiko terkena kanker usus hingga 24 persen. Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengolah sayuran-sayuran ini dengan cara yang tepat agar mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal.

Sebagai contoh, ada baiknya kita tidak lagi mengolah brokoli dan kembang kol dengan cara digoreng. Kita bisa mengukusnya, merebusnya, atau setidaknya menumisnya demi membuat rasanya menjadi lebih nikmat.

  1. Memperbanyak makan ikan

Anjuran untuk makan ikan setiap hari memang sesuai dengan pedoman untuk hidup sehat. Jurnal berjudul Gut menyebut rutin mengonsumsi ikan salmon, ikan sarden, dan ikan trout yang kaya akan asam lemak omega 3 bisa membantu menurunkan risiko kanker kolorektal dengan efektif. Hal ini disebabkan oleh kemampuan asam lemak omega 3 yang menghambat perkembangan sel kanker.

  1. Rutin makan yoghurt

Yoghurt bisa membantu menurunkan risiko kanker kolorektal hingga 38 persen lebih rendah. Hanya saja, pastikan bahwa yoghurt yang kita beli tidak memiliki kandungan gula demi mendapatkan manfaat ini.

Sumber : DokterSehat.Com